Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Tahukah Kamu ! Ini Alasan Kenapa Anak Teknik Bisa Jadi Pacar Yang Asik

Banyak orang berpikir mahasiswa teknik adalah mahasiswa yang memiliki kesibukan super padat terhadap rutinitas perkuliahan dibanding perkuliahan pada umumnya. Namun tidak banyak yang tahu kalau anak teknik bisa jadi pacar yang asik.

Jika dilihat-lihat, ada sebab dan akibat dari padatnya rutinitas kuliah, tugas di kalangan Anak Teknik / mahasiswa teknik. baik dari segi penampilan, kebiasaan,  maupun pemikiran yang berbeda dibanding mahasiswa lain atau masyarakat pada umumnya. Sehingga banyak yang menilai anak teknik itu kebanyakan jomblo dan sulit membina hubungan yang baik. Namun kalian mungkin tidak tahu bahwa Anak Teknik bisa jadi pacar yang asik. Percayakah kamu, kalau mahasiswa yang kuliah di jurusan Teknik adalah dia yang harus kamu pertahankan? Apa memangnya yang membuat mereka punya nilai plus sebagai pasangan? Kenapa mereka layak diberi predikat sebagai pacar idaman?

1. Mahasiswa Fakultas Teknik Sudah Punya Visi yang Jelas Tentang Masa Depan

Mahasiswa yang kuliah di Fakultas Teknik adalah mereka yang sudah tahu pasti kemana arahdan tujuan hidupnya. Berbeda dengan jurusan lain yang bisa “berpindah jalur” di tempat kerja, mahasiswa yang kuliah di Fakultas Teknik cenderung berada di lintasan yang sama.

Anak Teknik kebanyakan akan bekerja di bidang yang sesuai pendidikannya. Mayoritas mahasiswa Teknik juga akan memilih untuk mengembangkan karirnya dibidangnya masing-masing, industri maupun instansi pemerintah yang berhubungan dengan jurusan dan bidang mereka masing masing. Seseorang yang berani masuk ke Fakultas Teknik sudah mengerti apa tujuan hidup mereka masing-masing.

Saat ia memutuskan untuk menginginkanmu menjadi bagian hidupnya, bukankah kemungkinan besar ia juga akan memiliki visi yang sama jelasnya terhadap masa depan hubungan kalian berdua nantinya ?

2. Pendidikan yang Keras Membuat Mereka Jadi Pribadi yang Pantang Menyerah

Pernahkah kamu akan melihat mahasiswa berpanas-panasan duduk di pinggir jalan demi menghitung kendaraan bermotor yang lewat setiap jam-nya? Mahasiswa mana selain mereka yang rela kurang tidur demi memikirkan tugas kalkulus yang belum dikerjakan atau anggota robotika yang senantiasa berada dikampus ?

Dunia akademik Fakultas Teknik terkenal ganas. Mendapatkan nilai A tidak semudah yang kamu kira bahkan mustahil. Anak Teknik tidak hanya harus duduk di kelas jadi mahasiswa kupu-kupu yang cuman datang pagi terus pulang sambil mendengarkan dosen bicara. Wajib bagi seorang Anak Teknik untuk turun langsung ke lapangan demi mendapatkan data yang benar-benar nyata.

Budaya di Fakultas Teknik pun kebanyakan di-desain dengan “keras.” Di beberapa universitas, mahasiswa barunya bahkan harus melewati masa orientasi yang panjang sebelum bisa diterima di organisasi mahasiswa. Dihadapkan pada kultur sekeras itu, cuma orang yang gigih dan pantang menyerah yang bisa bertahan di Fakultas ini. Jadi bisa dibayangkan bukan di jurusan yang begitu keras aja dia mampu bertahan, apalagi dalam menjalani hubungan kedepannya dengan kalian ? pikirkan lagi deh !

3. Anak Teknik Tidak Cuma Bisa Berwacana. Mereka Adalah Eksekutor yang Baik Pula.

Berbicara tentang merencanakan sesuatu sama anak Fakultas Teknik itu enak. Karena mereka tahu caranya mewujudkan sebuah wacana jadi kenyataan bukan cuman wacana forever. Semisal kamu dan dia ingin pergi camping. Dia tidak akan berlama-lama membiarkan kalian sibuk memikirkan sesuatu pada pembicaraan, “Mau pergi ke mana?” atau “Duuuh, nanti naik apa ya?”

Terbiasa berpikir kritis, bagi mereka bicara tanpa aksi adalah tindakan yang hanya buang waktu tanpa ada pergerakan.

Saat kalian merasa bingung harus memilih camping site yang mana, ia akan dengan siap siaga menawarkan diri untuk melakukan survey tempat. Waktu kalian gak tahu harus sewa kendaraan apa buat mengangkut peralatan yang tidak sedikit jumlahnya, ia akan mencari persewaan pick-up atau bahkan menawarkan diri untuk menyetir sampai tempat tujuan.

Pendidikan Teknik tak hanya mengajarkan mereka pandai dalam merencanakan sesuatu hal dan mereka jugalah orang lapangan yang tak kalah handalnya.

4. Dengan Dia, Kamu Bisa Bicara Tentang Apa Saja. Bahkan Tentang Politik Ataupun Sastra.

Jangan salah, walau mereka lebih banyak berurusan denga rumus dan angka di bangku kuliah, para mahasiswa fakultas teknik juga biasanya tidak ketinggalan beruta update dan  menarik. Belum lagi kalau kamu dapat pacar anak Teknik yang juga aktif di organisasi, beuh itu paket lengkap deh pokoknya !

Bedanya, mereka tak hanya pandai bicara namun memiliki otak cerdas dan pengetahuannya yang bisa membuat kamu terpukau,serta dengan kelincahan tangannya dalam mengerjakan sesuatu juga dijamin mampu membuatmu luluh. Selain itu, cuma Anak Teknik yang bisa serta percaya diri menawarkan untuk memperbaiki komputer dan kendaraanmu. Pendidikan yang mereka tempuh di bangku kuliah memang memberikan mereka kemampuan untuk melakukan segala hal. Tapi, mereka juga tetap bisa nyambung saat kamu ajak ngobrol soal politik.

Paket lengkap banget ‘kan?

5. Pacaran Sama Anak Fakultas Teknik Bisa Memberimu Sudut Pandang Berbeda

Kalau kalian pacaran sama anak Teknik Industri atau Teknik Elektro? Bersiaplah untuk kagum pada sudut pandang mereka soal berbagai produk yang beredar di pasaran. Saat kalian sedang belanja camilan di supermarket, misalnya. Dari mulut anak Teknik Industri bisa terucap pendapat unik seperti,

“Iih harusnya krim muka itu kemasannya gak gini tau. Kalau bentuknya jar ‘kan jadi gak higienis.”

sedangkan Pacaran sama anak Teknik Elektro juga bisa memperkenalkanmu pada berbagai perkembangan teknologi industri yang berkembang saat ini. Kamu bisa kenal istilah dan seluk-beluk robotika darinya. Dia bisa mengajakmu berkelana ke dunia teknologi virtual reality. Dari dia juga kamu bisa belajar soal bagaimana caranya mengembangkan perusahaan start-up.

Kalau kamu anak jurusan Sosial-Humaniora yang cukup beruntung bisa dapat pacar mahasiswa fakultas teknik, maka bersiaplah kalian masuk ke dunia baru yang gak kalah menarik.

6. Mahasiswa Teknik Itu Seksi Kalau Lagi Serius

Mau tahu apa itu seksi? Coba lihat anak Teknik Elektro yang sedang serius mengutak-atik robot serta mengolah bahasa pemrograman di komputernya. Mau versi seksi yang melibatkan gerakan tangan dan gambar 2 dimensi? Ada mahasiswa Teknik Sipil yang sibuk menggoreskan pensil di atas kertas A3 demi menyelesaikan tugas gambar mata kuliah “Gambar Teknik.”

Anak Arsitektur yang lagi serius bikin maket juga jadi kelihatan lebih menggoda ‘kan? Berkutat dengan tugas-tugas yang mengandalkan otak serta kelihaian tangan mereka memang membuat anak Teknik jadi terlihat lebih seksi saat sedang serius.

7. Tapi Di Balik Keseriusannya, Mereka Bisa Jadi Orang yang Sangat Humoris

Otak yang biasa disetel serius dari Senin sampai Jumat tidak membuat mereka untuk menjadi orang yang kaku, namun mereka memiliki segudang ide untuk membuat suasana menjadi pecah dengan candaan mereka yang konyol. Justru, saat mereka bertingkah akan muncul jokes tak terduga. Bahkan lelucon itu akan bikin kita bertanya, “Ini orang otaknya di mana ya?.”

Cuma anak Teknik yang bisa dengan santainya mengejek temannya yang masih tetap jomblo sampai wisuda dengan kata-kata:

“Wisuda ditemenin orang tua? Itu wisuda apa ambil raport, Mblo?”

8. Anak Teknik Adalah Pribadi yang Gesit di Lapangan — Tangkas dan Bisa Diandalkan

Anak Fakultas Teknik itu tidak manja mereka dilatih untuk siap selalu kapan mereka dibutuhkan. Gimana mau manja, coba? Hidupnya keras, Bung! Dari semester awal mereka sudah harus berhadapan dengan tugas dan praktikum yang tidak ringan. Mereka sampai harus kurang tidur, harus rela duduk diam di lab lama-lama, bahkan gak tidak jarang mereka harus turun langsung ke lapangan untuk mengukur jalan serta menghitung jumlah kendaraan yang melintas.

Pendidikan Fakultas Teknik menjadikan mereka orang yang punya otak cerdas, tapi tetap punya otot untuk siap jadi orang lapangan. Dari situ mereka belajar pentingnya kerja keras, ketepatan waktu, dan kemampuan komunikasi yang baik untuk bertemu  berbagai orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Akhirnya mereka terbentuk jadi pribadi yang luwes dan senantiasa bisa diandalkan.

Diajak nongkrong ke mall? Oke! Kalau tiba-tiba mobil macet dan harus ganti ban sendiri? Mereka juga bisa! Bersama anak Fakultas Teknik kamu akan merasa aman dan tenang. Ada pasangan yang bisa mendampingimu dalam berbagai keadaan, dan mereka merupakan orang yang sungguh-sungguh bisa diandalkan.

9. Waktu Kuliah, Anak Teknik Boleh Kelihatan Kumal dan Kucel. Tapi Habis Lulus Nanti… Jaminan Mapan!

Iya sih, penampilan anak fakultas tekni semasa kuliah itu kalah kalau soal penampilan dibandingkan mahasiswa Komunikasi atau Akuntansi. Apalagi bagi mereka semester akhir sangat terlihat jelas penampilan mereka yang begitu acak-acakan, rambut gondrong, kemeja kumel dan lain sebagainya. Tapi jangan salah, setelah mereka lulus kuliah, anak Fakultas Tekniklah punya kesempatan lebih besar untuk lebih mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi.

Di dunia Industri, peluang kerja bagi lulusan Teknik memang selalu tinggi dari waktu ke waktu. Sudah bukan jadi hal yang asing buat mahasiwa fakultas teknik untuk langsung bekerja setelah lulus. Kadang terkadang, bahkan bukan mereka yang harus ribet cari kerja. Di universitas dengan Fakultas Teknik ternama, perusahaan bahkan membuat career day sendiri untuk menjaring para lulusan terbaik.

Bukan hanya perusahaan dalam negeri, namun banyak mereka juga bisa diterima di perusahaan luar negeri yang dibayarannya pakai satuan dolar. Mau dapat pasangan yang bisa mampu membangun kehidupan mapan tidak lama setelah lulus? Ya cuma sama anak teknik kamu bisa menggantungkan harapan!

“Walaupun anak Teknik kucel pas kuliah, percayalah begitu mereka lulus pekerjaan mereka akan “berkelas.” Gak jarang gajinya bisa 2 digit, bahkan untuk fresh graduates. Tentunya ini bisa memberikan kenyamanan bagi kamu yang memiliki pacar anak Teknik, hahahaha. “

10. Mereka Adalah Pribadi yang Menjunjung Tinggi Pertemanan dan Persaudaraan

Kehidupan yang “keras” di fakultas membuat mahasiswa fakultas teknik sangat dekat antara satu sama lain.  Teman senasib seperjuangan pada saat praktikum, lembur tugas, dan nge-lab juga akan jadi teman ngumpul pada saat jam di luar kuliah. Bolo dupak (teman yang tidak keberatan saling menendang – red), begitu ujar Eros Ainurahman, lulusan Teknik Sipil UGM.

Kuatnya ikatan persaudaraan ini membuat hubungan antar anak Teknik sudah seperti saudara. ada slogan yang saat ini dipakai oleh anak teknik "Jika kau Teknik, Berarti Kita Saudara" begitulah ikatan persaudaraan antar sesama teknik. Saat ada salah satu orang yang mendapat masalah, bolo dupak yang lain akan dengan siap membantu. Ibaratnya nih, sesama anak Teknik akan siap pasang badan untuk saling menolong.

Dan bukankah ia yang bisa menghargai teman-temannya juga pasti akan lebih bisa menghargai pasangannya?

11. Pacaran Sama Anak Teknik Gak Perlu Khawatir Mereka Clingy. Anak Teknik Sejati Selalu Punya Bromance-nya Sendiri

Seperti sudah diungkapkan di poin sebelumnya, anak Teknik itu biasanya identik dengan persaudaraan yang sangat kuat. Pacaran sama salah satu dari mereka, gak perlu khawatir mendapat pasangan yang clingy dan selalu ingin bersama. Mereka punya dunia lain di luar dirimu dan hubungan yang kalian jalani.

Kadang justru kamu yang malah sering cemburu karena merasa dinomorduakan. Soal tugas kuliah dan kumpul-kumpul bersama teman, mereka tak boleh absen. Tapi bersama mereka, kamu tak akan merasa “terkurung”. selain itu mereka pandai menjaga jarak, pintar mengatur agar kamu tidak cepat merasa bosan selama menjalin hubungan dengannya.

12. Kalau Kamu Cewek, Punya Cowok Anak Teknik Akan Menghindarkanmu Dari Rasa Cemas Dan Cemburu

Mayoritas mahasiswa Fakultas Teknik identik dengan laki-laki. Di dunia kerja nanti pun, kebanyakan rekan mereka juga akan sama. Bagi para cewek, Fakultas Teknik adalah fakultas yang aman untuk mencari calon pacar. Masa depannya cerah, gak banyak saingan, dan minim rasa cemburu.

Minimnya populasi perempuan di Fakultas Teknik juga membuat cowok Teknik terlihat lebih cute saat sedang PDKT. Mereka yang dari luar kelihatan garang dan lakik bisa jadi lembut dan tampak benar-benar ingin mendapatkan perhatianmu. Walau agak canggung saat sedang berusaha mendekati kamu, selain itu anak-anak Teknik akan bisa memperlakukan wanita dengan tulus dan menjaga mereka baik-baik.

Bukan hanya bebas dari rasa cemburu, pacaran sama anak Fakultas Teknik juga membuatmu bisa lebih merasa cantik. Karena di lingkungan sehari-hari jarang bertemu wanita, penampilanmu yang sebenarnya biasa saja juga akan tampak “wah” di matanya.

Bagi para cewek, satu lagi kelebihan yang akan kamu dapatkan kalau mau pacaran sama anak Teknik: NYARINYA GAMPANG ! Paling juga hidupnya di kampus lagi, kampus lagi.

13. Anak-Anak Teknik Adalah Pekerja Keras yang Tetap Punya Waktu Menekuni Hobi Mereka: Ini Sikap Idealis yang LANGKA

Pendidikan di Fakultas Teknik yang padat dan keras tidak membuat anak-anak Teknik kehilangan banyak waktu untuk bersenang-senang. Namun, inilah uniknya anak Teknik. Sesibuk dan sepadat apapun jadwal kuliah, mereka tetap punya waktu untuk menekuni hobi untuk membuat mereka lebih tenang setelah menjalani aktifitas.

Lihat saja band dangdut The Kandang yang ada di Teknik Sipil UGM. Atau lihatlah anak-anak Teknik yang tetap bisa mendaki gunung tiap akhir pekan. Dibalik stigma bahwa mereka tidak hanya bergelut dengan rumus dan angka, sebenarnya anak-anak Teknik adalah pribadi idealis yang tahu cara menyeimbangkan hidup.

14. Belajar Di Fakultas Teknik Membentuk Mereka Jadi Orang Dengan Loyalitas Tinggi

Anak Teknik kerap identik dengan “Jiwa Korsa” (rasa cinta almamater – red) yang kuat. Kecintaan dalam pada fakultas, jurusan, dan almamater ini timbul dari proses orientasi yang tidak ringan. Maka tidak heran, jika hingga mereka lulus dan bekerja pun ikatan persaudaraan sesama anak Teknik dari universitas yang sama akan tetap terjalin dengan baik.

Loyalitas yang besar pada fakultas dan almamater ini juga ikut terbawa sampai dalam membangun hubungan dengan teman yang sama-sama berjuang sebagai mahasiswa teknik. Jika pada almamater dan teman saja mereka loyal, bisa bayangkan betapa loyalnya mereka pada pasangan mereka ?

15. Kemampuan Menyesuaikan Diri Anak-Anak Teknik Pun Luar Biasa

Anak Teknik biasa bergaul dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang. Mulai dari sesama mahasiswa, dosen, laboran, mandor proyek, hingga tukang di proyek. Mereka adalah manusia yang fleksibel dan dibentuk dengan keras secara fisik dan logika, dengan kemampuan sosial yang tidak ada tandingannya.

Gak perlu khawatir dia kalau dibawa ke tengah keluargamu yang heboh. Di proyek tempatnya magang dulu, dia sudah pernah merasakan penyesuaian sosial yang lebih berat. Apalagi kalo berhadapan langsung dengan orang tua pasangannya bisa-bisa langsung diterima jadi mantu :D

16. Di Balik Semua Kelebihan yang Dimiliki, Mereka Tetap Rendah Hati. Tak Jarang Mereka Merasa Belum Layak Dipacari.

Walau sudah bekerja dan mendapatkan nominal gaji yang luar biasa, anak-anak Teknik cenderung tetap rendah hati. Merasa dirinya masih biasa-biasa saja. Penampilannya pun tak banyak berubah. Masih tetap dengan pakaian kasual dan senyum ceria yang selalu ada di diri mereka sejak masih jadi mahasiswa.

“Ah, aku cuma pegawai swasta kok.”Pram, alumni Teknik Elektro UGM, kini bekerja di perusahaan minyak internasional

Sifat tidak rendah hati ini juga ditunjukkan oleh Eros, alumni Teknik UGM yang juga sempat di wawancarai Hipwee  untuk diajak berkontribusi dalam pembuatan artikel ini. Dengan pencapaian dan pekerjaannya yang tergolong mapan, ia tetap merasa belum layak dipacari.

“Hahaha anak Teknik biasa aja kok. Gak usah pacaran sama anak Teknik, PLZ, hahahahhaha.”

Sifat rendah hati macam ini kini mulai langka dalam kehidupan kita sehari-hari ‘kan?

Apakah kamu sepakat bahwa mereka yang mahasiswa dan lulusan Fakultas Teknik memang layak dijadikan pasangan? Kalau memang iya, jangan sia-siakan pasanganmu yang anak Teknik ya! Pasangan seberkualitas mereka kini makin langka, lho!

Sumber : Hipwee

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

M. Afffandi

Politeknik Negeri Bengkalis

Riau-Indonesia

“"Dream, Plan, Do It"”