Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

4 Alasan Mengapa Belajar Pemrograman di Zaman Sekarang Jauh Lebih Mudah

Belajar pemrograman lebih mudah karena banyak referensi pembelajaran serta komunitas yang dapat membantu menjadi programmer yang lebih baik

Dewasa ini, kebutuhan ahli coding atau programmer cukup banyak. Mulai dari perusahan korporat hingga start-up selalu menjadi sosok orang yang bekerja dibalik sebuah program aplikasi. Tentu juga ditunjang dengan upah yang lumayan.

Pada masa lalu, orang untuk belajar pemrograman butuh usaha lebih ekstra. Orang dahulu harus berebutan kelas dan masih sangat sedikit orang yang mempelajari pemrograman. Apalagi zaman dahulu komputer masih minim sehingga hanya kalangan tertentu yang dapat belajar.

Beruntung bagi generasi sekarang, kamu bisa belajar pemrograman tanpa harus kuliah komputer. Karena kamu bisa belajar dari mana saja dan kapan saja. Segala jenis software juga tersedia di internet. Enaknya lagi kamu bisa download kapan saja.

Berikut alasan Kenapa belajar pemrograman di zaman sekarang lebih enak dan seru!

1. Sumber referensi banyak bertebaran dimana-mana

learnworthy.net

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi memudahkan kita untuk mencari informasi tertentu, salah satunya informasi pemrograman. Jika kamu mencari lewat kolom pencarian maka banyak sekali tempat yang bisa kamu pakai untuk belajar, baik gratis maupun berbayar.

Untuk tipe belajar visual, kamu bisa menggunakan Youtube sebagai sarana belajar. Berbagai jenis software dan teori pemrograman dapat dicari dengan mudah. Tinggal pintar-pintarnya kamu memilih saja masa yang sesuai selera.

2. Pilihan bahasa pemrograman beragam

spectrum.ieee.org

Setiap bahasa memiliki karakternya sendiri. Sebagai contoh, Python merupakan bahasa pemrograman yang ramah pemula karena syntax mudah dipahami. Instagram, Google dan Yahoo adalah sebagian perusahaan pengguna Phyton.

Selain Phyton, terdapat juga bahasa-bahasa pemrograman lainnya yang bisa kamu pelajari juga. Dengan banyaknya pilihan membuat kamu dapat belajar bahasa pemrograman sesuai dengan kebutuhanmu. Ditambah dengan dukungan kumpulan referensi sehingga belajar jadi lebih mudah.

3. Banyak lembaga professional membuka kelas programming secara online

geniuserc.com

Keuntungan lain belajar pemrograman di zaman sekarang adalah banyak lembaga yang membuka kelas programming. Kelasnya sendiri mengharuskan kamu untuk mengeluarkan uang alias berbayar. Tetapi ada juga kok yang gratis, tinggal pintar-pintar nyari.

Kamu bisa mendapatkan kumpulan materi pemrograman, video latihan dan modul oleh professional. Pastinya instrukturnya adalah seorang yang memiliki reputasi di bidangnya. Jika kamu belajar pemrograman Android maka yang mengajarimu pasti yang sudah punya reputasi di bidang Android.

4. Sudah terbentuk komunitas untuk belajar pemrograman

sookenewsmirror.com

Belajar jadi lebih mudah ketika memiliki teman diskusi. Salah satu tempat untuk mencari teman diskusi adalah lewat komunitas. Di dalam komunitas kamu dapat bertemu dengan orang-orang dengan minat yang sama. Sehingga kalian dipersatukan dalam satu kolam untuk belajar bersama.

Belajar pemrograman juga demikian, lewat komunitas kamu bisa berdiskusi soal masalah pemrograman dan saling bertukar ilmu. Dengan demikian keahlianmu semakin terasah dengan baik.

Kotakode merupakan komunitas online programmer di Indonesia, sebuah tempat untuk kamu belajar dan mengembangkan diri dalam bidang pemrograman. Platform ini juga menyediakan wadah untuk kamu belajar dengan ahlinya langsung. Keistimewaan lainnya adalah fitur "poin kredibilitas"

Poin kredibilitas adalah sistem yang mencerminkan kompetensi tentang bidang yang sedang dibahas. Kamu bisa mendapatkan poin ketika membagikan pengetahuanmu tentang pemrograman. Semakin banyak poin yang terkumpul maka semakin besar peluang untuk menjalin kerjasama dengan para profesional di perusahaan software lainnya.

Jika kamu sedang mencari teman atau ingin berbagi pengalaman soal belajar pemrograman, langsung saja klik kotakode.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”