Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Penggunaan Freon (R-22) Resmi Dilarang Di Tahun 2020, Berikut Alasannya

Mulai tahun 2020, pemakaian freon dilarang sebanyak 99,5%. Hal ini karena freon menyumbang kerusakan ozon. Tentu saja berdampak pada kelangkaan dan harga jual yang naik drastis.

Freon (R-22) adalah refrigeran yang sering dipakai pada berbagai macam AC. Penggunaannya banyak terdapat pada pengkondisi udara di industri atau rumahan.Sebutan lain dari R-22 adalah HCFC-22 yaitu kombinasi dari hidrogen, karbon, fluor dan klor.

Di Amerika Serikat, konsumsi freon diatur oleh Badan Pelindungan Lingkungan, lembaga yang bertanggung jawab untuk membuat dan menerapkan undang-undang perlindungan lingkungan. Hal tersebut karena freon adalah refrigeran yang dapat merusak ozon, dan mereka telah bekerja sama dengan lembaga internasional dalam sebuah proyek yang disebut Protokol Montreal.

Protokol Montreal telah dikembangkan pada tahun 1987. Tujuannya adalah untuk bertanggung jawab pada pembersihan zat yang dapat merusak ozon, serta meregulasi dan membuat kebijakan pemakaian freon.

1. Pelarangan pemakaian freon telah melewati proses pengujian berkala

Pada tahun 1928, zat pendingin pada waktu itu menggunakan CFC yaitu gabungan dari karbon, fluorin dan klorin. Sayangnya pemakaian CFC sangat nggak aman bagi lingkungan dan kurang cocok untuk pendingan AC rumah.

Sebagai gantinya, keluarlah HCFC yang dinilah lebih aman karena bebas racun, nggak berbau dan nggak mudah terbakar. Tetapi pada pengujian tahuan 1970, Badan Perlindungan Lingkungan menemukan jika freon (R-22) sama buruknya untuk lingkungan karena dapat merusak ozon dalam jangka panjang.

Demi alasan keamanan lingkungan, mulai 1 Januari 2020 freon resmi jadi barang ilegal di Amerika Serikat. Akibatnya adalah Amerika Serikat menghentikan produksi atau import.

2. Pelarangan penggunaan freon dilakukan secara bertahap

Freon secara aktif telah dihapus oleh Badan Perlindungan Lingkungan dan badan internasional yang terlibat. Badan Perlindungan Lingkungan menghapus 75% peredaran HCFC dan membatasi untuk produsen atau konsumen, walah ada berberapa regulasi.

Tahap kedua pelarangan freon mulai dari tahun 2015, diperkirakan akan berlanjut sampai tahun 2019. Para agen mulai mengurangi produksi dan konsumsi freon sebanyak 90%. Di tahun yang sama, mulai digalakan perihal pelarangan freon.

Tahap ketiga pelarangan pemakaian freon sebanyak 99,5% mulai berlaku antara tahun 2020 sampai 2025. Hanya yang punya lisensi mendapat kebebasan memakai freon, baik untuk mendaur ulang atau produksi. Kebijakan ini akan memakai pedonam yang ketat.

Tahap keempat freon resmi dilarang peredaran pada tahun 2030. Badan Perlindungan Lingkungan akan memusnahkan freon yang masih tersisa dan mulai transisi ke oendingin yang baru.

3. Bagaimana nasib konsumen pengguna freon?

Pembatasan produksi freon akan berdampat pada kenaikan harga yang susah dikendalikan. Apalagi untuk mesin pendingin, AC, kulkas dan chiller yang menggunakan freon sebagai zat pendingin. Tentu ini nggak bagus tugas akhir mahasiswa tentang mesin pendingin.

Namun bagi yang telah terlanjur menggunakan refrigeran untuk jangka panjang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Antara lain adalah segera perbaiki kebocoran cairan pendingin dan pasang detektor kebocoran freon. Dengan solusi ini dapat menghindari pembengkakan biaya perawatan.

4. Lalu refrigeran apa yang bisa dipakai selain freon (R-22)?

Sebagai rekomendasi, R410A bisa dipakan sebagai refrigeran alternatif pengganti freon. Namun biayanya akan membengkak ketika hendak transisi dari freon ke R410A. Kira-kira setara dengan beli mesin pendingin baru..

Bagaimana dengan yang keuangannya kurang? bisa dilakukan pembelian perangkat secara terpisah tiap tahun. Dengan begitu, bisa menekan biaya komponen mesin pendingin dan mengganti pemakaian freon yang makin lama makin langka dan mahal.

Itu aja sih yang bisa dilakukan untuk mengatisipasi melonjaknya harga freon akibat pembatasan distribusi. Tentu kebijakan ini demi menyelamatkan bumi.

Sumber : learn.compactappliance.com | aristair.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”