Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Menurut Peneliti, Tetap Rapi Selama WFH Bisa Menaikan Konsentrasi dan Produktivitas

Beberapa penelitian menunjukan berpakaian rapi selama WFH bisa menaikan konsentrasi dan produktivitas. Sangat cocok untuk kamu yang harus ngerjain skripsi dan bimbingan dari rumah

Sebelum dampak Corona mewabah, agenda kita setiap pagi adalah mencari baju untuk aktivitas. Sayangnya sejak Corona menyerang, aktivitas itu mulai hilang karena himbauan work from home atau bekerja dari rumah.

Himbauan work from home menjadikan kita terbawa suasana tetap koloran selama kuliah, kerja dan bimbingan dengan atasan rapi. Kadang-kadang cuma kaos oblong yang sudah robek. Dampaknya adalah jadi irit cucian dan uang laundry jadi sedikit lebih ringan daripada sebelumnya.

Tahukah kamu bahwa tetap berpakaian rapi selama work from home dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas. Hal ini akan berbeda jauh ketika kamu selama work from home tetap koloran dan kaos oblong.

1. Berpakaian rapi memberikan suasana nyaman dan meningkatkan produktif

ussfeed.com

Memang selama work from home nggak ada orang yang ngomelin caramu berpakaian. Kamu terbebas dari polisi kedisiplinan karena semua aktivitas dilakukan di dalam rumah. Tetapi bukan berarti harus koloran setiap saat juga dong.

Sadar atau tidak, berpakaian rapi saat work from home dapat mempengaruhi produktivitas. Hal ini terjadi karena pemilihan pakaian berkhasiat mempengaruhi perilaku, tindakan, kepribadian, kepercayaan diri dan mood serta cara berinteraksi dengan orang lain. Istilah ini disebut sebagai Enclothed Cognition.

Menurut profesor Carolyn Mair, penulis The Psychology of Fashion " Yang terpenting dari pemilihan pakaian adalah bagaimana pakaian itu membuat kita jadi ngerasa lebih baik"

2. Berpakaian rapi mengisyaratkan bahwa kamu sedang bekerja, bukan nyantai

today.com

Sebuah studi tahun 2015 dari Social Psychology and Personality membuktikan jika orang memakai pakaian formal cenderung berpikir lebih kreatif, visioner dan mampu melihat peluang lebih besar. Secara nggak langsung dapat mempengaruhi cara berpikirmu.

Berpakaian rapi saat kerja juga ngasih kode ke orang lain bahwa kamu sedang sibuk dan nggak ingin diganggu. Dan temanmu akan kesulitan ngajak kamu mabar PUBG mobile. Dengan begitu kamu sudah menciptakan work life balance sendiri sehingga nggak ganggu aktvitas yang lain.

3. Berpakaian rapi bikin kamu lebih fokus pada kerjaan

blog.rescuetime.com

Seorang psikolog fesyen dari University of Hertfordshire, Inggris bernama Dr. Karen Pine mengatakan pemilihan pakaian sangat berkaitan dengan value yang ingin diberikan pada sebuah pakaian.

Secara simbolis, pemilihan pakaian dapat mempengaruhi fungsi otak untuk berkonsentrasi. Jika kamu berpakaian formal rapi maka otak akan memberi sugesti untuk fokus pada pekerjaan. Sedangkan berpakaian santai maka otak menyugesti untuk selonjoran sambil dengerin lagu ambyar.

Hasil studi dari The Journal of Experimental Social Psychology pada tahun 2012 menunjukan orang yang menggunakan jas dokter pada saat kerja cenderung minim kesalahan, lebih teliti dan konsentrasinya meningkat. Dengan kata lain pakaian dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan mengerjakan sesuatu.

4. Berpakaian rapi bikin lebih siap dan PD untuk Conference Call

theguardian.com

Salah satu dampak dari Corona adalah semua komunikasi dilakukan secara daring. Sehingga pemakaian video call, conference call jadi meningkat tajam. Kalau lagi video call sama teman, pacar, gebetan atau mantan masih bisa pakai pakaian santai. Sayangnya kamu nggak bisa bersikap santai ketika video call sama dosen atau urusan kerjaan.

Untuk menghindari grogi selama conference call, ada baiknya kamu tetap berpakaian rapi seperti mau ketemu dosen pembimbing. Pasalnya beberapa conference call seperti penampakan, datangnya dadakan. Dengan begitu nggak ada waktu yang terbuang untuk ganti pakaian.

Supaya lebih maksimal, mandi dahulu sebelum mulai conference call supaya badan lebih nyaman dan rileks. Tambah sedikit parfum juga boleh, untuk aroma segar.

Coba diingat lagi kenapa kamu kalau kuliah di rumah bawaannya malas? Bisa jadi kamu bangun tidur, masih koloran, nggak mandi terus langsung gabung kuliah daring.

Sumber : idntimes.com | glints.com | kumparan.com | dream.co.id

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”