Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

6 Manfaat Positif Mahasiswa Ketika Menunda Tugas Kuliah

Kebiasaan menunda pekerjaan nggak selalu buruk bagi mahaisswa. Justru ada manfaatnya ketika menunda pekerjaan. Salah satunya mengeliminasi hal-hal yang nggak penting.

Mahasiswa adalah salah satu mahluk yang sering menunda-nunda pekerjaan. Selama belum menyentuh deadline, menunda sudah menjadi budaya dan nggak bisa lepas dari hidup mereka. Tidakan ini menjadi musuh bagi sebagian orang karena menunda-nunda menyebabkan lahirnya kemalasan.

Frank Partnoy, penulis dari Wait mengatakan menunda-nunda adalah seni mengolah keterlambatan dan dapat mengarah pada kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih besar,

Sifat menunda-nunda terbagi dalam dua jenis yaitu prokrastinasi aktif dan prokrastinasi pasif. Prokrastinasi aktif adalah ketika menunda pekerjaan dengan melakukan kegiatan lain secara terstruktur. Sedangkan prokrastinasi pasif adalah menunda pekerjaan secara nggak terstruktur atau menunda karena malas-malasan.

1. Mampu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan

pexels.com/@startup-stock-photos

Ketika kamu melakukan prokrastinasi aktif maka dalam satu waktu mampu menyelesaikan beberapa tugas sekaligus. Walau nggak bener-bener selesai, setidaknya ada progress yang dilalui. Baik itu tugas akhir, kepanitiaan kampus sampai tugas kuliah.

Sayangnya, hal tersebut akan berbeda ketika menunda tugas karena malas. Karena itu hanya memperburuk keadaan dan bikin keteteran ketika deadline datang.

2. Menghilangkan tugas-tugas yang nggak penting sama sekali

pexels.com/@divinetechygirl

Secara aktif, kebiasaan menunda-nunda pekerjaaan mampu memberikan waktu untuk mengevaluasi mana hal yang penting atau nggak sama sekali. Dengan demikian, kamu bisa memilah manakah yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

3. Memberikan pencerahan perihal hal mana yang paling penting untuk dikerjakan

pexels.com/@pixabay

Orang memiliki kecendurungan menunda-nunda kegiatan yang ia sukai atau hal-hal yang krusial baginya. Ketika punya sesuatu untuk dicapai, pastikan lagi mengapa mau ngelakuin hal itu dan apa untungnya. Hasrat dan tujuan mampu membantu melihat lebih jauh penghalang atau membuka mata karena menunda karena mengerjakan hal yang salah.

4. Mengasah kreativitas

pexels.com/@startup-stock-photos

Punya kebiasaan menunda skripsi atau tugas akhir karena bingung perihal apa yang mau dikerjakan adalah hal yang wajar. Saking takutnya salah, justru lebih memilih untuk rehat, secara nggak langsung membuat otak mencari ide-ide kreatif untuk mengatasi masalah itu.

Ketika sedang berdiam diri dan mikir, secara nggak sadar kita mendapatkan ide untuk penyelesaian masalah tersebut. Dengan kata lain, melakukan meditasi demi mendapatkan pencerahan dan solusinya.

5. Membantu membuat keputusan yang lebih baik

pexels.com/@divinetechygirl

Menunda sesuatu karena kebingungan dengan banyaknya pilihan merupakan hal yang biasa terjadi. Ketika rasional dan intuisi saling bertentangan dan bingung mau ngapain, disinilah manfaat untuk mengambil jeda.

Hal tersebut bisa menjadi penyelamat karena dapat terhindari dari keputusan yang kurang tepat sehingga merugikan diri sendiri. Serta memberikan waktu untuk melihat kemungkinan yang terjadi baik secara positif atau negatif. Lalu ambil keputusan yang sesuai ketika semua probabilitas terbuka.

6. Membantu menyelesaikan masalah dengan pikiran jernih

pexels.com/@divinetechygirl

Melakukan kesalahan adalah hal wajar yang dilakukan oleh manusia. Terkadang masalah tersebut bisa diselesaikan dalam waktu singkat atau lama, bahkan nggak selesai-selesai. Hal ini karena kedua belah pihak mencari solusi dengan emosi.

Memilih untuk mengambil jeda nggak sama dengan lari dari masalah. Ketika rehat dari masalah, otak mulai terkalibrasi dan mampu mencari solusi dengan jernih. Dengan demikian, permasalah bisa selesai saat itu juga, Serta menghindari percabangan masalah.

Sadari bersama bahwa menunda nggak selamanya buruk, selama itu masuk dalam penundaan aktif. Memilih menunda juga merupakan rem bagi seseorang untuk memikirkan kembali tentang apa yang telah mereka kerjakan selama ini. Apakah sudah sesuai dengan keinginannya atau sebaliknya?

Tentu menunda nggak bisa disamakan dengan malas. Malas lebih kepada nggak mau melakukan sesuatu walau ada kesempatan. Jadi perlu ada batasan pasti antara menunda pekerjaan dengan malas karena itu termasuk prokrastinasi (menunda) pasif.

Sumber : fastcompany.com | psychologytoday.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”