Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Beginilah Rahasia Dibalik Rancangan Konstruksi Jembatan Lengkung Romawi

Jembatan lengkung merupakan salah satu konstruksi jembatan yang masih banyak dipakai pada masa sekarang. Khususnya dengan pondasi melengkung yang telah ada sejak jaman Romawi

Pada masanya, bangsa romawi terkenal karena memiliki banyak daerah kekuasaan. Banyak wilayah kekuasannya membuat mereka menjadi salah satu kerajaan terbesar di dunia. Dibalik itu semua, banyak sekali pembahasan yang menarik untuk dibahas dan nggak sedikit cerita-cerita romawi dibuat dalam bentuk film.

Jembatan lengkung merupakan konstruksi yang paling mencolok dari segala bentuk arsitektur. Alasan dibuat melengkuing adalah supaya bisa membangun bangungan dengan rasio pembukaan dinding yang jauh lebih besar dari ketinggian sebelumnya. Konstuksi lengkung bisa ditemukan pada Coliseum serta dinding dan jembatan.

Bagaimanakah jembatan lengkung ini dapat berdiri tegak selama ini?

1. Mampu mendistribusi kompresi dan mengalihkan bobot ke dua titik

interestingengineering.com

Desain jembatan dibuat melengkung karena struktur berbentuk setengah lingkaran dapat mendistribusi kompresi melalui bentuknya dan mengalihkan bobot ke dua titik/ penyangga, secara langsung mampu mengambil alih tekanan. Kurva natural lengkungan memiliki kemampuan mengurangi efek ketegangan pada bagian bawah lengkungan karena mampu menghilangkan gaya luar.

2. Tingkat lengkungan mempengaruhi tegangan pada bawah jembatan

id.pinterest.com

Lengkungan yang cukup besar dan tegangan akan mengambil alih kekuatan alami struktur pendukung. Semakin besar tingkat lengkungan, maka semakin besar efek tegangan pada bagian bawah jembatan.

Ketika radius lengkungan meningkat, ia bertingkah seperti sedikti menyerupai balok, kara itulah ia memiliki gaya kompresi rendah atau gaya tarik yang muncul di bagian bawah lengkungan.

Walau banyak variasi jembatan lengkung, tetapi pada dasarnya memiliki struktur yang sama. Contohnya adalah pondasi lengkungan arsitektur bergaya Romawi, Barok dan Renaisans.

3. Jembatan lengkung tidak memiliki integritas struktural

heraldmailmedia.com

Sampai sekarang ini, bangsa Romawi membangun jembatan lengkung dan saluran air yang masih eksis. Bagian tersulit dari membuat jambatan lengkung adalah pada kedua bagian konverger struktur nggak memiliki integritas suruktural sampai mereka bertemu di tengah. Dengan demikian, perancah tambahan atau sistem pendukung yang biasa dilakukan.

Akibat distribusi muatan mati dan hidup pada lengkungan, tekanan selalu diterjemahkan dalam kompresi, ini memungkinkan material seperti batu, atau beton tanpa penguat untuk digunakan secara efektif. Tanpa kita ketahui bahwa beton dan batuan nggak berfungsi pada pemuatan tegangan secara praktis.

4. Sulit mengetahui nilai beban maksimum yang bisa ditahan

machines4u.com.au/

Sulit sekali mengetahui jumlah beban yang dapat ditahan pada jembatan lengkung. Setiap komponem pada jembatan lengkung dalam pemuatan kompresi memiliki nilai pemuatan maksimum, dari setiap lengkungan yang diberikan pada yang setara dengan titik geser material manapun.

Granit merupakan bahan material terbaik untuk jembatan lengkung daripada batu pasir. Hal ini karena granit memiliki resistansi untuk menahan beban lengkung yang lebih besar dari material lainnya. Dan masih yang terbaik hingga sekarang.

5. Gaya gesek dari kompresi membuat jembatan lengkung stabil

industrytap.com

Untuk kasus jembatan lengkung, nggak perlu mortar untuk menghubungkan bagian-bagian agar jembatan dapat dibangun dengan baik, melainkan gaya gesek dari kompresi yang menjadikan lengkungan stabil. Hal ini menghemat waktu 'insinyur untuk menghitung beban maksimal pada jembatan lengkung. Selelum membangun jembatan, insinyur perlu mengetahui berapa beban maksimum yang dapat dihasilkan.

Selain menjadikan lebih stabil, prinsip yang sama membuat jembatan menjadi kuat dan tahan lama. Ketita struktur lengkung mengalami serangkaian beban yang menghasilkan tegangan dan regangan yang rendah, kelelahan yang terlihat juga sangat minim, semisal tidak ada. Jembatan lengkung cenderung bertahan sampai struktur mengalami pelapukan, karena titik leleh lengkung jauh melampaui nilai muatan praktis.

Colosseum menggunakan beton yang 10 kali lebih lemah dari beton modern. Walau begitu, beton yang digunakan di Colosseum lebih tahan pelapukan daripada beton modern karena menggunakan abu vulkanik sebagai bahan konstruksi. Makanya sampai sekarang bangunannya masih berdiri.

Begitulah rahasia konstruksi dibalik jembatan lengkung pada jaman dahulu. Masih awet ya ternyata.

Sumber : interestingengineering.com | science.howstuffworks.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”