Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Pemerintah Tiongkok Menciptakan Seragam Sekolah Anti Bolos

Inovasi ini didasari tingkat bolos di Guanxi yang tertinggi di Tiongkok. Seragam ini akan membunyikan alarm apabila ada yang ketahuan bolos.

Sekolah di provinsi Guizhou dan wilayah otonom Guangxi Zhuang, China membuat inovasi dengan menaruh pelacak pada seragam sekolah. Tujuan dari program ini ialah untuk mengawasi aktivitas para murid, mengetahui keselamatannya dan mengatisipasi tindakan bolos.

Pemberlakuan seragam pintar terjadi di sembila sekolah di Guizhou dan dua di  Guangxi. Guanxi merupakan paling miskin di China dan aktivitas siswa membolos termasuk yang tertinggi.

Guizhou Guanyu Technology, selaku pengembang chip dari teknologi ini mengatakan bahwa ketika siswa memakai seragam maka semua aktivitas tercatat berdasarkan waktu dan tanggalnya. Semua aktivitas mereka dapat dipantau dengan video melakui aplikasi yang tersedia.

Selain itu, teknologi pengenalan wajah juga diberlakukan untuk menghindari siswa yang sengaja menukar seragamnya. Seragam ini memiliki alarm yang dapat berbunyi apabila ketahuan keluar sekolah di saat jam belajar masih berlangsung.

Wang Ping, kepala serikat pekerja di Sekolah Tinggi Xiuwen di Guizhou, mengatakan bahwa sudah ada 1000 siswa tingkat pertama telah menggunakna seragam berteknologi tinggi selama satu bulan.

Setiap siswa memiliki tolal empat seragam, dua untuk musim panas dan dua untuk musim dingin, masing-masing harganya 320 yuan ($ 47) yang setara dengan harga seragam sekolah China pada umumnya.

Ketika siswa masuk sekolah, kelas atau asrama, sistem dapat menampilkan informasi siswa, termasuk nama, foto dan kelas kepada staf sekolah dan mengirimkannya ke orang tua siswa. Zhao Shengyong, ayah dari siswa kelas satu di Xiuwen High School, mengatakan senang dengan fungsi dari seragam tersebut.

"Sekolah itu adalah sekolah asrama, jadi sulit bagiku untuk menjadi orangtua di rumah. Seragam ini dapat memberikan tekanan padanya dan membuat dia tahu bahwa aku akan diberitahu jika dia bolos kelas," katanya. "Sulit mengasuh seorang remaja, dan aku butuh semua bantuan yang bisa kudapat."

Chu Zhaohui, peneliti dari National Institute of Education Sciences, kurang setuju dengan hal ini karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan psikis apabila segala aktivitas mereka diawasi.

"Ketika seseorang diawasi, mereka akan berperilaku berbeda dan bertindak melawan kehendaknya sendiri, akibatnya adalah perilaku yang lebih memberontak," katanya

Li Daguo, perwakilan hukun dari perusahaan pembuat seragam tersebut mengatakan hanya orang tua dan guru yang bisa mengakses informasi dari seragam tersebut. Ia menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menjamin privasi siswa.

Kebijakan ini merupakan salah satu dari pemerintah China meluncurkan sistem kredit sosial untuk memeringkatkan warga melalui aturan yang membuat warganya patuh lalu memberikannya penghargaan, dan menghukum warganya dengan berbagai cara tergantung skor yang mereka miliki.

sumber : businessinsider.sg | chinadaily.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”