Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Sambut New Normal, ITB Membuat Kecerdasan Buatan AI Vision

Demi menyambut kenormalan baru, ITB mengembangkan AI dengan nama AI-Vision. AI ini diharapkan mampu memamtau pergerakan masyarakat di saat kenormalan baru ditengah pandemi Covid-19 yang belum reda.

Cepat atau lambat, Indonesia harus mempersiapkan diri dengan kenormalan baru ditengah pandemi Covid-19 ini. Beberapa diantaranya adalah membuat aturan tentang social distancting di berbagai tempat umum. Tempat-tempat khalayak ramai juga membatasi jumlah pengunjung agar tidak menambah klaster baru.

Melihat peluang tersebut, ITB mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang bernama Artificial Intelligence Vision (AI-Vision). AI-Vision adalah bagian dari kecerdasan buatan yang melatih komputer untuk mengintepretasi, menafsitrkan serta memahami objek visual manusia.

1. Konsep AI-Vision menggunakan deep learning

Nugraha Priya Utama, selaku dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB mengutarakan, permodelan tersebut berbasis deep learning, komputer visual memakai gambar dari kamera digital atau audio. Tentunya dirancang dengan tujuan mengindektifikasi dan mengklarifikasi objek.

Deep learning merupakan model yang mampu mempelajari metode komputasi secara mandiri. Permodelan ini dirancang untuk terus-menerus menganallisa data dengan struktur logika yang menyerupai manusia dalam pengambilan keputusan.

2. Dapat memantau aktivitas manusia di luar ruangan

aljazeera.com

Dalam pengaplikasiannya, AI-Vision digunakan untuk memantau aktivitas dan perilaku masyarakat yang berada di luar dan dalam ruangan. Dianatranya adalah memantau penggunaan masker di khalayak umum, kerumunam massa dan sikap jaga jarak.

Alat ini dapat digunakan di sekolah, tempat ibadah, bandara, perkantoran dan tempat umum lainnya. Tentu juga bisa diterapkan di tempat wisata, jalan raya hingga fasilitas publik di area terbuka.

"AI-Vision dapat dipakai untuk memantau suhu tubuh manusia, kesehatan secara otomatis serta dapat memantau kepadatan lalu lintas dan lainnya," kata Utama

3. AI-Vision beroperasi dalam tiga tahapan

packagingstrategies.com

Terdapat tiga tahapan dasar pada pengoperasian AI-Vision yaitu koleksi gambar (acquiring image), memproses gambar (processing the image) dan mengintepretasi gambar (understanding the image).

Pusat Riset AI ITB berkerja sama dengan Prosa AI telah melakukan monitoring aktivitas masyarakat. Model pertama yang digunakan adalah Vehicle Classification and Counting (VCC), yang digabungkan dengan Lisence Plate Recognition (LPR) dan Illegal Parking (IP). Penggunaan ini dapat dilakukan di dalam dan luar ruangan.

Pemanfaatnya bisa dipakai ketika memantau lahan parkir yang dihubungkan dengan jumlah pengunjung di mall. Selain itu bisa juga diterapkan di SPBU ketika sedang mengantri pengisian bahan bakar serta mengetahui jenis dan jumlah bahan bakar yang di beli.

4. Mengandalkan CCTV untuk menganalisa objek visual

apdcomms.com

Berdasarkan penjelasan dari Utama, alur inferensi untuk CCV jadi lebih mudak ketika mendapatkan input dari CCTV. Inferensi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kendaraan serta mengelompokan tipe dan jumlahnya. Khususnya bisa digunakna untuk mendeteksi plat nomor.

Untuk model IP, pertama adalah set area. Pada saat ada kendaraan masuk maka CCTV melakukan kalkulasi waktu, apakah melangagr batas waktu parkir atau tidak.

Sedangkan model kedua adalah monitoring orang yang nggak menggunakan masker. Hal ini bertujuan untuk menyiasati aturan pelonggaran PSBB sehingga dapat melaksanakan now normal dengan baik. Tentu saja model ini telah dikembangkan dengan kemampuan mengenali wajah serta mampu membedakan wajah yang bermasker atau nggak.

5. Model monitoring dapat mengidentifikasi seseorang lewat data base bagi warga yang nggak mengenakan masker

apdcomms.com

Model monitoring dibangun menyesuaikan Single Shot Director (SSD) dan Deep CNN. Dan berikutnya dimasukkan ke dataset ribuan wajah dan atribut yang digunakan.

Pertama-tama kamera akan mendeteksi wajah untuk inferensinya, lalu mengklasifikasi apakah ia meggunakan masker atau nggak, dan jika nggak menggunakan masker dapat dideteksi lewat data base yang tersedia. Hal ini disampaikan oleh Utama.

Tim Pusat AI ITB juga melakukan permodelan untuk menghitung jumlah manusia yang terekam sedang beraktivitas di dalam dan luar ruangan serta mengestimasi jarak. Permodelan ini bertujuan agar masyarakat dapat menerapkan physical distancing.

"Harapannya semoga aktivitas manusia yang terekam CCTV lewat permodelan pergerakan manusia dapat mudah diikuti dan dilakukan tracing," ujarnya

Sumber : goodnewsfromindonesia.id | medcom.id

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”