Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

5 Tips Melindungi Turbin Angin dari Jeratan Burung dan Kelelawar

Turbin angin merupakan idaman bagi energi terbarukan di masa depan. Tetapi beberapa penelitian menemukan kasus kematian burung dan kelelewar yang tinggi akibat turbin angin.

Turbin merupakan salah satu pembangkit listrik terbarukan dan bersih. Digadang-gadang menjadi pembangkit favorit di masa depan tetapi turbin masih memiliki masalah tersendiri yaitu dapat membunuh burung dan kelelawar yang melintas.

Studi yang ditemukan oleh Biological Conservation menyatakan turbin di AS membunuh 234.000 burung per tahun. Sedangkan studi dari Energy Science menyatakan 150.000 burung dipengaruhi oleh adanya turbin di AS.

Ancaman terbesar populasi burung adalah perubahan iklim, yang didorong oleh turbin berbahan bakar fosil . Berdasarkan laporan dari National Audubon Society, dua per tiga burung di AS terancam punah karena perubahan iklim. Selain burung, kelelawar juga mengalami ancaman serupa.

Pada saat kelelawar terbang melewati ujung sudu (blade), terjadi penurunan tekanan secara tiba-tiba dan mengakibatkan paru-paru kelelawar hancur, kondisi ini dikenal sebagai barotrauma. Penelitian dari tahun 2008 menyatakan barotrauma penyebab kematian kelelawar secara signifikan. Sedangkan penelitian tahun 2013 berpendapat ujung sudu (blade) penyebab kematian kelelawar.

Jika ingin memasang turbin angin namun berada di area yang sering dilewati burung atau kelelawar, ada baiknya memperhatikan aspek-aspek ini untuk melindungi turbing angin.

1. Pilih lokasi yang aman

intpolicydigest.org

Cara sederhana untuk mengamankan burung dan kelelawar dari turbin angin adalah nggak membangun di kawasan dimana mereka melintas. Pada kenyataannya, penerapannya nggak semudah itu karena area terbuka dapat memikat mereka.

Habitat yang telah berubah membuat penempatan turbin yang baik berdasarkan sudut pandang satwa liar, menurut American Bird Conservancy, Important Bird Area merupakan wilayah yang harus dihindari. Important Bird Area merupakan tempat burung berkumpul untuk makan dan berkembang biak.

Hal ini membuat perancang turbin angin mulai memperhatikan penilaian lingkungan, dengan menggunakna jaring kabut, detektor akustik, dan cara lain untuk memantau aktivitas burung dan kelelawar sebelum menentukan lokasi pemasangan turbin angin.

2. Memasang kotak ultrasonik

mnn.com

Burung merupakan hewan visual, namun berbeda dengan kelelawar. Kelelawar menggunakan ekolokasi untuk menavigasi untuk mengetahui lokasi atau benda sekitarnya. Solusinya adalah dengan memasang kotak ultrasonik yang dapat memancarkan frekuensi tinggi antara 20 sampai 100 kiloherzt.

Tujuan dari pemasangan kotak ultrasonik adalah untuk mengacaukan ekolokasi kelelawar hingga titik di mana mereka menghindari area tersebut. Hasilnya adalah kelelawar akan beralih ke frekuensi lain karena sinyal ultrasonik yang menganggu mereka. Sehingga memaksa untuk mengarah ke ekolokasi yang kurang optimal atau nggak sama sekali.

Hasil studi mengatakan pengunaan kotak ultrasonik mempu mengurangi sebanyak 21% sampai 51% kelelawar yang mati karena turbin angin.

3. Gunakan cat warna ungu untuk pengecatan turbin angin

pexels.com/@narcisa-aciko-541222

Umumnya turbin angin dicat dengan warna putih atau abu-abu dengan tujuan artistik. Namun menggunakan cat putih dapat mengundang burung dan kelelawar, hal tersebut telah diteliti pada tahun 2010. Turbin angin putih dan abu-abu warna kedua yang dapat memikat serangga setelah warna kuning.

Ungu merupakan warna yang nggak menarik bagi seranggai, dan dapat mengurangi kematian burung dan kelelawar. Jika dirasa penggunaan warna ungu kurang praktis, sinar ultraviolet dapat mencegah burung dan kelelawar melewati turbin. Hal ini karena sinar UV dapat dilihat oleh kelelawar.

4. Turbin dibuat lebih tinggi dan bilah dibuat lebih pendek

electrek.co

Studi yang dilakukan Energy Science menemukan bahwa ukuran turbin dan panjang bilah memiliki pengaruh yang besar. Tingginya turbin dan bilah yang lebih pendek dapat mengurangi dampak kematian burung akibat turbin angin. Jadi selain lokasi turbin, kebijakan energi angin harus menaikkan ketinggian turbin dan memperpendek bilah.

5. Menurunkan kecepatan turbin ketika kecepatan angin rendah

energyacuity.com

Salah satu cara yang telah terbukti menurunkan angka kematian burung dan kelelawar adalah dengan menurunkan kecepatan turbin ketika kecepatan angin rendah. Hal ini dikarenakan kelelawar selalu berpergian ketika kecepatan angin rendah.

Berdasarkan studi, ketika turbin beroperasi pada kecepatan angin 5,5 meter per detik dapat mengurangi kematian kelelawar hingga 60% dibandingkan turbin yang beroperasi secara normal. Sehingga industri membuat standart bilah dapat berputar ketika angin berkecepatan 3,5 sampai 4 meter per detik.

Sumber : mnn.com | grist.org

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”