Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Guru Kimia Belum Tentu Tahu Soal Ini, 14 Fakta Menarik Tentang Tabel Periodik Unsur

Siapa sangka tabel periodik terinspirasi dari permainan kartu. Ada juga nama unsur tabel periodik menggunakan nama super hero Marvel.

Tabel periodik selalu menjadi tuntutan oleh guru kimia ketika masih SMA. Setiap dari kita dituntut untuk hafal urutan tabel periodik. Nggak jarang guru memberikan jembatan keledai demi muridnya bisa hafal.

Ketika masuk kuliah, beberapa jurusan akan dipertemukan dengan kimia yang mau nggak mau harus mengandalkan tabel periodik. Untuk beberapa ilmuwan, tabel periodik adalah kitab suci untuk membuat sesuatu yang bersifat kimiawi.

Untuk itu, ada beberapa fakta menarik tentang tabel periodik unsur yang belum tentu guru kimia ketahui.

1. Penemu tabel periodik adalah Dmitri Mendeleyev

iupac.org

Tabel periodik sudah tersajikan berdasarkan peningkatan berat atom pada 6 Maret 1896, di Russian Chemical Society oleh Dmitri Mendeleyev. Walau disebut sebagai penemu tabel periodik modern, ia bukan orang pertama yang membuat tabel tersebut. Orang pertama yang membuat tabel periodik adalah Lothar Meyer dengan menggambar 28 elemen pada tahun 1864.

2. Polaritas baterai digunakan untuk menimbang elemen

12vmonster.com

Para ilmuwan bisa menentukan bobot dari 63 elemen dengan cara melewati arus melalui beberapa solusi untuk memecah menjadi atom-atom spesifik tertentu. Baterai yang digunakan untuk memisahkan atom, polatitasnya akan membuat atom dari satu elemen bergerak dari satu arah ke arah lainnya. Kemudian mereka akan terkumpul dalam wadah yang terpisah dan ditimbang.

3. Tabel periodik terinspirasi dari permainan kartu

time.com

Dmitri Mendeleyev sangat menyukai kartu. Alasan itulah menyebabkan ia menuliskan bobot masing-masing elemen kartu indeks yang terpisah dan mengurutkan karena tersusun dalam solitare.

4. Dulunya pernah digunakan untuk memprediksi elemen yang belum terjamah dengan benar

open.edu

Ketika Dimitri Mendeleyev menyusun tabel periodiknya sendiri , terdapat bagian-bagian kosong di dalamnya. Dengan memperhatikan sifat-sifat relatifnya terhadap unsur yang pada bagian kosong dalam tabel, Dimitri Mendeleyev dapat memprediksi beberapa penemuan elemen dengan benar.

Ia dengan benar memprediksi bobot dan sifat kimia dari gallium, skandium, dan germanium sebelum terjamah.

5. Pernah digunakan untuk menyangkal keberadaan elemen Argon

tmrresearchblog.com

Walau pernah digunakan untuk memprediksi berbagai elemen, Dimitri Mendeleyev pernah menggunakan tabelnya untuk menyangkal beberapa elemen tertentu. Argon adalah elemen yang pernah ia sangkal pada tahun 1894 dengan alasan nggak cocok dengan tabel. Selain argon, ia juga melakukannya pada helium, neon, kripton, xenon, dan radon.

6. Tabel periodik selalu masuk prolegnas secara berkala

hrw.org

Persatuan Internasional Kimia Terapan Murni (IUPAC) memiliki kuasa untuk mengubah dan merevisi tabel periodik, dengan kasus tiap penemuan ilmiah membutuhkan perubahan. Prolegans tabel periodik terakhir kali terjadi pada Desember 2018.

7. Technetium adalah elemen buatan pertama yang teleh diproduksi

industrialheating.com

Hingga saat ini, sudah ada 118 elemen yang sudah masuk dalam tabel periodik. dari 118 elemen, 90 adalah elemen yang berasal dari alam, sisanya berasal dari proses sintesis. Sedangkan elemen pertama buatan manusia adalah Technetium. Technetium pertama kali dibuat pada tahun 1937.

8. Tabel periodik modern dirancang untuk mengurutkan tingkatan nilai atom

pngitem.com

Tabel periodik buatan Dimitri Mendeleyev didesain dengan urutan tingkatan berat atom sementara. Sedangkan tabel periodik modern memiliki satu perbedaan utama yaitu dibuat sesuai dengan peningkatan nilai atom.

9. Sudah ada empat elemen baru yang ditemukan

chemistryworld.com

Uni Internasional Kimia Murni dan Terapan telah menyetejui nama dan simbol untuk empat elemen baru yaitu 113, 115, 117 dan 118 pada tanggal 28 November 2016. Unsur-unsur tersebut ialah nihonium (Nh), moscovium (Mc), tennessine (Ts), dan oganesson (Og).

10. Logam merupakan mayoritas elemen pada tabel periodik

looper.com

Sebanyak 75% elemen pada tabel periodik adalah logam. Tentu saja sisanya adalah elemen non logam. Jenis-jenis logam yang ada ialah logam alkali, alkali tanah, logam dasar, logam transisi, lantanida, dan aktinida.

11. Beberapa elemen dinamai berdasarkan nama benda, tokoh dan ilmuwan

looper.com

Untuk beberapa elemen penamaannya terinspirasi dari berbagai tokoh. Misalnya saja Einsteinium yang diambil dari nama Albert Einstein, sementara germanium, americium, dan gallium berasal dari nama tempat benda itu ditemukan.

Namun ada yang lebih unik lagi, terdapat benda yang terinspirasi dari nama tokoh mitologi yaitu thorium yang berasal dari Dewa Petir, Thor. Lalu ada titanium terinspirasi dari nama Titans yang ada di Yunani.

12. Juga ada elemen yang dinamai berdasarkan karakteristiknya

livescience.com

Selain nama dewa dan ilmuwan, ada juga elemen yang dinamai dari karakteristiknya. Ambil contoh, argon diambil dari istilah Yunani yaitu "Argos" yang berarti "malas" atau "menganggur" Ada lagi bermana brom, yang berarti "bau" dalam bahasa Yunani juga.

13. Karbon bisa mengikat elemen lain dan dirinya sendiri

ekonomi.bisnis.com

Karbon memiliki empat ikatan kovalen dengan elemen lainnya dan dirinya sendiri. Ini artinya karbon dapat mengikat dirinya sendiri dan elemen lainnya untuk membentuk senyawa dengan molekul tinggi. Hal ini juga menunjukan molekul-molekul terbentuk dalam beragam besar struktur tiga dimensi termasuk cincin dan jeruji.

Sekadar informasi, sekitar 20% karbon dan sebagian besar senyawa banyak mengandung karbon? Tentu ini menandakan bahwa karbon adalah salah satu unsur yang paling banyak di bumi.

14. Elemen ke 137 mengorbit dengan kecepatan cahaya

metro.co.uk

Seorang fisikawan, Richard Feynman memprediksi jika benar ada, elemen 137 tidak akan dapat diamati. Alasannya adalah secara teoritis elektron elemen 137 mengorbit dengan kecepatan cahaya. Sedangkan elemen 139, secara hipotesis dapat mengorbit lebih dari kecepatan cahaya.

Jadi bagaimana? Tambah paham atau tambah pusing?

Sumber : interestingengineering.com | thoughtco.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”