Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

8 Cara Cepat Agar Mendapatkan Topik Skripsi Demi Menyandang Gelar Sarjana Teknik

Skripsi menjadi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Pemilihan topik bisa menjadi bumerang kalau ketika mengajukan ke dosen masih mentah. Maka dari itu, perlu mematangkan agar topikmu diterima

Skripsi adalah salah satu persyaratan agar mahasiswa mendapat gelar sarjana selain administrasi. Skripsi dijadikan pembuktian kalau mahasiswa memiliki pemahaman terkait bidang studi yang diampu. Sayangnya banyak dari meraka yang tenggelam karena kehabisan topik untuk diajukan ke dosen.

Masa anak teknik yang garang depan maba tapi takut sama skripsi. Biar nggak takut sama skripsi dan nggak mati gaya waktu mengajukan topik, ada baiknya kalian ketahui tips agar mendapat topik skirpsi.

1. Sebelum mengajukan ke dosen pembimbing, cari tahu dahulu minatmu ada dimana?

Selama kuliah, pastilah ada mata kuliah favorit atau yang kalian sukai. Catatlah bidang-bidang yang kalian sukai. Tulis sebanyak-banyaknya. Jika mengambil topik skripsi yang paling disukai maka ketika ngerjainnya pasti terasa lebih ringan..

Untuk memperkuat topikmu, carilah peristiwa yang menarik untuk dibahas, baik itu topik yang jarang tersentuh atau sesuatu yang membuat kepalamu dipenuhi berbagai pertanyaan.

2. Baca skripsi seniormu atau mahasiswa lain yang satu bidang studi

Membaca skripsi orang lain juga bisa membantu mempertajam topik yang kamu inginkan. Kamu bisa menemukannya di perpustakaan atau dowoload kumpulan-kumpulan skripsi. Intinya sih baca aja, minimal kamu tahu format skrispi seperti apa.

Supaya nggak dicap plagiat, ambil saja bagian-bagain yang diperlukan dan tambahkan sendiri variabel penelitian sesuai keinginanmu.

3. Baca jurnal, makalah dan penelitian orang lain

Jika merasa kesulitan mencari skrispi yang sesuai keinginanmu, ada solusi lain yaitu cari jurnal dan penelitian yang sesuai minatmu. Nggak ada masalah mau jurnal lama atau baru, semua bisa dipakai sebagai referensi selama bukan jurnal abal-abal. Kalau ingin mendapatkan jurnal yang berkualitas, kebanyakan memakai bahasa inggris, namun ada juga yang memakai bahasa indonesia tetapi sedikit sekali.

Setelah menemukannya, baca bagian abstrak agar mempersingkat waktu. Dengan membaca abstrak, kamu sudah bisa mendapatkan informasi tentang jurnal tesebut secara garis besar.

Mengambil jurnal, makalah dan penelitian orang lain bukan merupakan tindakan plegiatisme. Itu sah kok dalam membuat karya ilmiah, ketika memodifikasi karya orang maka secara nggak langsung sudah menambal kekurangan karya mereka.

4. Buatlah ringkasan dari sumber referensi yang dipilih

Setelah mendapatkan sumber referensi yang diinginkan, buatlah ringkasan di buku, ponsel atau laptop. Catat atau tandai dengan stabilo tentang topik yang dipilih. Hal ini bisa membantu membuat pembahasan dan rancangan skripsi yang diharapkan.

Nggak perlu diringkas semuanya, cukup bagian-bagian yang penting dan inti dari peneltiian. Setelah itu, lalu dikumpulkan semua ringkasan yang telah dibuat agar bisa menjadi pembahasan. Luangkan waktu kira-kira 15 menit untuk meringkas sumber referensimu.

5. Datang ke seminar yang sesuai dengan minatmu

Setiap tahun kampus selalu mengadakan seminar, baik dari pihak universitas atau dari mahasiswa. Karena saat-saat skripsi waktu luangmu sangat longgar, nggak ada salahnya kamu datang ke seminar itu. Mungkin aja kamu bisa mendapatkan informasi yang membantu pembuatan topik skripsi.

Memang ada seminar yang gratis dan juga berbayar, tapi kalau mahasiswa pasti dapat potongan. Jadi jangan buang sekempatan kalau ada seminar yang sesuai dengan minatmu.

6. Diskusi dengan dosen yang paham tentang topikmu

Ketika sudah yakin dengan topikmu, jangan ragu diskusi ke dosen tentang topik skripsimu. Kalau udah dapat dosen yang cocok, langsung tancap gas buat konsultasi tentang skripsi yang mau dikerjakan.

Perkara nanti beliau menjadi dosen pembimbingmu atau bukan, setidaknya kamu mendapatkan masukan yang bisa membantu skripsimu. Kalau ada yang perlu diperbaiki, ya perbaiki saja sesuai saran beliau.

7. Susun jadwal untuk pengerjaan skripsi

Skripsi berbeda dengan tugas kuliah karena kamu nggak bisa nyontek temenmu. Begitu topik mendapat tanda tangan dosen pembimbing, langsung buat rencana pengerjaan skripsi. Atur jadwal untuk penelitian, pengerjaan dan bimbingan.

Buatlah strategi pengerjaan agar semua berjalan dengan lancar. Atur waktu sedemikian rupa sehingga dapat mengerjakan skripsi dengan maksimal. Apakah kamu ingin menyelesaikan skripsi selama satu semester atau dua semerter, semuanya terserah kamu.

8. Carilah topik yang realistis

Satu hal yang paling penting dalam menentukan topik skripsi adalah harus realistis. Perlu diingat, Strata satu hanya dituntut untuk melihat fenomena sekitar, menganalisa dan menjelaskan secara teoritis, jumlah kata yang dianjurkan kisaran 10.000 sampai 15.000. Kalau mau idealis, nanti aja waktu kuliah Magister dan Doktoral karena tuntutannya sudah lebih sulit.

Jangan sampai harusnya bisa selesai selama satu semester tapi molor karena idealismu sendiri. Yang ada malah pusing sendiri dan skripsimu terbengkalai.

Sumber : hipwee.com | idntimes.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”