Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

WIRATMI : Engineers Perempuan Asal Indonesia Masuk Dalam "The Most Powerful Engineers 2018" Di Dunia

Kata Engineer biasanya di dominasi oleh laki-laki, jarang sekali ditemukan seorang engineer perempuan atau bisa dibilang langka. Namun saat ini, Indonesia patut berbangga seorang Engineer Perempuan asal Indonesia masuk dalam "The Most Powerful Engineer 2018" di Dunia.

Mendengar nama Engineer mungkin sangat identik dengan laki-laki, namun kali ini Indonesia patut berbangga karena salah satu putri terbaiknya, Wiratni Budijanto berhasil mendapat anugerah “The Most Powerful Engineers of 2018”.

Wiratni Budijanto S.T., M.T., Ph.D. adalah seorang pengajar di Departemen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada. Meskipun didominasi oleh laki-laki, nyatanya insinyur perempuan juga mampu unjuk gigi berkarya dalam bidang sains dan teknologi. Berikut fakta-fakta menarik tentang dirinya!

1. Wiratni mendapat peringkat ke-33 sebagai “The Most Powerful Engineers of 2018

Setiap tahunnya, Business Insider memberikan anugerah kepada para perempuan berlatar teknik yang mampu menjadi pemimpin dan figur panutan dengan inovasi dalam bidang teknologi. Di tahun ini, Wiratni berhasil mendapat peringkat ke-33 dari 39 sebagai “The Most Powerful Engineers of 2018” pada 21 Juni 2018.

Wiratni Budhijanto adalah insinyur kimia dan profesor di Universitas Gadjah Mada di Indonesia.Bekerjasama dengan Dr. Largus Angenent di Cornell University, Budhijanto menemukan cara baru untuk mengolah air limbah yang 10 kali lebih efisien, membutuhkan lahan yang jauh lebih sedikit dari pada sistem retensi-tambak dan tidak melepaskan gas efek rumah kaca. Ini bisa menjadi sesuatu hal yang baru untuk negara berkembang seperti Indonesia. Karyanya telah membuatnya menjadi tokoh terkemuka di dunia teknik kimia dan menjadi contoh bagi para ilmuwan wanita lain di negara berkembang.

Hebatnya lagi, dia bersanding dengan para perempuan dari perusahaan-perusahaan raksasa terkemuka di dunia, seperti Microsoft, Google Cloud, Intel, NVIDIA, Apple, Pinterest, AirBnB, SpaceX, Tesla, Adobe, dan General Motors.

2. Wiratni berhasil mengembangkan teknologi pengolahan air limbah yang lebih efisien

Kata pepatah dahulu "Usaha tidak akan mengkhianati hasil", begitulah yang dirasakan Wiratmi saat ini. Tak ada penghargaan tanpa sebuah pencapaian. Adapun, pencapaian Wiratni saat ini adalah mengembangkan teknologi pengolahan air limbah yang lebih efesien daricpada metode biasa pada umumnya atau metode konvensional. Metode yang digunakan terbukti lebih efektif dari segi penggunaan lahan untuk pengolahan limbah dan tidak mengeluarkan gas rumah kaca.

"Dengan adanya inovasi terbaru ini, harapannya bisa meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, maupun sampai tingkat ASEAN. Karena budidaya ikan air tawar sangat menjanjikan." begitu pernyataan Wiratni.

3. Ide Wiratni berawal dari ke khawatiran terhadap kadar air bersih di dunia

Penemuan Wiratni  ini ternyata tak datang begitu saja. Riset yang telah dilakukan Wiratmi berawal dari kepedulian terhadap kadar air bersih di dunia yang diprediksi delapan tahun ke depan akan membuat ikan-ikan di seluruh lautan akan mati. Ikan-ikan tersebut mati karena jumlah mikroorganisme yang menyaring air tidak sebanding dengan jumlah volume limbah yang terdapat di lautan yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan yang begitu signifikan. Hal ini mendasari dilakukan penelitian oleh Wiratmi agar nantinya bisa menjaga ekosistem perairan air laut.

4. Metode mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob untuk menyaring air

Riset yang dilakukan Wiratni saat ini  terfokus untuk mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob, yang merupakan mikroorganisme, yang mempunya peranan untuk menyaring air. Kelebihan dari bakteri anaerob ini adalah tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Karena itu, biaya untuk penelitian ini dapat diminimalkan seminimal mungkin  agar tidak berdampak pada emisi gas rumah kaca.

5. Harapan Wiratmi agar anak muda mau belajar dan menekuni lebih dalam bidang sains

Selain penelitian teknologi air limbah, Wiratni saat ini juga menekuni  bidang jurnalistik sains. Wiratni mengungkapkan bahwa sains harus bisa dinikmati oleh semua kalangan. Kadang, masih banyak ilmuan yang belum bisa menyampaikan penelitian sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan non-ilmuan. Oleh karena itulah, Wiratni punya keinginan agar anak-anak muda Indonesia nantinya bisa belajar dan memahami sains dengan cara yang sederhana, namun tetap optimal.

Dari fakta-fakta diatas tidak heran Business Insider menobatkan Wiratni sebagai “The Most Powerful Engineers of 2018”. Karena tak sekadar penelitian, dia pun sanggup menjadi figur panutan bagi kalangan anak muda untuk bisa memahami dan berkarya di bidang sains dan teknologi. Apakah para perempuan engineers terinspirasi?  Jadi mari buktikan kalo engineer perempuan juga mampu berkarya sesuai bidang yang dipilihnya. Yuk, maksimalkan semaksimal mungkin usaha kita untuk terus berkarya demi mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata Dunia.

Source : IDN Times

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

M. Afffandi

Politeknik Negeri Bengkalis

Riau-Indonesia

“"Dream, Plan, Do It"”