Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Mau Tau Alasan Cewek Masuk Jurusan Teknik? Yuk Simak Jawabannya Dari Bidadari Teknik

Pasti beranggapan bahwa diteknik itu mayoritas cowok, namun mereka juga memiliki srikandi-srikandi cantik. Gak cuma cantik tapi mereka juga tangguh dan pemberani

Jurusan Teknik itu sangat identik sama cowok-cowok yang tangguh, kuat, serta perkasa. Untuk bisa masuk di jurusan ini butuh kecerdasan ekstra, fisik yang kuat, dan mental yang tahan banting karena bakalan ditempa dengan tugas serta pelajaran yang asik, membuat jurusan Teknik merupakan jurusan yang berbeda dengan jurusan lain dan memiliki tantangan tersendiri.

Akan tetapi,perlu kalian ketahui bahwa Jurusan Teknik tidak hanya diisi oleh para cowok aja bro! terdapat juga cewek-cewek yang tertarik juga untuk memasuki jurusan teknik yang menantang ini. Para bidadari cantik ini juga punya hak yang sama dengan para cowok untuk berada dijurusan ini. Yuk simak cerita para bidadari nan tangguh ketika mereka awal masuk jurusan Teknik. Dari yang diarahin sama orangtua, sampe yang karena nggak suka kimia.

Santi Azzahra – Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional Bandung

"Aku seorang mahasiswi dari jurusan Teknik Geodesi, jurusan yang nggak banyak orang tau. Intinya ya tentang pemetaan. Kerjaanya seringkali mesti turun ke lapangan, mulai dari metain sawah sampai lautan. Panas-panasan udah jadi kewajiban. Tapi, jurusan ini seru banget pokoknya. Walaupun jumlah ceweknya masih sangat sedikit dibanding cowok. Aku milih jurusan teknik geodesi ini karena nggak ada pelajaran kimianya sambil tertawa. Kuliah di jurusan yang mayoritas cowok seru kok, aku jadi bisa bergaul sama cowok dan ngerti gimana bedanya jalan pikiran cewek sama cowok. Walaupun terkadang merasa sedih karena ngerasa kekurangan temen untuk ngomongin makeup dan girl stuff lainnya alias temen ngerumpi.

Kuliah di Teknik itu, If you’re not tired then you’re not doing it well. Pertama kali masuk sini tuh ngerasa berat. Cowok semua, tugas semua, matematika semua. Dulu berekspektasi kalo aku bakalan bahagia karena berpisah dari kimia dan jadi cewek independen yang kuat, tahan banting, dan mandiri dengan kuliah teknik. Lol. Realitanya memang bahagia nggak ketemu kimia, tapi lumayan pusing juga karena ternyata ngitung terus dan waktu main terbatas. Buat cewek-cewek yang baru mau masuk teknik, coba mantapkan hati dulu. Tidak semua di teknik itu keras sih, tapi masih banyak  lagi jurusan yang berat buat cewek. Jadi ya, sesuaikan aja."

Gina Iskandar – Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Bandung

"Menurut gue tuh, Teknik Industri emang bener-bener kompleks. Alesannya, karena kita di sini tuh, belajar tentang hal-hal yang ada di jurusan teknik lainnya. Ibaratnya tuh gini, ketika lo ingin membuat sebuah perusahaan, lo harus tau semuanya, mulai dari manajemen, barang-barang dan bangunan yang lo butuhkan. Awalnya gue masuk teknik industri karena diarahin orangtua dan kakak, akhirnya gue mau karena prospek kerjanya luas banget.

First Impression aku ketika masuk di jurusan teknik industri itu, seruuuu. Karena diawal masih dasar soal pelajarannya. Dikelas tuh banyak banget cowok, perbandingannya tuh 3:1. Menurut gue tuh emang cewek langka banget di jurusan teknik. Ekspektasi gue awalnya tuh bakalan menyenangkan dan nggak ribet. Realitanya, harus kuat-kuat aja sampe lulus ehehe. Aku kan baru semester 1, jadi sejauh ini masih seneng-seneng aja, masih dasar lah yang diajarinnya, gatau semester depan ehehehe. Pesan gue buat kalian  para cewek sih, di teknik itu nggak selalu harus cowok kok, kalo passion kalian ada disini ya kenapa nggak."

Kezia Leyder – Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota Institut Teknologi Nasional Bandung

"Jurusan aku tuh pada intinya hanya fokus untuk perencanaan suatu kota/wilayah supaya lebih baik buat kedepannya. Aku masuk jurusan ini emang keinginan aku sendiri, nggak ada paksaan orangtua atau siapapun sih. Ketika tahu di kelas tuh isinya kebanyakan cowok, aku kira bakal risih, atau gimana. Tapi ternyata setelah beradaptasi, aku seneng kerjasama sama cowok karena simple dan nggak ribet ahahaha.

Awalnya aku sempet ngerasa aneh dan nggak cocok sama jurusan yang aku pilih. Ekspektasi awal, aku ngira bakal banyak belajar di atas kertas. Realitanya ternyata banyak survei dan presentasi, Capek ehehe. Pesan aku buat para cewek yang masih ragu untuk milih jurusan teknik sih, jangan ragu karena perempuan juga bisa berkecimpung di dunia perteknikan. Untuk yang masih ragu karena persepsi “Teknik itu untuk laki-laki”, ayo buktiin kalo perempuan itu setara sama laki-laki."

Citra Ashilla – Teknik Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

"Jurusan gue tuh biasa dipanggil ‘mamet’, Material Metalurgi. Jadi disini, gue belajar sifat-sifat bahan sebuah materi dan cara pengolahannya, berhubungan juga sama ekstraksi logam, proses manufaktur, dan analisis kegagalan sebuah materi. Gue masuk teknik atas kemauan sendiri, ortu malah maunya gue masuk FK ehehe.

Berbicara soal jurusan teknik yang identik sama cowok, menurutku ya karena kesannya teknik itu lapangan banget, make fisik juga. Makanya, orang suka mengkotakan teknik tuh jurusan yang ke-cowokan. Ketika baru masuk kuliah, awalnya gue mikir, wah ini jurusan sabi banget, kayanya keras nih gemblengannya dan gabisa leyeh-leyeh disini. Terus juga, ekspekstasi gue awalnya bakal langsung belajar manufaktur, langsung praktek ke lab. Nggak taunya, diawal gue harus ketemu fisika dasar, kimia dasar yang pelajarannya 11 12 sama SMA, Cuma lebih dalam dan rumit.

Rasanya jadi anak teknik itu, berasa punya power aja karena ada label “Anak Teknik” dan secara nggak langsung ngaruh ke sehari-hari jadi mandiri dan tahan banting. Untuk kalian para cewek yang masih bingung untuk memilih jurusan teknik, cukup percaya diri aja! Cewek sama cowok punya peran dan andil yang sama kok disini. Jangan takut kalah, jangan merasa lebih lemah. Tunjukin girl power kalian!"

Siva Hulwun - Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Bandung

“Gue masuk Teknik Sipil sebenernya saran dari orangtua. Jurusan yang satu ini memang jurusan yang sangat identik banget sama cowok, tapi nggak ada salahnya juga cewek masuk ke jurusan yang mayoritas cowok ini, malah asik mencoba sesuatu yang beda dan keluar dari zona nyaman kita. Walaupun di kelas kebanyakan isinya cowok semua, gue sih ngerasa biasa saja dan tetap memandang sama rata aja, malah gue ngerasa kalo semua cewek yang berada di jurusan tuh dispesialkan, mungkin karena jarang ada cewek kali ya.

Ekspektasi gue ketika baru pertama kali masuk jurusan ini tuh “Susah, sulit, kuli, jarang tidur, ngebut belajar” ternyata realitanya nggak seburuk itu Hehe. Rasanya jadi anak teknik tuh, gue ngerasa bangga. "Soalnya di masa depan nanti gue yang akan ngebangun jalan, jembatan, gedung, sampe rumah tinggal kalian" tuturnya sambil tertawa. The World would be a better place if it was run by civil engineers.” tukasnya lagi.

Alya Awanis – Teknik Mesin Universitas Negeri Jakarta

"Teknik Mesin UNJ ituseperti keluarga baru buat gue. Biasanya tuh kalau disini kalo manggil kating (kakak tingkat) yang cowok tuh abang, dan yang cewek di panggil mpok, jadi berasa seperti keluarga banget. Kalau kata senior disini, tantangan di jurusan ini tuh ada 2, mata kuliah Gambar Mesin sama skripsi. Gue masuk teknik itu merupakan kemauan sendiri, tapi dulu gue pengennya Perkapalan tapi tidak kesampaian. Cewek Teknik tuh keren, karena dari pengamatan gue selama ini, mereka bisa feminin pada tempatnya dan bisa kuat pada saatnya.

Jadi cewek di jurusan teknik mesin tuh spesial banget parah. Cewek mesin alias cemes di kampus gue tuh disebutnya harta. Paling dijaga, dihargain, diprioritasikan, didididi yang lainnya deh pokoknya. Mungkin nggak bakal gue rasain kalo masuk prodi lain. Tapi bukan berarti kita dimanja. Rasanya jadi anak teknik tuh mantap deh. Buat masuk teknik butuh jungkir balik puter otak. Terus juga tugas yang lo jalanin nanti. Kuliah bukan Cuma cari imu, tapi mendewasakan.

Pesan gue untuk calon-calon harta, siapin dari kalian. Kalo masih kalian masih ragu, yakinin aja dengan cari info sebanyak-banyak mungkin. Tanya pendapat orangtua juga. Terus jangan takut bakal susah dapet kerja. Dulu gue masuk sini Cuma sisa tawakkal aja karena udah ditolak banyak tes. Sekarang gue tinggal jalanin sebaik-baiknya apa yang Allah kasih. So, wherever life plants you, just bloom and throve." tuturnya.

Source : Bintang Putra | Line Today

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

M. Afffandi

Politeknik Negeri Bengkalis

Riau-Indonesia

“"Dream, Plan, Do It"”