Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

7 Hal yang Harus Aku Ketahui Sebelum Menjadi Kontraktor Lepas

Umumnya kerja sebagai kontraktor memiliki jam kerja nggak pasti. Namun bagaimana dengan kontraktor lepas? Apakah lebih enak atau sebaliknya?

Kontraktor adalah pekerjaan berbasis bayar putus artinya mereka mendapatkan pekerjaan setelah ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Umumnya kontraktor mengerjakan proyek-proyek pesanan klien dengan harga tertentu. Mudahnya adalah wiraswasta versi teknik.

Proyek yang dikerjakan kontraktor nggak melulu tentang gedung atau jembatan saja. Terlalu sempit jika menganggap kerjaannya sebatas itu. Kontraktor biasanya bermunculan di berbagai bidang infrastruktur, tentu saja berdasarkan kontrak kerja yang diterima.

Selain bergabung dengan perusahaan besar, kamu bisa menjadi kontraktor secara independen. Dengan kata lain, kamu menjadi wiraswasta versi teknik. Namun ada kalanya memperhatikan pro dan kontra apabila kamu memutuskan menjadi kontraktor lepas.

1. Harus bisa ngatur semuanya sendiri

pexels.com/@thisisengineering

Salah satu motivasi ingin menjadi kontraktor lepas adalah supaya bisa memiliki kendali sepenuhnya. Selama ini sudah ngikut sama orang dan ada keinginan untuk membuka jalan sendiri dengan bekal pengalaman cukup. Hal itu boleh saja selama memiliki kemampuan manajemen yang baik.

Seperti pekerja lepas lainnya, kamu adalah bos untuk dirimu sendiri. Yang artinya masalah keuangan, konsep dan jam kerja memang dipegang sendiri dan dikerjakan seorang diri. Walau pada akhirnya akan memiliki bantuan, tetapi permulaannya harus diurus sendiri.

2. Total keuntungan jauh lebih banyak

pexels.com/@pixabay

Berdasarkan The Wall Street Journal, bayaran kontraktor lepas lebih banyak 20% sampai 40% daripada karyawan sejenis. Penyebab tingginya pemasukan adalah konrtaktor lepas nggak ditagih uang jaminan kesehatan, kompensasi dan tunjangan lainnya. Mudahnya kantongnya lebih tebal daripada pemasukan dari kontraktor besar.

3. Berkurangnya bayaran tagihan-tagihan wajib

pexels.com/@karolina-grabowska

Kontraktor lepas memiliki kelebihan yaitu hilangnya beberapa tagihan wajib. Hilang disini bukan berarti menggelapkan pajak melainkan ada alasan tertentu yang membuat kontraktor lepas terhindari dari tagihan tertentu.

Salah satu contohnya adalah kontraktor lepas umumnya terhindari dari pajak tanah dan perawatan gedung. Perusahaan besar biasanya memilki tagihan listrik, air dan AC yang harus dibayar pada waktu tertentu. Berbeda dengan kontraktor lepas, mereka bisa menghindari tagihan tersebut karena melakukan pekerjaan di rumah.

4. Harus ngurus sendiri jaminan kesehatan BPJS

pexels.com/@pixabay

Secara harafiah menjadi kontraktor lepas nggak punya fasilitas seperti karyawan pada umumnya. Karyawan perusahaan umumnya memiliki BPJS, akomodasi dan sebagainya yang menunjang pekerjaan. Sedangkan kontrator lepas nggak dapat, jadi mau nggak mau harus ngurus sendiri.

5. Pemasukan baru datang ketika dapat proyek

pexels.com/@rquiros

Kelemahan menjadi kontraktor lepas adalah nggak ada pemasukan yang stabil seperti pegawai negeri. Nasibnya serupa dengan pekerja lepas dan pengusaha lainnya. Ketika nggak ada pemasukan maka harus menanggung semuanya sendiir.

Kontraktor lepas mendapatkan uang ketika proyek datang. Semakin banyak proyek maka pemasukan juga semakin besar. Namun ada kalanya kontraktor nggak dapat proyek selama beberapa bulan, pemasukan jadi seret.

6. Minim perlindungan hukum

pexels.com/@snapwire

Sebagian pekerjaan bisa mendapatkan perlindungan hukum selama tercatat secara resmi oleh lembaga hukum dan pemerintah. Adanya perlindungan hukum membuat orang memiliki rasa aman dan nyaman ketika bekerja. Dan memiliki akses bantuan ketka terjerat kasus.

Berbeda dengan kontraktor lepas, mereka minim perlindungan hukum. Hal ini mengingat pekerjaan kontraktor lepas sudah dipusingkan dengan berbagai urusan dan tanggungan. Jikalau ingin mendapatkan bantuan hukum harus rela mengeluarkan uang. Sangat berbeda ketika bernaung pada kontraktor besar yang sudah memiliki bantuan hukum yang solid.

7. Jam kerja nggak pasti

pexels.com/@marius-mann-772581

Menjadi kontraktor lepas bukanlah pekerjaan dengan jam kerja pasti. Jam kerja bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya kerjaan sebagai kontraktor mengharuskan berada di situasi tertentu, ekstrimnya bisa kerja dari pagi sampai pagi lagi.

Smeoga dengan ini kamu bisa jadi pertimbangan untuk memutuskan apakah ingin menjadi kontraktor lepas atau tidak?

Sumber : nolo.com | thebalancecareers.com | ilmuproyek.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”