Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

8 Rahasia yang Tersimpan Dibalik PLTA, Selain Boros Biaya Produksi

Air merupakan salah satu energi terbarukan yang akan datang. Namun ada rahasia dibalik terbentuknya PLTA. Apa saja itu?

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) secara umum terbagi dalma empat kategori yaitu bendungan, pumped-storage, aliran sungai dan laut lepas pantai. Begitu selesai dibangun, PLTA memiliki tingkat emisi rendah dan nggak menghasilkan limbah jika dibandingkan pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil.

PLTA juga termasuk salah satu sumber energi terbarukan. Hal ini karena ketika air menguap menjadi awan dan didaur ulang kembali ke bumi sebagai presipitasi. Siklus tersebut terus direvitalisasi dan bisa digunakan terus menerus untuk memproduksi listrik

PLTA biasanya menggunakan turbin dan generator untuk mengubah energi gerak menjadi listrik. Aliran air dibuat konstan untuk menggerakan turbin. Kemudian turbin berputar menghasilkan energi kinetik dari air mengalir yang mana dmenyebabkan medan magnet di dalam generator dan menghasilkan listrik.

Air keluar dari turbin dan dikembalikan ke stream di bawah bendungan. Karena itulah, air yang bergerak merupakan sumber energi yang kuat dan dapat memberi pasokan listrik di wilayah tersebut. Namun ada baiknya mengenali karakteristik dari PLTA serta kelebihan dan kekurangan.

1. Sumber energi terbarukan

Bukan rahasia lagi jika energi air merupakan sumber energi terbarukan masa depan. Hal in berasalan karena menggunakan air dan siklusnya dapat berulang. Hasil daya yang dihasilkan bervariasi, etrgantung rancangan dan tingkat air yang rendah namun ini sifatnya musiman.

Menggunakan sungai atau danau sebagai pasokan untuk menghasilkan listrik. Walau air menguap karena matahari, namun ia akan jatuh kembali ke waduk sehingga stok air selalu ada.

2. Sumber energi bersih

Air merupakan sumber energi yang bersih, berbeda dengan fosil yang selalu meninggalkan "bekas." Sehingga dapat mengurangi dampak efek rumah kaca dan pencemaran lingkungan. PLTA juga dapat memperbaiki kualitas udara karena nggak menghasilkan polusi udara.

3. Biaya perawatan rendah

Walau biaya produksinya mahal, PLTA memiliki biaya produksi dan operasional yang rendah. Sebagai sumber daya, nilai air nggak terpengaruh dengan kondisi pasar. Berbeda dengan fosil karena besar kecilnya harga sangat dipengaruhi oleh permainan pasar.

Bendungan PLTA biasanya dirancang untuk pemakian jangka panjang dengan kapasitas daya listrik hingga 50-100 tahun. Selain itu, PLTA dapat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Tentu dapat menjadi investasi jangka panjang.

4. Dapat diterapkan di daerah terpencil

Keuntungan dari PLTA adalah bisa ngasih pasokan listrik ke daerah terpencil. Hal ini tentu saja agar daerah tersebut perekonomiannya bisa naik, termasuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Masalahnya infrastruktur PLN sulit menggapai daerah pelosok.

Menaiknya lagi, PLTA dapat dipakai untuk area rekreasi. Sehingga ada aktivitas sosial dan ekomoni warga sekitar bendungan bertumbuh. Ini juga dapat jadi salah satu lumbung pendapatan daerah tersebut.

5. Biaya produksinya tinggi

Terlepas dari jenis bangunannya, PLTA memakai biaya besar untuk tahap produksi. Pengerjaannya saja dapat memakan waktu lama, belum faktor logistik, politik, pembebasan lahan serta lokasi geografis. Tetapi, jika digarap secara serius dapat menguntungkan bagi generasi mendatang.

6. Terdapat resiko merusak lingkungan

Pembanguan PLTA bersifat paradoks, yaitu ramah sekaligus merusak lingkungan dalam waktu bersamaan. Ekosistem mahluk hidup di area bendungan dapat terganggu, salah satunya migrasi ikan. Yang lebih parah lagi, jika sampai ada kesalahan pada kosntruksi bendungan bisa mengakibatkan banjir dengan volume air yang besar.

7. Mengandung emisi metana

PLTA dan resevoir digadang-gadang sebagai pembangkit ramah lingkungan, namun masih meninggalkan metana. Penelitian menemukan bahan tanaman di area menggenang membusuk dan terurai di lingkungan anaerob. Hal ini berdampak pada pelapasan karbon dan metana ke lingkungan akibat oksigen nggak dilibatkan.

8. Menganggu aksesibilitas air serta menyebabkan kekeringan

Pembangunan bendungan PLTA menyebabkan gangguan aksesibilitas air . Aksesibilitas air dapat mempengaruhi kekeringan pada hutan, lembah sungai, rawa dan area rerumputan. Inilah salah satu resiko terbesar dari PLTA.

Akibat dari gerbang turbin yang bentar-bentar dibuka, aliran air terganggu dan berdampak pada ekosistem sungai dan sekitarnya. Jika dibiarkan bisa menjadi masalah di kemudian hari.

Sumber : nsenergybusiness.com | conserve-energy-future.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”