Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Skunk Works: Yang Brilian dan Penuh Rahasia

Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang memanfaatkan teknologi pesawat siluman secara luas. Namun, siapakah orang-orang dibalik teknologi yang misterius itu?

Tidak banyak kekuatan di dunia yang secara progresif mendorong teknologi kedirgantaraannya, dan salah satu dari segelintir kekuatan tersebut adalah paman tercinta kita, Paman Sam. Hal ini tercermin dengan bagaimana Amerika Serikat hampir selalu menjadi yang terdepan dalam penguasaan teknlogi dirgantara, baik itu dalam bidang sipil ataupun militer. Hal ini sangat dibutuhkan oleh AS dalam menjaga pengaruhnya di dunia dan mempertahankan posisi strategis dalam keadaan tempur. Jika dalam bidang penerbangan sipil, Amerika sudah memiliki Boeing yang pesawatnya sudah sangat mendunia, bahkan digunakan oleh beberapa maskapai Rusia dan Tiongkok yang jika dilihat dari percaturan politiknya berseberangan dengan Amerika Serikat. Maka, dalam bidang militer, Amerika sangat didukung oleh Lockheed Martin dengan produk-produknya yang bervariasi dari satelit, pesawat tempur, hingga bom pintar. Dalam tubuh organisasi Lockheed Martin sendiri ada sebuah badan khusus yang diliputi oleh rahasia dan konspirasi badan tersebut adalah Advanced Development Programs dengan panggilan sayang Skunk Works.

Lockheed P-80 Shooting Star

Skunk Works sendiri diambil dari nama sebuah perusahaan miras oplosan fiktif dari sebuah komik strip “Lil’ Abner”. Sebagai sebuah unit dari Lockheed Martin, Skunk Works memiliki tingkat otonomi yang tinggi serta birokrasi yang sangat longgar, hal ini penting bagi unit ini mengingat dibutuhkannya inovasi tingkat tinggi untuk diterapkan dalam waktu yang singkat. Asal mula unit ini adalah dari kekhawatiran militer Amerika Serikat terhadap ancaman jet-jet tempur Nazi Jerman. Pada Juni 1943, unit ini dibentuk untuk membangun airframe yang kompatibel dengan mesin turbojet Goblin besutan de Havilland Inggris. Hanya dalam waktu 143 hari, Skunk Works menyelesaikan tugas ini dan menghasilkan pesawat tempur XP-80, tujuh hari lebih cepat dari target. Pesawat ini kemudian dikembangkan menjadi P-80 Shooting Star, jet tempur pertama yang dimiliki AU Amerika Serikat.

Clarence Leonard "Kelly" Johnson

Figur yang paling menonjol dari proyek ini adalah Kelly Johnson yang saat itu masih seorang insinyur muda. Untuk beberapa tahun berikutnya, Kelly Johnson bersama timnya di Skunk Works berhasil menelurkan beberapa pesawat paling ikonik dalam sejarah penerbangan yaitu U-2 yang merupakan pesawat pengintai pesanan CIA untuk mengintai Uni Soviet saat perang dingin dan SR-71 Blackbird pesawat pengintai dengan misi yang hampir sama namun memiliki kemampuan untuk terbang dengan kecepatan hingga Mach 3 atau tiga kali kecepatan suara.

F-22 Raptor (atas) dalam formasi bersama F-35 Lightning II (bawah)

Mendekati akhir perang dingin, Skunk Works mulai terobsesi dengan teknologi siluman dan berbuah pada sebuah pesawat tempur siluman operasional pertama di dunia yaitu F-117 Nighthawk yang kemudian digantikan oleh F-22 Raptor dan adiknya yang bermasalah, F-35 Lightning II yang memiliki performa secara kesuluruhan lebih baik berkat kemajuan dibidang komputasi, sehingga dapat dilakukan perhitungan lebih kompleks yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dengan teknologi lawas.

Dengan prestasinya yang melangit, unit ini juga memiliki beberapa kabar miring yang meliputi kerjanya, terutama dari penikmat teori konspirasi. Dimana mereka meluncurkan teori-teori mereka bahwa Skunk Works mendapatkan inspirasi dari wahana terbang ekstraterestrial, atau UFO. Kemunculan teori ini tidak dapat disalahkan mengingat rancangan-rancangan yang dikeluarkan oleh unit ini sangat maju untuk jamannya dan Skunk Works tidak jarang melakukan uji terbang di lokasi rahasia paling terkenal di dunia, Area 51. Intinya adalah, keberadaan sebuah kelompok yang beranggotakan individu-individu paling brilian dari sebuah bangsa ditambah dengan dukungan pemerintah yang sejajar dapat menjadi  kunci utama untuk menjadikan sebuah negara menjadi adidaya. Sedikit banyak, mungkin kita sebagai bangsa Indonesia yang masih memiliki banyak ruang untuk berkembang dapat belajar dari unit berlambang Sigung ini.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Haidar Aji Wasesa

Institut Teknologi Bandung

“Hafalkan namamu baik-baik disini”