Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Teknologi USB Terbaru, Alat Pendeteksi Penyakit HIV Dalam Darah Manusia

Saat ini perkembangan teknologi berkembang di segala bidang kehidupan manusia, salah satunya dibidang kesehatan. Teknologi ini mampu mendeteksi tingkat HIV yang ada dalam darah manusia

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1988.

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kondisi yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Diketahui HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan penyakitm bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh manusia.

HIV beda dari virus lainnya yang tidak bisa disingkirkan atau disembuhkan sepenuhnya.

Dengan Kemajuan dunia saat ini, terdapat teknologi yang mampu mendeteksi HIV yang terdapat dalam darah manusia.

Dengan menggunakan stik USB, Seorang pasien sekarang dapat mengukur tingkat HIV (Human Immunodeficiency Virus) dalam darahnya.

Berawal dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London dan juga perusahaan teknologi DNA Electronics yang menciptakan teknologi canggih ini.

Bahkan, alat ini memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Dalam waktu kurang dari 30 menit, dengan tingkat akurasi mencapai 95 seorang pasien dapat mendeteksi tingkat HIV dalam darahnya.

Tentu saja, jauh lebih baik daripada tes HIV yang ada hingga saat ini bukan?

Untuk menguji tingkat HIV seseorang, biasanya mereka perlu untuk mengirim cairan terlebih dahulu pada laboratorium.

Perlu waktu hitungan hari bahkan hingga minggu untuk mendapatkan hasilnya. Namun, kali ini cukup menggunakak stik USB seseorang bisa mengetahui tingkat HIV yang ada dalam darahnya.

Cara kerja dari stik USB ini cukup unik

Cukup dengan meneteskan setetes darah pada stik USB ini.

Hal ini berfungsi untuk mengubah tingkat keasaman pada logam USB yang nantinya bakal dicatat dan chip di dalamnya merubahnya menjadi sinyal listrik.

Kemudian data akan terhubung dengan komputer maupun perangkat genggam lainnya yang akan dibaca oleh peneliti.

Mereka menguji 991 sampel darah dan mendapatkan hasil rata-rata dalam kurun waktu 21 menit.

Teknologi ini mungkin akan segera dipasarkan karena kemudahannya.

Karena proses ini cukup sederhana, pasien dapat belajar untuk memantau tingkat mereka sendiri dari HIV untuk memastikan apakah obat mereka bekerja.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

M. Afffandi

Politeknik Negeri Bengkalis

Riau-Indonesia

“"Dream, Plan, Do It"”