Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

4 Indikator yang Dapat Menentukan Nilai Gaji Lulusan Teknik

Banyak perusahaan yang mau menggaji tinggi lulusan teknik, bahkan fresh graduate sekalipun. Namun yang jarang disadari banyak orang adalah bagaimana cara perusahaan menentukan nominal gaji yang diberikan?

Sudah jadi hal wajar apabila lulusan teknik selalu mendapat gaji yang tinggi. Inilah yang mendasari banyak orang yang mau kuliah fakultas teknik, karena nilai rupiah yang besar. Belum lagi tunjangan dan fasilitas yang didapat.

Ada sedikit perbedaan tentang bagaimana menentukan nilai nominal gaji. Sebagai contoh, gaji fresh graduate di perusahaan tambang dengan gaji fresh graduate di perusahaan kosntruksi nilainya sangat berbeda, walau mereka adalah lulusan teknik dari kampus yang sama.

Belum lagi kalau kerja di luar negeri, dengan gelar yang sama juga bisa berbeda juga nominal gajinya. Kita ambil contoh dari 8 negara berikut.

Gaji rata-rata lulusan teknik di Australia sebesar per tahun Rp708.000.000. Jika di Kanada, lulusan teknik mendapat gaji rata-rata per tahun Rp598.000.000. Sedangkan Perancis, gaji rata-rata lulusan teknik per tahun sebesar Rp631.000.000. Gaji rata-rata lulusan teknik di Jerman sebesar per tahun Rp690.900.000.

Gaji rata-rata lulusan teknik di Italia per tahun sebesar Rp493.000.000. Sedangkan gaji rata-rata per tahun lulusan teknik di Jepang sebesar Rp464.000.000. Untuk lulusan teknik yang kerja di Inggris mendapat gaji per tahun sebesar Rp518.000.000. Apabila mau kerja di Amerika Serikat, untuk lulusan teknik akan dapat gaji per tahun kira-kira sebesar Rp1.118.000.000.

Nominal tersebut masih kasaran saja lho ya. Karena masih dipotong pajak penghasilan, pajak negara dan pajak-pajak lainnya serta kebutuhan sehari-hari.

Perusahaan tempat kamu kerja juga bisa berpengaruh dengan pendapatan perbulanmu, semakin besar nilai perusahaan maka gajimu juga demikian. Tetapi kembali lagi dengan kebijakan perusahaan dan sistem politik di sana.

Untuk gambaran umumnya, ada 4 indikator yang menentukan perusahaan ketika menggaji lulusan teknik.

1. Jenis pekerjaan yang diambil

Penentu seberapa tinggi gaji yang kamu dapatkan adalah jenis pekerjaan apa yang diambil. Lulusan teknik kebanyakan akan bekerja pada bagian perencanaan, perancangan dan maintenance. Namun nggak menutup kemungkinan kerjaanmu pada bidang penelitian dan pengembangan produk.

Bahkan dalam satu perusahaan saja, sesama fresh graduate gajinya bisa beda kok. In semua karena job desk yang mereka kerjakan. Semakin sulit pekerjaanmu maka semakin tinggi pula gaji yang kamu dapatkan.

2. Tingkat pendidikan

Perusahaan memang mau menggaji tinggi lulusan teknik tingkat sarjana. Namun jenjang pendidikan juga bisa menentukan berapa gaji yang bisa kamu dapatkan. Lulusan S1 dengan 10 tahun pengalaman akan kalah dengan orang yang punya delapan tahun pengalaman dan sudah menyelesaikan S2.

Untuk ukuran pengalaman, si 10 tahun jelas menang banyak. Tetapi untuk nilai ekonomi, ia kalah dengan lulusan S2 walau pengalamannya dua tahun di bawahnya. Jadi selain jam terbang, jenjang pendidikan bisa menentukan gaji seseorang.

3. Pengalaman

Indikator lain yang menentukan nilai gaji adalah jam terbang. Pengalaman merupakan guru terbaik. Maka nggak heran kalau ada beberapa lowongan banyak yang mencari orang berpengalaman.

Biar bagaimanapun, jam terbang nggak bisa bohong. Semakin sering kamu mengerjakan proyek maka keahlianmu semakin tajam dan memiliki nilai lebih di mata orang lain.

4. Lokasi tempat kerja

Faktor terakhir yang menentukan nominal gaji adalah di mana kamu tempat kamu bekerja. Lokasi yang dimaksud adalah daerah tempat kamu kerja dan menetap. Maka dari itu bayaran di perusahaan tambang akan berbeda dengan di perusahaan teknologi.

Kita sering mendengar kerja di Kalimantan gajinya lebih besar daripada di Jawa. Itu benar, tetapi yang harus disadari adalah gaji mahal akan sepadan dengan pengeluaran perbulan. Salah satunyaadalah  biaya makan sehari di kalimantan pasti berbeda dengan di Jawa.

Jika kerja di kota besar, kamu punya banyak akses untuk beraktivitas. Sedangkan kerja di kota kecil, kamu harus membiasakan diri dengan keterbatasan, apalagi yang kerja di tambang dan laut lepas. Nggak ada ceritanya orang yang kerja di tambang bisa ngopi-ngopi di mall. Nggak ada ceritanya kerja di laut lepas bisa nongkrong di tempat fancy.

Jadi gaji lulusan teknik nilainya bisa berbeda-beda karena tingkat kesulitan, jam terbang, tingkat pendidikan dan lokasi tempat kamu kerja. Setiap tempat kerja ada konsekuansinya, kamu mau kerja dengan gaji tinggi atau nggak itu kembali ke pribadi masing-masing.

Sumber : interestingengineering.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”