Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

10 Ketentuan Tentang AC Yang Harus Diketahui Orang Awam

AC adalah perangkat pengkondisian udara yang banyak digunakan sehari-hari. Jika sewahtu-waktu ada masalah pada AC, setidaknya dapat membantu penyelesaiannya ketika mengetahui ketentuan yang dimiliki AC

AC merupakan alat pengkondisian udara yang banyak digunakan di kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini karena manusia membutuhkan udara segar untuk bernafas.

Sayangnya banyak pengguna kurang memahami ketentuan dalam AC. Ini sangat krusial ketika mau manggil orang buat benerin tapi nggak tau mana yang rusak, yang ada justru membingungkan tukang dan membuat kerjaan jadi lama. Supaya mempersingkat waktu, ada baiknya untuk memahami 7 keterntuan pada AC.

1. BTU

BTU merupakan singkatan dari British Thermal Unit. Satuan ini untuk menentukan jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu satu pon air hingga satu derajat Fahrenheit.

Menentukan nilai BTU bisa lihat dari luasnya sebuah ruangan. Semakin luas sebuah ruangan maka nilai BTU semakin besar, begitu juga sebaliknya. Rumus menghitung nilai BTU bisa menggunakan persamaan :

(L x W x H x I x E)/60 = kebutuhan BTU

L   = Panjang Ruang (dalam feet)

W  = Lebar Ruang (dalam feet)

I   = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).

H   = Tinggi Ruang (dalam feet)

E   = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat

atau

Luas Ruangan (m^2) * 500 = kebutuhan BTU

2. CFM

CFM adalah singkatan dari Cubic Feet per Minute. Satuan ini digunakan untuk menunjukan nilai kecepatan di mana udara mengalir masuk atau keluar dari sebuah daerah. Selain itu, CFM bisa menggambarkan efisiensi kipas selama menyangkut aliran udara.

Sedarhananya adalah sarana untuk mengukur banyaknya struktur, ruangan atau tempat yang digunakan untuk pemanas. Cara menentukan CFM dengan persamaan berikut

3. HSPF

HSPF adalah singkatan dari Heating Seasonal Performance Factor atau pemanasan musiman faktor kinerja. Istilah ini digunakan untuk mengukur efisiensi pompa panas sumber udara  dan berkali-kali, AC salah satunya dinilai dari hal ini.

Indikator HSPF adalah semakin tinggi nilai peringkat HSPF sebuha unit maka semakin efisien nilai energinya.

4. Panas Hibrida

Panas hibrida digunakan untuk merespons dalam suhu yang berfluktuasi. Secara otomastis, ini menyesuaikan dengan metode penghematan energi paling banyak yang tersedia untuk memanaskan/mendinginkan ruangan.

Umumnya panas hibrida sering digunakan sebagai alternatif hemat bahan bakar untuk sistem pemanas atau pendingin tradisional. Hal ini pula dapat membantu perancangan pengkondisian udara demi mendapatkan kenyamanan yang maksimal. Ketika suhu di luar turun, secara otomatis beralih ke sumber pemanas sekunder. Tentu menguntungkan secara ekonomi.

5. MERV

MERV adalah singkatan dari Minimum Efficiency Reporting Value atau nilai pelaporan efisiensi minumum dan skala untuk menentukan efektivitas filter. Ini sangat penting untuk menunjukan kinerja terburuk filter ketika berhadapan dengan partikel udara berbahaya yang tertangkap.

6. SEER

SEER adalah singkatan dari Seasonal Energy Efficiency Ratio atau rasio efisiensi energi musiman yang digunakan untuk menilai efisiensi AC. Ini dihitung melalui output pendinginan selama masa pendinginan dibagi dengan energi listrik selama masa itu. Semakin tinggi nilai peringkat unit maka semakin besar nilai efisiensi yang dihasilkan.

7. Kompresor

Kompresor merupakan komponen dasar yang ada di semua AC, yang fungsinya menghisap dan menekan uap refrigerant dari evaporator. Selanjutnya, kompresor akan mengkompresi uap sehingga suhu dan tekanan menjadi tinggi. Selain itu, bisa juga mempertahankan perbedaaan tekanan dan temperatur dalam sistem.

Kompersor akan mengalirkan refrigerant ke seluruh sistem pendingin. Di mana sistem kerjanya adalah mengubah tekanan dari tekanan tinggi ke rendah. Mudahnya, semakin tinggi suhunya maka semakin tinggi tekanan yang diperlukan.

8. Kondensor

Kondensor berfungsi sebagai penukar kalor. Alat ini juga menurunkan temperatur refrigerant dan mengubah bentuk dari gas ke cair. Sistem kerja dari kondensor adalah kalor yang ada pada refrigerant akan melepas ke udara bebas dengan kipas.

Kondensor memiliki bentuk jaringan pipa untuk pengembunan. Sebab refrigerant yang dipompa dari kompresor dan mengalir ke kondensor akan mengalami pengembunan. Yang selanjutnya akan mengalir ke evaporator

9. Evaporator

Evaporator merupakan komponen yang berfungsi untuk proses penguapan. Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk menyerap udara panas dari dalam ruangan yang kemudian akan melewati serangkaian komponen-komponen pada evaporator. Ketika keluar, udara yang tadinya panas akan jadi dingin

Sederhananya, evaporator berfungsi untuk penukaran panas. Yang mana dari pipa kondensor, zat cair dari kondensor masuk ke evaporator dan berubah wujud menjadi gas dingin karena proses penguapan.

10. Katub Ekspansi

Katub ekspansi adalah komponen yang berfungsi menurunkan cairan refrigerant yang mengalir ke evaporator. Komponen ini penting karena menjadi transisi antara tekanan tinggi ke tekanan rendah. Ketika refrigerant yang bertekanan tinggi melewati pipa kapiler akan berubah dan tekanannya turun. Akibat dari penurunan tekanan adalah suhu juga turun.

Itu tadi hal-hal yang setidaknya harus diketahui sebagai pengguna AC. Karena sewaktu-waktu pengetahuan in akan dibutuhkan kelak.

Sumber : gineersnow.com | gree.id

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”