Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Calon Sumber Energi Masa Depan : Biogas dari Air Kencing

Berawal dari iseng-iseng, seorang peneliti dari Meksiko berhasil membuat biogas dari air kencing. Untuk satu liter kencing bisa dipakai untuk mandi dan masak.

Kita sadari bahwa kebutuhan bahan bakar semakin banyak sedangkan stoknya menipis. Alhasil orang-orang berlomba untuk menciptakan energi alternatif yang berkelanjutan. Tetapi pernahkah mengetahui bahwa air kencing manusia dapat menajdi bahan bakar.

Pada tahun 2007, Gabriel Luna-Sandoval dari Universitas Negeri Sonora, Meksiko, menyadari bahwa urine memiliki komponen seperti hidrogen dan oksigen yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi. Ia melakukan pengujian hipotesis dengan elektroda untuk mengirim listrik ke oksigen dan hidrogen secara terpisah, yang belakangan menjadi biogas yang dapat disimpan.

Ia menghabiskan sembilan tahun untuk menemukan mesin yang dapat mengubah air kencing menjadi biogas untuk dijadikan pemanas air di rumah tangga.

1. Untuk satu liter biogas setara dengan lima liter air kencing

Luna-Sandoval mengejarkan pembangkit listrik tenaga kencing selama satu dekade. Ia sudah mengembangkan perangkat untuk mengolah kencing jadi bahan bakar di tahun 2006. Tahun 2011, ia sudah mematenkan penemuannya.

Hasil penelitian mengatakan jika lima liter air kencing dapat memproduksi satu liter biogas. Dengan rata-rata manusia kencing sehari satu liter, Luna-Sandoval percaya bisa menerapkan air kencing untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk memasok kencing bisa dengan mengisi di wadah yang sudah dibuat menggunakan urinoir khusus dengan tabung yang nyambung ke mesin. Dan nggak usah khawatir dengan aroma menyengat, akrena bau biogas telah dihilangkan selama proses karena wadah terisolasi sehingga bau nggak terlepas.

2. Butuh 13 s/d 21 mililiter untuk mandi dan 70 s/d 130 mililiter untuk masak

Penemuan Luna-Sandoval ini sangat irit, terbukti dari konsumsi kencing yang dibutuhkan. Untuk mandi air hangat memeerlukan 13 sampai 12 mililiter, sedangkan untuk memasak butuh 70 sampai 130 mililiter.

Luna-Sandoval mengatakan jika 15 mililiter sudah cukup dan mengetahui rata-rata manusia menghasilkan kencing diatas satu liter jika satu keluarga dihitung maka dalam satu rumah memiliki stok kencing dua sampai empat kali lipat maka mereka bisa masak dan mandi.

Sementara itu, Ulises Cano, ahli elektrokimia dari National Researchers System of Mexico, mengatakan bahwa penemuan ini "nggak masuk akal" dan kenyataannya bisa diterapkan secara teknis. Hal ini dibuktikan dengan perlengkapan astronot yang membuat alat penyulingan air dari keringat dan kencing para astronot. Dewan sains dan teknologi nasional di Meksiko akhirnya mengakui penemuan Luna-Sandoval dengan menjadikan artikel ilmiah.

3. Ilmuwan dari Inggris membuktikan penelitian Luna-Sandoval dengan nge-charge ponsel dengan kencing

Selain Luna-Sandoval, ternyata ada ilmuwan lain yang terinspirasi dengan pembangkit tenaga kencing. Pada tahun 2013, Imuwan dari Inggris mendemonstrasikan bagaimana air kencing dapat mengisi baterai ponsel dengan menggunakan sel bahan bakar mikroba (MFC) yang menggunakan bahan bakar organik untuk menghasilkan listrik. Sel bahan bakar menggunakan bakteri anoda yang tumbuh di anoda serat karbon yang memakan urin, memecah dan menghasilkan listrik yang tersimpan di kapasitor.

Dr. Ioannis Ieropoulos menyatakan pada Reuters bahwa air kencing memiliki potensi energi nyata  "Ini adalah sumber yang terbengkalai dan ini adalah produk limbah yang sekarang dianggap sebagai sumber daya yang merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan."

Kalau tahu kencing bisa jadi sumber energi, Indonesia merupakan potensi terbesar karena penduduknya banyak otomatis banyak toilet.

Sumber : phys.org | gmanetwork.com | gineersnow.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”