Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Gajah Oling KM 13, Mobil Listrik Ciptaan Mahasiswa Banyuwangi

Mobil dengan jarak tempuh 200 km dengan rata-rata ekcepatan 50 Km/jam. Gajah Oling mampu bertahan selama 4-5 jam ketika baterai full.

Banyuwangi boleh berbangga karena mahasiswanya berhasil menciptakan mobil listrik. Mobil listrik yang diberi nama Gajah Oling KM 13 merupakan hasil karya mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Mobil ini juga mendapat penghargaan di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2018.

Mobil Gajah Oling memiliki kapasitas daya tampung satu orang dengan bodi kecil dan desain efisien. Dengan menggunakan empat baterai, masing-masing bertegangang 12 V mampu menampuh jarah 200 KM untuk sekali pengecasan. Untuk kondisi baterai full, mobil ini bisa bertahan selama 4-5 jam dengan kecepatan 40 sampai 50 kilometer per jam.

Dosen Pembimbing UKM Mobil Listrik, Galang Sandi Prayogo mengatakan, Gajah Oling adalah 100 % murni hasil karya mahasiswanya, khususnya pada perencanaan dan desain. Untuk komponen bahan, 50% hasil buatan sendiri dan 50% impor.

Komponen yang dibuat oleh Poliwangi ialah bodi mobil plat baja, power steering dan suspensi. Sedangkan baterai, motor penggerak dan sistem kontrol didapatkan dari impor. Untuk mesin yang digunakan memakai daya sebesar 1000 Watt.

"Mesin motor yang digunakan 1000 Watt. Ke depan kami akan mengembangkan dua motor dengan bahan body fiber yang lebih ringan untuk mengikuti kompetisi tahun depan," kata Galang

Muhammad Risky Azizi, selaku leader dari Team Gada Poliwangi mengungkapkan pemilihan nama Gajah Oling KM 13. Gajah Oling merupakan nama batik khas dari Banyuwangi, sedangkan KM 13 adalah alamat dari Poliwangi yang terletak di Jalan Raya Jember - Banyuwangi Km. 13, Labanasem, Banyuwangi.

Ketua Divisi Elektrik UKM Mobil Mesin Poliwangi,  Ferly Joi Setiawan mengaku lega dengan hasil kerja keras tim. Ia mengaku dapat belajar dan berkontribusi untuk kampus dan negara di bidang otomotif. Pengerjaan Gajah Oling sendiri memakan waktu 5-6 bulan dengan 24 mahasiswa. Biaya yang dikeluarkan ditafsir mencapai 60-70 juta.

"Membuat rangkaian penggerak paling lama prosesnya. Dan yang bikin pusing sistem kelistrikannya, dan akhirnya selsai, kami masih ingin menambah kecepatan dan desain bodynya," kata Ferly.

Manfaat dari adanya Gajah Oling digunakan sebagai branding untuk Poliwangi. Karya ini juga wujud dukungan mahsiswa yang ingin berkontribusi di bidang mobil listrik.

Semoga dengan hadirnya Gajah Oling mampu menginspirasi mahasiswa teknik lainnya untuk melakukan hal serupa. Kita tunggu mobil-mobil lainnya yang akan datang.

sumber : jatim.idntimes.com | poliwangi.ac.id.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”