Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Jadi Suksesor 4G, 5 Fakta Yang Harus Diketahui Tentang Jaringan 5G

Salah satu bentuk dari revolusi industri 4.0 adalah lahirnya jaringan 5G. Jaringan yang dapat membantu aktivitas manusia

Sebelumnya jaringan nirkabel yang kita gunakan sekarang adalah 4G, yang mana memungkinkan kita untuk mengakses internet dan dapat mengunggah berbagai fitur seeprti film, lagu, video game dan lain-lain. Namun dalam waktu dekat teknologi 4G akan bergeser dan berubah menjadi 5G. Teknologi 5G adalah jaringan nirkabel yang memungkinkan pengguna untuk mengakses perangkat robot industri, drone hingga data lalu lintas.

Jaringan 5G pertama kali diuji coba di berberapa kota pada tahun 2018, sedangkan Amerika Serikat akan menerapkan 5G pada tahun 2019. Dan diharapkan pada tahun 2020 peluncuran 5G jauh lebih komprehensif. Para pejabat di Amerika Seritak melihat ini sebagai peluang persaingan. Jaringan yang lebih cepat membantu menyebarkan penggunaan kecerdasan buatan dan teknologi lainnya.

Walau begitu, masih ada pertanyaan yang mengganjal di kepala tentang apa itu 5G. Berikut fakta tentang 5G.

1. 5G adalah aturan yang menentukan cara kerja jaringan seluler

5G adalah seperangkat aturan dasar teknik yang menentukan cara kerja jaringan seluler, termasuk frekuensi radio yang digunakan dan bagaimana berbagai komponen komputer dan antena mampu menangani sinyal radio dan bertukar data.

Sejak ponsel pertama keluar pada tahun 1970-an, beberapa perusahaan dan insinyur sepakat untuk menyetujui serangkaian spesifikasi baru untuk jaringan seluler, yang ditunjuk sebagai generasi teknologi baru setiap dekade. Agar bisa merasakan teknologi 5G maka harus memiliki ponsel yang mendukung 5G, sedangkan operator harus menginstall transmisi baru untuk menawarkan pelayanan yang lebih cepat.

Samsung sudah mendemostrasikan prototype ponsel 5G yang diharapkan beroperasi pada jaringan Verizon dan AT&T.

2. Kecepatan puncak unduh 5G sebesar 4,5 gigabits per detik

Kecepatan 5G sangat tergantung lokasi dan layanan nirkabel yang digunakan di dareah tersebut dan juga keberuntungan ketika memutuskan menggunakan 5G.

Qualcomm, produsen chip nirkabel, telah menunjukan kecepatan unduh sebesar 4,5 gigabits per detik, tetapi dengan kecepatan rata-rata awal sekitar 1,4 gigiabits. Itu artinya sekitar 20 kali lebih cepat dari penggunaan 4G saat ini.

Qualcomm menyatakan kecepatan 5G akan terlihat dalam video streaming berkualitas tinggi. Dan mengunduh film pada kecapatan rata-rata 17 detik jika menggunakan 5G, berbeda dengan 4G yang memakan waktu enam menit.

https://www.nytimes.com/2018/12/31/technology/personaltech/5g-what-you-need-to-know.html?fbclid=IwAR2hzeOF9qFB5_4s763AFmXWnaWsme4-jyvsPNP0K2myviqiz5oBKRmAiyw

3. Selain kecepatan puncak, latensi juga jadi faktor penting

Ada jenis kecepatan yang nggak kalah pentingnya yaitu lag atau latensi. Ketika melakukan perintah di ponsel, misalnya saja pencarian web maka responnya nggak langsung jelas. terlambat selama 50 hingga ratusan milidetik itu wajar, sebagian dikarenakan sinyal harus sering lewat antara pembawa pengalihan pusat yang berbeda-beda.

5G menggunakan teknologi baru yang dirancang untuk mengurangi latensi hingga beberapa milidetik. Itu juga dirancang untuk mengirim sinyal yang lebih andal daripada jaringan seluler sebelumnya, yang sekarang ini sering menjatuhkan bit data yang nggak perlu seperti streaming film lewat ponsel.

4. 5G bisa digunakan untuk bidang virtual reality

Peningkatan jaringan 5G juga memiliki manfaat di bidang virtual reality. VR berkualitas tinggi sekarang ini biasanya membutuhkan headset besar yang dihubungkan dengan kabel ke komputer terdekat yang menghasilkan gambar 3-D. Dengan menggunakan 5G, yang akan dimuat secara nirkabel ke mesin lain, membebaskan pengguna untuk bergerak dan membuatnya lebih mudah untuk mengembangkan alat seukuran kacamata, kata Cristiano Amon, presiden bisnis semikonduktor Qualcomm.

Di bidang terkait augmented reality, orang bisa mengarahkan kamera ponsel ke pertandingan sepak bola dan melihat pertandingan dan menampilkan stastistik pemain atau data lainnya sekaligus. kata Patrick Moorhead, analis di Moor Insights & Strategy.

"Jika Anda berbicara tentang operasi jarak jauh atau mobil terkoneksi, Anda tidak ingin waktu latensi terlalu lama," kata Fredrik Jejdling, wakil presiden eksekutif di Ericsson, pembuat peralatan seluler.

5. 5G bekerja pada tiga spektrum yaitu Low-band spectrum, Mid-band spectrum dan High-band spectrum

5G beroperasi pada tiga spektrum berbeda. Walau begitu nggak terlalu penting untuk konsumen, namun berdampak pada pemakaian sehari-hari.

Low-band spectrum atau spektrum pita rendah adalah spektrum yang digambarkan sebagai spektrum sub 1GHz. Hal ini karena pita spektrum ini digunakan oleh operator AS untuk LTE, dan dengan cepat jadi habis. Sementara spektrum pita rendah menawarkan area cakupan dan penetrasi yang besar, serta kelemahan yaitu kecepatan data puncak akan mencapai 100Mbps.

Mid-band spectrum atau spektrum pita menengah memberikan jangkauan lebih cepat dan latensi lebih rendah daripada pita rendah. Namun, spektrum pita menengah gagal menembus bangungan seperti spektrum pita rendah. Kecepatan puncak yang diharapkan adalah 1Gbps.

High-band spectrum atau spektrum pita tinggi adalah ekspetasi dari orang awam ketika mendengar tentang 5G. itu sering disebut juga mmWave. Spektrum pita tinggi menawarkan kecepatan puncak hingga 10 Gbps dan memiliki latensi yang rendah. Namun skeptrum ini memiliki kelemalan yaitu area cakupan rendah dan penetrasi yang buruk.

Walau jaringan 5G sudah ada dan digunakan diberbagai negara, namun masih perlu dikembangkan lagi karena jaringan ini memiliki berbagai kelemahan. Maka dari itu belum bisa dikomersilkan secara luas.

Sumber : digitaltrends.com | nytimes.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”