Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Jakarta Terapkan Teknologi E-Tilang, Begini Cara Kerjanya !

Teknologi dihadirkan untuk mempermudah seseorang dalam berbagai pekerjaan, tak hanya di Industri penggunaan teknologi juga dipakai untuk mengamankan jalur lalu lintas agar tidak ada yang melanggar peraturan lalu lintas

Sejak akhir tahun lalu, masyarakat sudah dikejutkan dengan adanya teknologi tilang elektronik yang mulai diterapkan di Jakarta. Sebagian menyambut gembira, sebagian lagi kurang antusias, terlebih mereka yang biasanya kerap berkendara tanpa helm, semenjak ada e-tilang jadi takut kepergok melanggar lagi.  Bagi pengemudi atau pemilik kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas akan secara langsung menerima denda ke alamat pemilik kendaraan yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa telah memasang kamera CCTV di berbagai jalan yang ada di Jakarta dalam rangka untuk penerapan penegakan hukum secara elektronik (electronic traffic law enforcement/E-TLE). Kamera tersebut tersebar di 12 titik di Sudirman-Thamrin. Bagaimana cara kerjanya?

Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman menyebut kamera itu dapat menganalisis berbagai pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengguna jalan. Tidak hanya pelanggaran ganjil-genap, namun kamera tersebut bisa menangkap gambar pengemudi yang memakai ponsel saat berkendara."E-TLE yang sudah kita mulai sejak Oktober 2018, kurang-lebih 7 bulan perjalanan sampai dengan 1 Juli ini. Kita telah mengembangkan teknologi pada kamera yang terpasang, tidak hanya dari segi kualitas kameranya, maupun kemampuannya, akan tapi penempatannya juga," kata Arif kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Polda metro Jaya telah menempatkan 2 buah kamera untuk proses uji coba pada November  2018 lalu, yakni di daerah TL Sarinah dan Thamrin. Saat ini sudah ada kamera serupa yang tersebar di 10 titik.Kamera analitik pintar ini memiliki kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi jenis kendaraan, pelanggaran, hingga mengidentifikasi nomor registrasi kendaraan bermotor melalui tanda nomor kendaraan bermotor. Kamera tersebut memiliki jaringan fiber optik berkecepatan tinggi berupa virtual private network dengan bandwidth 80 MBPS pada setiap titik kamera analitik.

Kamera itu bekerja dari merekam hingga mengidentifikasi pelanggaran-pelanggaran ataupun jenis kendaraan hingga pelat nomor kendaraan. Kamera itu menghasilkan output jenis-jenis pelanggaran, pelat nomor kendaraan, dan kendaraan yang melanggar."Kamera menangkap image atau video, lalu secara otomatis video itu akan menganalisis kendaraan-kendaraan yang melanggar.

Hasil data-data kendaraan itu disajikan kepada petugas dilengkapi dengan identitas kendaraan," kata Arif.Data-data yang muncul dari kamera itu, nantinya akan diverifikasi lagi oleh petugas kepolisian. Setelah terverifikasi, petugas nantinya akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik sesuai dengan registrasi kendaraan."Dari data kendaraan yang melanggar akan diverifikasi oleh petugas. Jadi lebih tajam mata kamera dibandingkan lagi dengan mata petugas. Apabila sudah terverifikasi, maka akan  diterbitkan surat konfirmasi," kata Arif."Surat (tilang) ini sementara kita kirimkan ke alamat yang tertera di surat kendaraan. Kita kirimkan ke alamat rumah," tutup Arif.

Beberapa bulan sejak pertama kali diberlakukan, saat ini kabarnya teknologi e-tilang makin canggih. Seorang pengguna Twitter mengunggah surat e-tilang yang dilengkapi dengan tangkapan foto pengendara yang melanggar. Foto yang terekam oleh CCTV yang terpasang di jalanan itu jelas akan memperlihatkan secara jelas wajah pengendara.

Fitur ini katanya termasuk fitur terbaru teknologi e-tilang yang dimiliki polisi. Selain fitur “rekam wajah”, ternyata ada sejumlah fitur lain yang nggak kalah canggih. Hati-hati nih buat yang sering melanggar.

1. Fitur Perekam Wajah

Fungsinya buat mengetahui identitas sehingga proses tilang menjadi lebih mudah. Sejak 1 Juli lalu, Polda Metro Jaya memberlakukan e-tilang dengan tambahan fitur baru berupa rekam wajah, seperti dilansir CNN. Kamera yang terpasang di jalanan itu bisa merekam wajah pengemudi yang ketahuan melanggar. Dengan fitur ini, identitas pengemudi langsung bisa diketahui, pelanggaran juga jadi terekam lebih detil. Seperti pengemudi yang nggak pakai seat belt atau bermain ponsel sambil berkendara.

2. Fitur Mengecek Kecepatan Laju Kendaraan

Nah, fitur yang satu ini mirip-mirip sama teknologi yang ada di luar negeri. Teknologi bernama speed radar ini dikoneksikan dengan kamera check point untuk menangkap kecepatan kendaraan yang melaju secara real time. Jadi ketika ada kendaraan yang lewat melebihi batas kecepatan, polisi jadi bisa langsung tahu dan langsung dapat mengantongi identitas pelanggar.

Tidak hanya itu saja, kabarnya teknologi dan fitur-fitur yang mendukung tilang elektronik ini juga akan terus diperbarui. Kemungkinan dalam waktu dekat bakal ada fitur face recognition yang akan terhubung secara langsung  ke database kependudukan.

Jika penerapan fitur ini akan dipakai maka akan memanfaatkan aplikasi Nodeflux karya anak bangsa. Aplikasi Artificial Intelligent (AI) ini merupakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang dipasang di perangkat CCTV, yang terhubung dengan database pencarian sesuai fungsi. Jadi kalau kalian lagi melanggar lalu lintas, polisi bisa langsung tahu identitas kependudukan kalian, mulai dari nama, alamat, nomor KTP, sampai status perkawinan dan golongan darah!

3. Fitur Rekam Plat Nomor Kendaraan Dengan Kamera ANPR

Kamera ANPR (Automatic Car Number Plate Recognition) atau LPR (License Plate Recognition) biasa digunakan pada sistem parkir atau digunakan pada akses gate pada area parkir tertentu seperti pada mall, pusat perbelanjaan, perkantoran, pergudangan, kawasan tambang atau dapat digunakan perumahan. Sistem ini digunakan pada sistem parkir/ akses gate untuk membaca dan menerjemahkan plat nomor kendaraan secara otomatis.

CCTV yang terpasang dijalanan juga dilengkapi dengan fitur kamera ANPR. Seperti dilansir Liputan6, kamera ini secara otomatis bisa mendeteksi pengendara yang melanggar marka jalan dan lampu lalu lintas. Kamera ini juga bisa merekam plat nomor kendaraan yang kemudian akan dihubungkan ke database pemilik kendaraan yang terdaftar.

4. Fitur Check Point

Kamera Check Point ini bisa mendeteksi pengendara yang melanggar peraturan ganjil genap. Nantinya fitur ini juga terkoneksi dengan database kendaraan. Wah, beneran bisa bikin kapok pengendara yang melanggar nih!

Source : Hipwee | Detik.com | Liputan 6

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

M. Afffandi

Politeknik Negeri Bengkalis

Riau-Indonesia

“"Dream, Plan, Do It"”