Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Benarkah Kualitas Udara di Dalam Ruangan Dapat Berpengaruh Bagi Kesehatan? Berikut Penjelasan dari Para Ahli

Sudah banyak orang yang menggembor-gemborkan polusi udara di luar ruangan. Lalu bagaaima dengan polusi udara di dalam ruangan? Manakah yang paling berbahaya bagi kesehatan?

Kualitas udara sangat berpengaruh kepada produktivitas dan kesehatan orang yang ada di dalamnya. Bayangkan saja jika dalam satu ruangan, kualitas udaranya jelek maka dapat merugikan seluruh penghuni ruangan tersebut.

Apalagi semenjak adanya Corona, kewaspadaan orang juga semakin tinggi. Untuk beraktivitas masih terselip rasa was-was, khususnya di tempat padat. Setiap lokasi selalu ada petugas yang mengecek suhu dan mewajibkan menggunakan masker. Untuk tindakan preventif, orang yang ketahuan bersin akan disuruh pulang karena ditakutkan terjadi distribusi pernularan virus.

Untuk mengetahui bagaimana kualitas udara dapat mempengaruhi kesehatan, Environmental Protection Agency (EPA) membuat pedoman bagaimana menjaga kualitas udara di dalam ruangan, khususnya pada gedung bertingkat.

1. Kualitas udara dalam ruangan dipengaruhi oleh bakteri, jamur, debu dan virus

tribuneindia.com

Sistem HVAC dan ducting dapat berkontribusi dalam penyebaran patogen, sumber patogen bukanlah berasal dari komponen HVAC melainkan dari ruangan itu sendiri. Maka dalam menjaga kualitas udara dalam ruangan langkah pertama yang diambil adalah meminimalisir patogen.

Patogen yang menyebar di udara berupa jamur, bakteri atau virus. Sebagai informasi, perbedaan virus dan bakteri adalah ukuran virus lebih kecil daripada bakteri. Berbeda dengan bakteri, virus butuh inang untuk bertahan hidup. Dan berdasarkan riset, kurang dari 1% bakteri merupakan sumber penyakit bagi manusia.

2. Sistem HVAC mempengaruhi distribusi penyebaran bakteri

bestpackers.org

Menurut ACCA (Air Conditioning of Contractor of America), sistem HVAC mempengaruhi pertumbuhan bakteri, jamur atau virus. Ada tiga hal yang mampu mempengaruhi perkembangan biakan secara biologis yaitu sumber makanan, kelembaban dan sinar ultra violet.

Sel-sel kulit yang terkelupas dan melayang ke sistem HVAC adalah salah satu sumber makanan yang membantu pertumbuhan biologis. Sel-sel kulit mati akan melekat pada koil pendingin dan blower motor. Proses melekatnya terjadi akibat dukungan dari kelembaban.

Komponen terakhir yang berpengaruh adalah sinar ultra violet. Organisme dapat berkembang biak karena nggak ada sinar ultra violet jika digunakan dengan benar. Ultra violt berada di bawah sinar matahari, dan dapat membongkar DNA organik jamur.

3. Tingkat polutan di dalam ruangan lebih berbahaya daripada di dalam ruangan

thetimes.co.uk

Media ataupun aktivis lingkungan berpendapat bahwa polusi udara di luar ruangan berbahaya dan mempengaruhi kesehatan. Pendapat itu nggak salah karena banyak studi yang membuktikan. Tetapi perlu disadari bahwa polutan dalam ruangan bisa lebih berbahaya.

Menurut studi dari EPA, tingkat polutan udara di dalam ruangan bisa berkali-kali lipat lebih tinggi daripada yang terjadi di luar ruangan. EPA juga memasukan polusi udara dalam ruangan sebagai salah satu resiko kesehatan lingkungan kepada publik.

Akibat dari kurangnya menjaga kualitas udara di dalam ruangan akan berdampak pada menikgkatnya masalah kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, mempengaruhi kinerja dan kenyamann para pekerja, mempercepat depresiasi kualitas peralatan, mempercepat penurunan kualitas. Dan yang lebih buruk adalah terjadi ketegangan antara staf dan bagian administrasi.

4. Penting untuk mengenali asal muasal sumber polusi dari dalam ruangan

centralheatingconsultants.net

Agar dapat mengatur kualitas udara dalam ruangan selalu baik, kita perlu mengetahui darimana sumber dan jalur distribusinya. Udara dalam ruangan dapat terkontaminasi melalui ruangan itu sendiri atau dari luar ruangan. Sumber polutan terbagi menjadi tiga yaitu sistem HVAC, jalur polusi dan orang yang menghuni.

Namun ada saja faktor-faktor yang mempengaruhi polusi udara dalam ruangan karena variasi tingkat konsentrasi pencemaran. Secara umum terbagi pada dua variabel yaitu waktu dan lokasi penyebaran.

Akibat dari pencemaran dapat menumbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti sesak nafas, kelelahan, batuk dan bersin, pusing dan mual-mual. Selain kualitas udara, faktor seperti kebisingan, pencahayaan bisa menimbulkan berbagai masalah.

Disinilah kesadaran akan kualitas udara dalam ruangan perlu ditingkatkan mengingat dampak yang terjadi baik jangka pendek maupun panjang.

Sumber : gineersnow.com | health.uconn.edu | weforum.org | acca.org

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”