Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Mengapa Merasa Tertatih-Tatih Di Kuliah Teknik Justru Itu Jadi Pertanda Baik?

Kuliah teknik memang berat. Perlu proses untuk menyelesaikannya. Tapi yang perlu diingat adalah semua orang punya prosesnya sendiri-sendiri. Jangan dipukul rasa sama orang lain.

Hal yang baik bagi mahasiswa teknik ialah mendapatkan pengalaman rasanya dibanting oleh realita perkuliahan. Dari awal kuliah udah diglojok kakak tingkat, masuk kelas langsung diglojok dosen sampai mendapatkan gelar sarjana teknik harus jalan tertatih-tatih.

Sebagian dari kita memilih untuk pindah ke prodi lain yang lebih mudah. Namun jika kalian masih menjadi mahasiswa teknik sampai detik ini, justru itu pertanda bagus. Mengapa demikian?

Siapapun tahu untuk mempelajari mata kuliah bidang teknik susahnya bukan main. Untuk mempelajari satu konsep engineering bisa memakan waktu berminggu-minggu. Ditambah dengan tuntutan UKM dan kepengurusan mahasiswa, beban kalian sudah bertambah berlipat-lipat. Tetapi itulah jalan yang harus dilalui, nggak ada jalan pintas.

Pengalaman tersebut akan berguna nanti ketika diluar kampus. Ambil contoh, mau daftar beasiswa. Untuk syarat administrasi saja udah ribet, belum lagi beasiswa kuliah luar negeri. Selain itu harus melewati tahap wawancara dan lain-lain sampai dinyatakan diterima.

Untuk yang terbiasa berdarah-darah, nggak akan mengalami kesulitan yang berarti. Mereka akan mencari cara alternatif. Sedangkan yang belun terbiasa berdarah-darah, meraka akan kebingungan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Perlu dipahami, menjadi insinyur nggak semudah omongannya Mario Teguh. Semua orang punya kesulitannya masing-masing. Mulai dari kesulitan belajar, ngatur waktu sampai bangun pagi. Cobalah renungkan, "Bagaimana jika kita nggak ngalamin rasanya jatuh bangun di perkuliahan? Apakah kita bisa jadi insinyur hebat nantinya"

Kita harus sadari bahwa untuk melewati rintangan itu butuh proses. Semua orang punya prosesnya sendiri-sendiri. Kita nggak bisa pukul rata prosesnya orang lain dengan diri sendiri. Tetapi dari hasil berproses, kita dapat pengalaman, pengalaman itu membuat kita jadi lebih baik dari sebelumnya.

Mungkin kita liat teman kita yang berhasil tanpa terlihat tertekan sama sekali. Percayalah, dia hanya pintar menyembunyikan tekanan yang dirasakan. Dari luar kelihatan baik-baik saja, tapi dalamnya ia punya beban yang lebih berat dari kita. Jadi tanpa kita ketahui, dia sedang banting tulang untuk dirinya sendiri.

Semua insinyur yang kita kenal, atau dosen kita, bisa seperti sekarang bukan karena bakat dari lahir. Mereka sudah berjuang sewaktu kuliah. Buah dari perjuangannya ia rasakan di masa sekarang ini. Edison aja butuh 1000 kali percobaan untuk bikin lampu. Jika ingin menjadi insinyur atau apapun bidang yang dipilih, fokus pada prosesnya. Karena pengalaman yang didapatkan itu nempel terus sampai tua.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”