Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

5 Kebohongan Besar Yang Orang Katakan Tentang Kuliah Teknik

Unruk adik-adik SMA, ada baiknya kaliah menyadari realita yang akan kalian rasakan ketika masuk ke kehidupan mahasiswa, khususnya mahasiswa teknik.

Setiap orang punya ekspetasi tentang menjadi mahasiswa. Kebanyakan bayangan mereka seperti film atau tayangan FTV di televisi, yang melihatkan kebebasan. Sayangnya gambaran tersebut terkesan dilebih-lebihkan dan jauh dari realita.

Sayangnya hal itu tidak terjadi di jurusan teknik, Ferguso. Jurusan teknik membuat kalian harus siap kurang tidur dan siap dengan segala hal yang terjadi. Maka dari itu, kalian harus tahu bagaimana jurusan teknik seperti apa, bukan yang diperlihatkan.

1. Saat kuliah waktu luangmu lebih banyak daripada ketika sekolah

pexels.com/@buro-millennial-636760

Hal itu ada benarnya di beberapa jurusan, namun nggak bagi teknik. Ketika kalian menjadi mahasiswa teknik, maka bersiaplah dengan serbuan tugas kuliah yang dapat menghabiskan waktu luang kalian.

Itu belum termasuk dengan ujian, laporan praktikkum, tugas akhir dan lain-lain yang bisa mengganggu liburan kalian. Nantinya kalian akan mempertanyakan apakah ada libur bagi mahasiswa teknik? Lalu kalian membandingkan diri ketika kuliah dan masih sekolah.

2. Kuliah teknik itu gampang asal waktu sekolah pinter matematika

pexels.com/@jeshoots-com-147458

Matematika adalah hal yang penting bagi mahasiswa teknik, namun bukan itu yang utama. Agar bisa bertahan di jurusan teknik, kalian harus bisa berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis sangat penting disini.

Jika ingin berhasil di jurusan teknik, maka harus dapat memproses informasi dengan baik dari berbagai sumber. Jangan menggantungkan diri dengan matematika agar bisa lulus kuliah teknik.

3. Kuliah teknik mengajarkan banyak ilmu-ilmu praktis

pexels.com/@fotios-photos

Tanyalah sama dosen atau teman yang kuliah teknik, apa yang mereka pelajari? Jawabannya pasti nggak banyak. Bahkan cenderung mengajarkan teori-teori dasar berdasarkan buku. Ditambah jam kuliah dalam laboratorium juga sedikit sehingga hanya mendapatkan pengatahuan terbatas.

Hal ini juga berlaku dengan pendidikan vokasi. Walau berbasis ketrampilan, perkuliahan vokasi juga berdasarkan pengetahuan-penegtahuan dasar. Hal ini karena perkembangan di industri lebih maju daripada pendidikan. Alhasil kampus hanya mengajarkan yang mereka bisa. Sisanya, mahasiswa harus belajar sendiri di luar perkuliahan lewat magang.

4. Ketika tugas akhir, bisa membuat alat yang canggih seperti film

pexels.com/@pixabay

Jika berfikir saat tugas akhir bisa membuat alat-alat yang canggih seperti film, maka bisa dipastikan kuliahmu nggak akan selesai. Walau secara teori dan rancangan gambar bisa diterima, namun pada kenyataannya sulit untuk direalisasikan.

Pada dasarnya mengerjakan alat yang canggih itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Harus melalui berbagai proses mulai dari perancangan, perakitan, pengujian sampai ketahanan alat. Kecuali kalian mampu membayar mahal untuk mewujudkannya.

Maka dari itu, kebanyakan tugas mahasiswa tingkat akhir wujudnya acak-acakan, nggak ada model kerja serta berfokus pada hasil kinerja saja. Alasannya adalah karena biaya dan mengejar kelulusan.

5. Begitu lulus, mendapat pekerjaan yang sesuai dengan lingkup kerja teknik

pexels.com/@pixabay

Ini adalah kesalahan besar karena lulusan teknik manapun harus belajar kembali ketika di lingkungan kerja, bahkan hal-hal yang nggak pernah didapatkan semasa kuliah. Contoh sederhananya adalah penggunaan program MS Excel ketika bekerja. Nantinya harus mengolah data pekerjaan yang mana itu nggak diajarkan oleh dosen selama kuliah.

Selain Excel, kemampuan yang berbasis soft skill juga akan digunakan di tempat kerja. Yang mana hal ini nggak ada di SKS atau program kampus. Alhasil untuk mendapatkan keahlian jalanan, kalian harus belajar di jalanan.

Walau kelihatannya pahit dan memberatkan tetapi itu yang dirasakan oleh semua mahasiswa teknik di Indonesia dan negara lain. Karena kami tahu bahwa yang ditayangkan oleh FTV semuanya tipu-tipu.

Sumber : gineersnow.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”