Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

10 Hal Yang Perlu Dilakukan Agar Berhasil Di Dunia Professional Engineering

Selama bagi yang baru saja menanggalkan status mahasiswa. Langkah berikutnya adalah menghadapi dunia professional yang dimana dosen nggak bisa bantuin kalian.

Setelah menyelesaikan kuliah dan mendapat gelar sarjana, sebagian dari kita pasti ingin bekerja. Hal ini terkhusus pada kalian yang baru saja mendapat gelar sarjana teknik.

Bukan rahasia lagi kalau dunia teknik (Engginering) membuka banyak peluang dan tentangan disaat yang bersamaan. Kita bisa liat gimana Elon Musk, Bill Gates dan Steve Jobs menciptakan peluang dan menjawab tantangan dunia.

Untuk dapat berhasil di dunia engginering, ijazah saja nggak cukup. Kita harus memiliki beberapa hal yang krusial agar berhasil dalam berkarier. Berikut ini adalah 10 hal yang perlu diperhatikan agar berhasil di dunia engginering.

1. Tentukan Tujuan Dengan Jelas

Inovasi yang keluar dari engineer hebat nggak terjadi secara kebetulan. Meraka yang ada dibalik layar adalah orang-orang yang memiliki tujuan yang jelas, baik jangka menengah atau jangka panjang. Memiliki tujuan dapat membuat kita menjadi fokus dengan apa yang ingin dicapai.

2. Memiliki komitmen untuk mengembangkan diri

Perkembangan engineering begitu cepat sehingga membuat kita harus mengembangkan kualitas diri. Apalagi kalau sudah masuk dunia professional, maka memiliki ketrampilan baru adalah keharusan demi mendapat peluang karier yang lebih baik.

Selain hard skill yang didapatkan dalam kelas, soft skill jangan sampai terlupakan. Hal ini karena kita akan berinteraksi dengan manusia. Maka dari itu kemampuan komunikasi, kerja tim, presentasi sangat krusial dalam dunia kerja.

3. Kerja keras

Sifat kerja keras sangat diperlukan dimanapun kita berada. Seperti yang dikatakan oleh Thomas Alfa Edison "Genius adalah satu persen inspirasi dan 99 persen keringat."

Artinya adalah bahwa seorang yang jenius sekalipun lahir dari kerja keras yang terus-menerus. Jadi kalau punya skill mentereng tapi nggak mau kerja keras, itu ya sama aja bohong.

4. Optimis

Ketika masuk dunia engginering, sebagian besar kita berhadapan pemecahan masalah, dan sikap optimis penting untuk dilakukan. Walau tentu harus realistis, setidaknya sikap optimis dapat membuat kita fokus dengan tujuan dan pantang menyerah.

5. Realistis

Walau berinovasi nggak ada larangan tetapi jangan sampai nggak realistis. Biar bagaimanapun kita bukan tinggal di Wakanda dengan berlimpah Vibranium. Maka itulah untuk mengembangkan teknologi harus realistis berdasarkan kebutuhan masayrakat.

Untuk itulah sebagai engineer perlu belajar tentang dunia bisnis. Mempelajari tentang jalannya proyek, keuntungan dan kerugian dan kontrak kerja. Dengan mempelajari tentang bisnis, engineer dapat membuat keputusan lebih baik serta menarik minat investor.

6. Memiliki role model dan mentor

Setiap orang yang berhasil dibidangnya selalu memiliki mentor. Mentor merupakan orang yang kita percaya dapat membuat kita berkembang menjadi lebih baik. Mereka mengajarkan kita berdasarkan dari pengalamannya sendiri.

Selain mentor, memiliki role model juga menjadikan acuan tersendiri. Ia bisa berupa mentor sendiri atau orang lain yang kita anggap berhasil dibidangnya. Kita bisa mengambil contoh dari kebiasaan dan pola pikir yang membuat mereka suskes, selain memiliki ilmu dasar.

7. Melek perubahan

Teknologi setiap saat berkembang dengan cepat, kita bisa lihat banyaknya produk elektronik baru bermunculan dalam setahun saja. Hal ini belum termasuk kendaraan bermotor, perangkat lunak atau hal-hal sejenisnya.

Agar dapat bertahan dalam industri ini diperlukan sifat terus mengembangkan diri secara professional. Dengan kata lain, kita harus terus belajar ketrampilan baru sembari menciptakan peluang untuk diri sendiri.

8. Fleksibel

Coba balik ke 20 tahun yang lalu ketika dimana semua aktivitas masih terbatas. Jaman dimana belum ada Google, Sosial Media, transaksi daring dan ojek daring. Namun sekarang kita sudah bisa menikmati itu semua. Ini juga nggak lepas dari melihat perubahan yang akan terjadi. Mungkin saja 5- 10 tahun lagi akan ada yang lebih gila dari sekarang.

Karenanya kita harus fleksibel dengan perubahan. Selalu beradaptasi dengan kondisi situasi yang nggak bisa diprediksi. Baik itu tren bisnis, pengaruh politik atau perkembangan teknologi.

9. Punya target jangka panjang

Menjadi engineer akan memakan waktu yang sangat panjang. Melihat perkembangan teknologi dan tren industri memaksa kita harus selalu siap dengan perubahan. Seperti yang kita ketahui bahwa apa yang diajarkan di kelas cuma terpakai sedikit, sisanya dapat dari lapangan.

Maka itulah perjalanan menjadi engineer ibaratkan lomba maraton, jadi bukan siapa yang tercepat melainkan siapa yang dapat bertahan sampai selesai. Karena dunia engineering sangat kompleks dan banyak rintangan.

10. Cari kesenangan dibalik pekerjaan

Kita semua tahu jika pekerjaan apapun nggak ada yang enak, bahkan kerjaan yang modal laptop juga demikian. Tetapi semua itu bisa diatasi jika kita menemukan kenikmatan dari apa yang kita kerjakan. Dengan kata lain cari apa yang kita suka dari yang kita kerjakan.

Menjadi engineer nggak selamanya menyenangkan kayak Tony Stark. Nanti ada waktunya kita akan menghabiskan satu hari untuk pekerjaan, lihat aja teman-temen kita yang dari pagi sampai malam cuma ngurus alat buat tugas akhir.

Bagi yang sudah resmi menanggalkan status mahasiswa, selamat berdinamika di dunia professional.

Sumber : forbes.com | slcontrols.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”