Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

6 Penyebab Mengapa Motor Jarang Memakai Mesin Diesel, dan Lebih Memilih Mesin Bensin

Motor bermesin diesel jarang diproduksi secara masaal, jika dibandingkan dengan motor bermesin bensin. Ada beberapa penyebabnya, salah satunya adalah biaya produksinya terbilang mahal

Mesin bertenaga bahan bakar terbagi menjadi dua yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Pada kendaraan roda dua, mesin yang sering dipakai adalah mesin bertenaga bensin. Sekarang ini jarang pabrikan memproduksi motor bertenaga diesel secara massal.

Royal Enfield Taurus merupakan salah satu motor bermesin diesel yang sempat populer pada masanya di tahun 1980an. Sayangnya ia harus pensiun pada tahun 2000 karena persoalan bisnis. Diluar itu, motor diesel sering dipakai untuk percobaan militer.

Karena kurang peminat, mesin diesel banyak diaplikasikan pada mobil dan kendaraan berat lainnya seperti truk. Alasannya karena mesin diesel memiliki torsi yang besar.

Jika memang torsi diesel lebih besar lalu mengapa produsen motor lebih suka sama mesin bensin daripada diesel?

1. Biaya produksi motor diesel mahal

nationalmcmuseum.org

Salah satu penyebab biaya produkti tinggi adalah rasio kompresi. Rasio kompresi motor diesel adalah 24:1, ini jauh berbeda dengan rasio kompersi motor bensin yang sebesar 1:1. Tingginya rasio kompresi mempengaruhi perancangan dan memilihan material.

Imbas dari biaya produksi tinggi adalah harga dipasaran juga mahal. Selain mahal, motor diesel juga bising dan menghasilkan banyak getaran.

2. Menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi

neander-motors.com

Tingkat kebisingan pada mesin diesel disebabkan oleh rasio kompresi yang tinggi. Sedangkan kendaraan seperti motor kurang cocok untuk menggunakan mesin diesel dengan alasan kapasitas dan beban muatan. Menjadi sebuah taruhan apabila motor berkapasitas dua orang menggunakan mesin diesel.

Motor bertenaga bensin justru kompresinya lebih rendah dan minim kebisingan sehingga beratnya jadi lebih ringan dan nyaman untuk dikendarai.

3. Biaya produksi tinggi berimbas pada harga suku cadang yang mahal

thedrive.com

Produksi motor bertenaga diesel sangat rumit karena penyesuaian pada komponen tertentu. Penyesuaian ini membuat pembuatan komponen jadi lebih lama dan memakan biaya tinggi selama produksi. Alhasil produsen melepas ke pasaran dengan harga tinggi.

Salah satu dampaknya adalah harga suku cadang jadi lebih mahal. Biar bagaimanapun, produsen menjual motor bersama dengan suku cadangnya. Ketika suku cadangnya mahal konsumen jadi mikir dua kali untuk membeli motor tersebut.

4. Motor diesel lebih mudah aus

hiconsumption.com

Motor diesel harus mengganti oli setiap 5000 km, jika dibanngkan dengan motor bensin yang bisa tahan selama 6000 sampai 8000 km dalam sekali genti oli. Penyebabnya mengapa diesel boros oli karena diesel bekerja pada tekanan tinggi, akibat dari tekanan tinggi menjadi gampang aus.

Hal ini tentu saja membuat pengguna motor mesin diesel harus menyediakan waktu dan uang untuk melakukan perawatan. Mungkin sedikit berbeda dengan truk karena sudah ada bengkel yang menyediakan jasa perawatan (service).

5. Motor diesel nggak cocok untuk ngebut

gearpatrol.com

Besarnya torsi yang dihasilkan membuat rpm yang dihasilkan rendah, apalagi jika dibandingkan dengan motor bebek di pasaran. Motor yang dipasaran memang dibuat untuk bisa ngebut di jalan raya dengan lebih gesit, sedangkan motor diesel nggak demikian.

Motor diesel sangat nggak cocok untuk ngebut adalah karena ia nggak memiliki kelincahan seperti motor bensin. Hal ini juga dipengaruhi oleh ukurannya yang besar sehingga mobilitasnya kecil. Walau bisa buat ngebut, namun sangat berbahaya dan kurang direkomendasikan.

6. Perlu waktu lama untuk mendinginkan motor

gearpatrol.com

Konsumsi energi motor diesel sangat besar jika dibandingkan motor bensin, Besarnya energi yang dihasilkan dapat menciptakan panas yang mampu menghancurkan dinding silinder itu sendiri. Lalu bagaimana cara mendinginkannya? Dengan memakai pendingin yang sesuai serta luas permukaan mesin harus lebih besar agar lebih cepat dingin.

Sangat berbeda dengan mesin bensin yang pendinginannya lebih cepat karena konsumsi energinya sedikit. Dan minim terjadi kerusakan akibat panas serta area permukaannya yang rendah.

Dari komponen, produksi dan suku cadang sudah mahal sehingga motor diesel jarang dijual ke masyarakat, serta bukan kendaraan untuk sehari-hari.

Sumber : idntimes.com | youmotorcycle.com | racewaymotorcycles.com.au

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”