Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Jenis-Jenis Offshore Platform Rig Yang Sering Dipakai Oleh Pemburu Minyak

Ketika hendak mencari minyak di lepas pantai, maka yang pertama dilakukan adalah membuat platform rig agar dapat mengebor, menyompan dan mengolah minyak. Tetapi rig yang digunakan harus menyesuaikan kebutuhan dan lokasi.

Anjungan lepas lantai, atau bisa disebut rig lepas pantai merupakan rig pengeboran minyak yang dipasang di lokasi lepas pantai. Rig lepas pantai terdiri dari platform mengambang yang melakukan pengeboran, produksi, penyimpanan dan pengangkutan. Rig terdiri dari semua struktur dan peralatan yang membantu proses pengeboran untuk mengekstrak minyak dan gas yang tersimpan di bawah laut.

Dikarenakan sumber minyak terdapat di laut, membuat para pekerja harus tinggal di lautan selama berbulan-bulan. Selain mencari sumber minyak, mereka harus mengawasi mesin bor dan melakukan pengecekan berkala. Sehingga perusahaan membuat rig dengan fasilitas tempat istirahat dan tempat makan bagi pekerja.

1. Floating Offshore Platform

Floating Offshore adalah anjungan yang menggunakan kapal selam yang dirancang untuk memproses dan ditambatkan ke suatu lokasi dalam waktu lama. Jenis utama dari sistem ini adalah PSO (sistem produksi, penyimpanan, dan pembongkaran terapung), FSO (sistem penyimpanan dan pembongkaran apung), and FSU (unit penyimpanan apung).

Sistem ini digunakan ketika perusahaan berekspansi ke perairan yang lebih dalam, serta menaikan minyak ke permukaan. Ini sering diartikan rig-rig di atas laur bersifat apung dan mengapung sebagian di permukaan sambil memompa minyak dari sumur. Beberapa anjungan ini memakai kawat dan tali yang terhubung ke jangkar yang stabil.

2. Tension Leg Platform

Platform Tension Leg terdiri dari rig mengambang yang ditambatkan ke dasar laut dengan cara menghilangkan sebagian besar struktur penggerak vertikal. Rig tersebut ditambatkan melalui tendon yang dipasang vertikal.

Akibatnya adalah mengalami banyak tekanan horizontal akibat gelombang dibandingkan dengan gerakan vertikal yang dibatasi pondasi tendon melekat. Struktur ini mampu mengebor sampai kedalaman 5000 kaki dan lebih stabil jika dibandingkan dengan unit pengeboran lainnya.

3. Spar Platform

Platform Spar pada dasarnya menyerupai tension leg yaitu dengan menambatkan ke dasar laut. Bedanya adalah spar memiliki lambung silinder berongga yang dapat turun hingga 200 meter dibawah permukaan laut. Lambung silinder berfungsi untuk menstabilkan platform pengeboran dan sebagai anak tangga dari sumur pengeboran di dasar laut ke permukaan.

Berbeda dengan tension leg yang memiliki tensi vertkal, spar memiliki garis tambat yang lebih konvensional. Spar memiliki tiga konfigurasi yaitu lambung silinder one-piece konvensional, trussspar dan cell spar. Spar lebih ekonomis dari tension leg karena digunakna pada rig kecil dan menengah serta memiliki stabilitas yang lebih merekat karena adanya penyeimbang di bawah dan nggak tergantung pada tambatan.

4. Subsea Platform

Sistem ini beroperasi dimana sumur dipasang di dasar laut, bekas pengeboran sebelumnya. Kepala sumur dikendalikan dari jarak jauh dengan sistem otomatis dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan mengangkut minyak dan gas secara langsung ke fasilitas produksi menggunakan jaringan pipa bawah laut.

Sistem pengeboran bawah laut meliputi modul produksi laut dalam yang terletak di dasar laut, serta jalur transportasi yang menyalurkan minyak ke penampung di permukaan.

5. Jack-up Platform

Jack-up merupakan platform yang nggak permanen dan bisa dipindah tempat. Hal ini dikarenakan platform ini memiliki kaki penyangga dan prinsip kerjanya seperti dongkrak. Rig ini dirancang untuk area dangkal.

Rig dongkrak dianggap lebih aman daripada jenis rig lainnya yang dapat berpindah-pindah seperti tongkang pengeboran, karena ruang operasional ada di permukaan dan kurang rentan terhadap cuaca dan gelombang.

6. Fixed platform

Dari nama saja sudah jelas bahwa platform ini permanan karena dibangun di atas beton/ baja yang sudah terpasang di dasar laut, ini sudah termasuk dek dan ruang untuk pengeboran, produksi dan tempat pekerja beristirahat.

Platform ini dirancang dan digunakan dalam jangka panjang dan memiliki berbagai jenis struktur yang digunakan antara lain jaket baja, beton caisson, baja apung dan bahkan beton apung. Jaket baja adalah bagian vertikal yang terbuat dari baja turbular dan biasanya ditumpuk ke dasar laut.

Platform ini memiliki stabilitas tapi kurang dalam mobilitas, penggunaannya saja sebatas menyadap minyak jangka pendek yang dangkal. Platform ini mampu mengebor hingga kedalaman 1500 sampai 1700 kaki. Kelemahan dari platform ini adalah mahal biaya produksi, jadi hanya dugunakan apabila menemukan sumber minyak yang melimpah.

Sumber : strukts.com | marineinsight.com | mnn.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”