Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

5 Mitos Tentang Jaringan 5G yang Beredar Di Masyarakat

Jaringan 5G yang digarang-gadang ternyata masih banyak mitos yang beredar di masyarakat. Tapi yang jelas, jaringan 5G bukan sekedar buat main PUBG dengan jaringan bagus lho ya.

Jaringan 5G merupakan penerus dari 4G pada kemajuan teknologi komunikasi. 5G digadang-gadang mampu mengunduh dan mengunggah data dengan lebih cepat. Berdasarkan hasil pengujian, kecepatan transfer datanya aja mencapai 10 Gigabit.

Dengan penyebaran informasi yang cepat, 5G mulai jadi perbincangan dari banyak kalangan mulai dari professional sampai geek. Secara kualitas memang diatas dari jaringan sekarang ini, 4G. Walau begitu, Industri baru merencanakan uji coba untuk membuat parameternya.

Banyak perbincangan tentang 5G membuat banyak informasi bertebaran yang belum pasti. Perihal ini-itu tentang 5G membuat sebagian orang juga resah.

1. 5G itu tentang bikin smartphone lebih cepat

Ketika jaringan 5G harus 100 kali lebi cepat dari 4G, maka harus berdampak lebih pada industri lainnya. Ketika diluncurkan, harus dapat meningkatkan efektivitas IOT, mobil kemudi otomatis dan robotika secara besar-besaran.

Contohnya saja, ketika menggunakan 5G untuk jaringan awan, benda elektronik akan mencapai potensi maksimalnya dalam kinerja dan pelayannya. Jadinya mereka dapat bekerja sama dengan manusia dan dikendalikan dengan operator.

2. 5G itu berhubungan tentang bandwidth

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, ini memang ada hubungan antara 5G dengan bandwidth yaitu konektivitas latensi rendah. Dengan kata lain, ini bukan soal banyaknya jumlah data yang bisa dikirim dalam satu waktu, melainkan cara mengirim data dengan cepat.

5G dapat mengubah permainan industri dan harus memungkinkan transfer data dengan instan setelah sepenuhnya digunakan. Salah satu contohnya adalah dokter dapat melakukan operasi jarak jauh dengan menggunakna robot.

3. 5G hanya berpengaruh pada industri telekomunikasi

Cetek sekali kalau berpikir 5G hanya ngaruh pada urusan telekomunikasi semata. Secara nggak langsung jaringan 5G dapat mempengaruhi untuk telekomunikasi, walau sebenarnya lebih dari itu.

Pengaplikasian jaringan 5G itu lebih dari sekedar telekomunikasi. Sebagai contoh, jaringan 5G dapat membantu dunia pertanian agar pekerjaan jadi lebih efektif. Bahkan ada kemungkinan petani kerjaannya cuma duduk-duduk sambil mengoperesikan traktor dan peralatan lainnya.

4. Begitu 5G keluar, otomatis 4G hilang dari peradaban

Secara teori memang benar, walau begitu ini sifatnya bukan keharusan. Ini karena masa transisi dari 4G ke 5G membutuhkan infrakstuktur dan pengerjaannya bisa bertahun-tahun. Jaringan 5G juga butuh antena yang lebih dekat dengan penggunanya.

5. Dalam waktu dekat, 5G bisa dinikmati oleh masyarakat

Ini lebih ngaco lagi kalau 5G dapat dinikmati dalam waktu dekat. Permasalahannya adalah belum ada negara yang memiliki infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan 5G. Mungkin negara maju sudah mulai menyicil, bagaimana dengan Indonesia?

Sedangkan untuk memulai perubahan juga butuh waktu. Masa transisi itu sulit dan memakan waktu lama. Jadi sabarlah dan nikmati dahulu jaringan 4G.

https://interestingengineering.com/five-myths-about-5g-you-need-to-stop-believing

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”