Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Aqua-FI, Perangkat Wi-Fi Bawah Laut Pertama di Dunia yang Sukses Mengirim Sinyal Internet

Peneliti dari King Abdullah University of Science and Technology berhasil membuat perangkat yang dapat mengirim sinyal internet di bawah laut yang diberi nama Aqua-Fi. Dalam satu detik mampu mengirim data sebanyak 2,11 megabytes.

Internet membuat manusia mampu menjelajahi dunia dalam waktu singkat. Konten dari dalam dan luar negeri bisa kita konsumsi kapan saja, khususnya konten streaming. Sudah bisa dipastikan jika kehidupan kita jaul lebih mudah dengan bantuan internet.

Walau memiliki kelebihan ternyata internet masih tersimpan kendala yaitu nggak bisa diakses dari dalam air. Jangankan untuk mengakses internet, berkomunikasi dalam air bukan perkara mudah. Masalah inilah yang menjadi landasan untuk dapat mengirim sinyal dari bawah laut..

Bassem Shihada, selaku penanggung jawab tim penelitian dari King Abdullah University of Science and Technology, Arab Saudi berhasil membuat alat yang dapat digunakan untuk mengirim sinyal internet dari dalam laut. Alat ini diberi nama Aqua-Fi

1. Aqua-Fi mampu mengirim data sebanyak  2,11 megabytes per detik

cemse.kaust.edu.sa

Berdasarkan hasil yang telah dipublikasikan di IEEE, data maksimal yang berhasil dikirimkan sebesar 2,11 megabytes per detik. Jeda yang terjadi selama pengiriman rata-rata sebanyak 1 milildetik tiap perjalanan.

Untuk dapat mengirimkan sinyal internet, Aqua-Fi menggunakan LED berwarna hijau dan laser 520 nanometer. LED berfungsi untuk menyediakan jenis komunikasi jarak pendek bertenaga rendah sedangkan laser digunakan untuk mengangkut data walau membutuhkan daya yang besar. Terdapat komponen pendukung bernama Rapsberry Pi, komputer kecil untuk menerima sensitivitas cahaya yang terhubung pada LED dan Laser.

Foto dan video yang sudah tersimpan akan dikirim lewat sinyal nyala-mati dengan kecepatan untuk mengirim sinyal. Alat pendeteksi cahaya menangkap variasi dari kecepatan cahaya dan diterjemahkan ke dalam bahasa komputer 1s dan 0s. Setelah menjadi bahasa komputer barulah ditayangkan secara streaming atau bentuk lainnya.

2. Komunikasi di bawah laut merupakan permasalahan tersendiri sejak lama

leisurepro.com

Selama ini para penyelam menggunakan tangan, radio, gelombang akustik dan digital untuk berkomunikasi satu sama lain. Walau variannya banyak namun masih menjadi kendala bagi kebanyakan penyelam. Hal ini karena masih ditemukan kekurangan yang membuat penyelam jengkel.

Pertama adalah radio, ia hanya dapat beroperasi dengan jarak pendek ketika hendak mengirimkan data. Cahaya dapat dilakukan dengan jarak jauh dan mampu membawa banyak data, yang menjadi masalah adalah berkas cahaya sempit sehingga garis pandang antara penerima dan pengirim harus jelas. Sedangkan gelombang akustik mendukung jarak jauh tetapi pengiriman data lambat.

3. Masih mempertimbangkan untuk menggunakan receiver data berbentuk bola

shearwater.com

Aqua-Fi sendiri juga masih memiliki kendala walau dalam pengujiannya berhasil mengirim sinyal dari bawah laut secara nirkabel. Shihada menjelaskan kualitas tautan masih dapat ditingkatkan dan jangkauan transmisi dengan menggunakan komponen elektronik yang lebih cepat lagi.

Ditambah berkas cahaya harus tetap sejajar selama penerimaan walau dalam kondisi air mengalami pergerakan, sehingga tim bisa mempertimbangkan penerimaan objek bola karena dapat menangkap cahaya dari berbagai sudut.

"Kamu berusaha membuat cara yang lebih fleksibel dan murah supaya dapat berselancar di dunia maya dengan kondisi berada di bawah laut" Kata Shihada

Hadirnya Aqua-Fi membuka harapan untuk dapat mengakses internet di bawah laut. Penemuan ini masih dalam tahap pengembangan agar dapat terhubunng dengan jaringan 5G. Tinggal tunggu waktu nantinya ada live IG dari bawah laut.

Sumber : interestingengineering.com | divemagazine.co.uk | ieeexplore.ieee.org

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”