Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Inkubator Penetas Telur Ayam dengan konsep IoT dan Pendeteksi Telur yang Menetas Karya Mahasiswa PENS

AUCUBOMS (Automatic Incubator with Motion Sensor) merupakan alat inovasi karya dari mahasiswa PENS dalam bidang peternakan. Alat ini mengusung konsep IoT yang merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0 yang saat ini sedang disemarakkan oleh pemerintah. Dengan sensor gerak alat ini mampu mendeteksi adanya telur yang menetas dan mampu memberikan pesan kepada peternak melalui jaringan internet.

Otomatisasi dan IoT (Internet of Things) makin disemarakkan oleh para engineer saat ini. Dengan otomatisasi maka akan didapatkan suatu alat yang mampu menggantikan peran manusia dalam mengoperasikan sesuatu. Ditambah lagi IoT yang mampu memberikan data secara real-time kepada manusia yang akan meningkatkan kepraktisan suatu bidang kerja.

Melihat fenomena zaman modern yang menuntut manusia untuk memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, tiga mahasiswa PENS menciptakan suatu alat yang mampu menetaskan telur secara otomatis dan dapat dipantau secara real-time melalui smartphone android.

Alat tersebut bakal bikin peternak telur ayam DOC (Day Old Chick) “cuma” pantengin HP, karena tidak perlu lagi secara periodik memutar posisi telur dan mengkalibrasi thermostat apabila kepekaannya berkurang.

"Alat ini sudah diprogram untuk meningkatkan kualitas penetasan dengan mengatur suhu dan kelembapan agar se-optimal mungkin." kata Effry Muhammad, ketua tim mahasiswa yang merancang alat tersebut, Rabu (19/7/2018).

Alat yang ini diberi nama “AUCUBOMS” yang merupakan akronim dari Automatic Incubator with Motion Sensor, sambung Ibrahim, salah satu anggota tim “Dengan memanfaatkan sensor PIR untuk mendeteksi apabila ada ayam yang menetas.”

Dengan terciptanya alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu para peternak telur serta meningkatkan mobilitas. Selain itu, alat ini memiliki peluang berwirausaha karena berternak telur tidak lagi sulit karena sudah berintegrasi dengan otomatisasi dan IoT.

Karena itu Effry bersama Muhammad Nurul Ibrahim dan Alfia Dwi Rahma dari mahasiswa Teknik Elektronika dan Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, menciptakan AUCUBOMS.

Semua itu didanai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-karsa Cipta (PKM-KC).

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Effry Muhammad

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Surabaya

“Muda dan Indonesia”