Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Irsan Marwanda Bachitar : Mahasiswa Sipil Yang Jadi Anggota Legislatif Bondowoso

Mahasiswa disebut-sebut sebagai agen perubahan dan selalu digaris depan ketika masyarakat membutuhkan. Alih-alih bikin aksi unjuk rasa ala mahasiswa, ia milih nyemplung langsung ke dunia politik.

Pesta demokrasi telah usai dan beberapa nama sudah dinyatakan lolos ke tingkat DPR, DPD sampai DPRD. Nama-nama yang terpilih ini terdiri dari berbagai latar belakang. Ada yang dari keluarga politik, public figure, aktivis hingga masyarakat biasa.

Dari semua nama yang lolos, ada satu mahasiswa dari Universitas Jember yang lolos jadi anggota DPRD Bondowoso, Jawa Timur. Irsan Marwanda Bachitar terpilih menjadi wakul rakyat periode 2019-2024 dari dapil 1 Bondowoso.

1. Irsan adalah mahasiswa teknik sipil Universitas Jember

mediaindonesia.com

Irsan tercatat sebagai mahasiswa semester 8 teknik sipil, Universitas Jember. Mahasisiwa kelahiran 16 Maret 1997 ini mendapat suara terbanyak setelah Sinung Sudrajat dibawah bendera PDI Perjuangan. Dari 45 nama yang lolos ke legislatif, Irsan merupakan yang termuda. Usianya baru 22 tahun.

Irsan berada di Dapil 1 Bondowoso yang meliputi Kecamatan Tenggarag, Wonosari, dan Bondowoso Kota. Ia sengaja memilih PDI Perjuangan, karena ia mengagumi sosok presiden pertama, Soekarno. Ketetarikannya ke politik juga karena ayahnya adalah pejabat publilk di Bondowoso.

“Saya cocok dengan garis perjuangan PDI Perjuangan, yang membela rakyat kecil. Selain itu, karena juga ayah saya ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso,” katanya.

Kemampuan berpolitik ia dapatkan ketika bergabung di organisasi intrakampus, yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)

2. Irsan terjun ke politik karena Bondowoso merupakan daerah tertinggal

timesindonesia.co.id

Ia nekat terjun ke dunia politik karena nggak tega melihat kemiskinan di Bondowoso, kota kelahirannya.

“Sebenarnya berangkat dari keprihatinan melihat kota tempat saya tinggal yang masih tertinggal, akhirnya saya memberanikan diri maju sebagai caleg,” tambahnya.

Ketika banyak berita politisi muda terjerak kasus korupsi, Irsan menegaskan agar dirinya nggak tergoda seperti yang sudah-sudah.

“Tentu itu akan menjadi pelajaran penting bagi saya, agar tidak jatuh di lubang yang sama,” pungkasnya.

Walau punya pengalaman organisasi, Irsan tetap mau belajar dengan politisi yang lebih lama nyemplung ke dunia politik.

"Oleh sebab itu mumpung diberi kesempatan dan kepercayaan, saya akan berkiprah untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya kaum milenia," ujar putera ke-2 Wakil Bupati Bondowoso.

3. Selama masa kampanye, pagi ngerjain skripsi dan sore sosialisasi

regional.kompas.com

Bukan hal yang mudah bagi Irsan ketika harus kampanye dan menyelesaikan skripsi dalam waktu bersamaan. Statusnya yang masih mahasiswa, membuat ia harus membagi waktu dengan baik.

Strategi yang dilakukan adalah ngerjain skripsi dari pagi sampai siang lalu kampanye ke masyarakat ketika sore sampai malam hari.

“Saat musim kampanye lalu, saya harus benar- benar memutar kepala untuk mengatur waktu. Jadi saya bagi. Pagi sampai siang saya fokus mengerjakan tugas akhir skripsi, dan sore hingga larut malam, baru berkampanye dan bertemu masyarakat,” terangnya.

4. Tetap professional walau bapaknya wakil walikota Bondowoso

instagram.com/warung.shaf

Walau ayahnya adalah wakil walikota Bondowoso, Irsan akan tetap bersikap professional. Ia nggak mau seperti daerah lain yang membentuk dinasti politik keluarga.

“Kalau di rumah, beliau orangtua saya, tetapi ketika nanti saya masuk ke kantor DPRD, maka saya harus proporsional. Kalau kebijakannya tidak pro rakyat, ya saya akan kritik,” tegasnya.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Heri Masduki, berharap dengan hadirnya Irsan akan memberikan warna yang berbeda di dunia politik. Ia juga menambahkan jika Irsan nggak pernah memanfaatkan jabatan orang tuanya.

“Anak ini luar biasa, saya tahu persis bagaimana perjuangannya ketika berkampanye kepada masyarakat. Meski ayahnya seorang Wakil Bupati, tapi Irsan tidak pernah memanfaatkan jabatan orang tuanya itu,” terangnya.

Sumber : regional.kompas.com | gesuri.id | nasional.kontan.co.id | mediaindonesia.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”