Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Teknologi LED Menghiasi Festival Cahaya Nabana No Sato Di Jepang

Jepang terkenal dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, baik dari bidang Industri hingga dalam penyelenggaraan festival yang mampu menarik perhatian dunia

Masyarakat Jepang sangat menyukai kebun mereka. Namun, dengan kedatangan teknologi LED, ada sesuatu hal yang baru untuk memamerkan seni taman yang tidak hanya bisa dilihat pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Setiap tahun mulai dari pertengahan Oktober hingga awal Mei, pulau Nagashimacho di Kuwana mampu menarik perhatian ribuan pengunjung yang datang dari seluruh dunia untuk melihat Nabana No Sato Winter Illumination.

Di tempat inilah, kamu akan menyaksikan kerlap kerlip instalasi cahaya yang beratraksi sesuai dengan tema berbeda setiap tahunnya. Inilah tujuh hal yang bakal mendorongmu untuk mengunjungi taman bunga dalam kawasan resor Nagashima, Jepang.

Menggunakan delapan juta lampu LED pada setiap pertunjukannya, hal Inilah yang membuat Nabana no Sato populer hingga ke mancanegara yakni  festival musim dingin "Nabana no Sato Winter Illumination". Festival pertunjukan cahaya musim dingin ini berlangsung pada pertengahan Oktober hingga Mei.

Gak tanggung-tanggung, pada festival pertunjukan cahaya musim dingin yang sangat luar banget ini menggunakan lebih dari delapan juta lampu LED. Nabana no Sato buka sejak jam sembilan pagi hingga sembilan malam.

Pada pagi hari, pengunjung dapat menikmati kecantikan bunga-bunga, sedangkan pada sore harinya festival pertunjukan cahaya berlangsung sekitar jam enam sore waktu setempat. Ingat, pertunjukan cahaya ini hanya berlangsung pada musim dingin.

Pada acara festival Nabana No Sato ini menarik perhatian dari berbagai negar untuk melihat keindahan taman pada malam hari sehingga meningkat jumlah pengunjung yang begitu pesat untuk menghadiri festival pertunjukan cahaya musim dingin berlangsung khususnya pada bulan Desember hingga Januari. Sebab, tak sedikit wisatawan yang menghabiskan liburan akhir tahun.

Jika kalian ada rencana untuk berkunjung ke jepang melihat festival Nabana No Sato dan tak ingin berada pada saat puncak keramaian, maka gak ada salahnya untuk mengunjungi lokasi tersebut sekitar bulan Oktober atau November.

Agar wisatawan tak bosan-bosan mengunjungi Nabana no Sato, tema pertunjukan cahaya festival musim dingin terus berubah setiap tahunnya. Tahun 2014, tema yang ditampilkan adalah "Gunung Fuji".

Tahun 2015, "Air Terjun Niagara" jadi tema festival. Tahun 2016, "Heidi, Girl of the Alps", sedangkan tahun 2017 adalah "Kumamoto". Bukan hanya temanya yang terus berubah, tapi juga atraksi cahaya yang ditampilkan ke pengunjung.

Pada tahun 2018-2019, Jepang sedang mempersiapkan tema yang akan menjadi pusat perhatian dengan skala luar biasa dan kualitas luar biasa, tema kali ini adalah "JEPANG~ Budaya Jepang". Mereka telah memindahkan pemandangan yang melambangkan keindahan Jepang ke pemandangan, sejarah, budaya, dan tradisi setiap musim sebagai tema setiap tahunnya. Selain Mt. Fuji yang bangga akan dunia dan tempat-tempat indah dan bersejarah di seluruh Jepang, ia mengungkapkan banyak adegan dari tradisi dan budaya yang telah diwariskan oleh orang-orang kepada orang tua. Ukiyoe, mengenakan warna-warni warna-warni yang dibanggakan Jepang, dan barang-barang kuno yang masih akrab di luar generasi, adalah adegan paling menarik dalam sejarah.

Iluminasi cahaya ini dilakukan di tiga area yakni iluminasi di atas sungai buatan dalam taman, terowongan sepanjang 200 meter. Lalu ada lautan lampu-lampu yang menghiasi taman bunga dari ujung ke ujung, serta pohon Natal besar yang berada di tengah-tengah kebun bunga.

Lokasi yang paling terkenal adalah terowongan cahaya. Dengan panjang terowongan yang mencapai 200 meter, ada sekitar 1,2 juta lampu LED yang cahayanya dihidupkan di sini.

Selain itu, terdapat terowongan mini, meski tak sebesar terowongan cahaya, Kawazu Sakura memiliki panjang sekitar seratus meter. Jumlah lampu LED yang menghiasi terowongan mini ini mencapai 700.000 unit. Warna lampunya merah jambu senada dengan bunga Sakura.

Mungkin teknologi lampu LED ini bisa diterapkan di taman-taman Indonesia meskipun Indonesia tidak ada musim salju akan tetapi ini akan menjadi sesuatu hal yang menarik dan tantangan juga bagi anak teknik dalam merancangnya.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

M. Afffandi

Politeknik Negeri Bengkalis

Riau-Indonesia

“"Dream, Plan, Do It"”