Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Teknologi Penghapus Ingatan : Bagaimana Cara Kerjanya?

Orang yang patah hati dan trauma berusaha mencari cara agar penderitaannya hilang, salah satunya adalah ingin melupakan peristiwa tersebut. Ilmu pengetahuan telah menemukan cara untuk menghapus ingatan bahkan memanipulasinya.

Salah satu hal yang sulit dilakukan kebanyakan orang adalah melupakan mantan. Apalagi kalau tahu mantan udah bahagia sama orang lain dan kita masih mandek ditempat. Berbagai cara dilakukan untuk menghabus bayang-bayangnya tapi tetep aja nongol, kaya hantu.

Sekarang ini ilmuwan berhasil membuat alat yang disinyalir mampu menghapus memori jangka panjang. Hal ini pernah diperlihatkan pada film Eternal Sunshine of Spotless Mind, dimana seseorang ingin menghapus bayang-bayang mantan dari ingatannya.

Berbeda dengan orang bijak yang menyuruh berdamai dengan masa lalu, teknologi ini mampu menghapus ingatan permanen dari bilik memori jangka panjang.

1. Sebelum menghapus memori, perlu tahu gimana caranya ingatan tetap hidup?

Dahulu ilmuwan berfikir bahwa ingatan disimpan di satu tempat tertentu, seperti lemari neurologis, tapi sejak itu ilmuwan menyadari bahwa ingatan dapat telah terkunci dalam koneksi di seluruh otak.

Sederhananya, memori terbentuk ketika protein menstimulasi sel-sel otak untuk tumbuh dan membentuk koneksi-koneksi baru yang secara harafiah membentuk sirkuit pikiran. Setelah itu, memori akan tersimpan terus dan akan terbuka ketika kita memanggil kembali.

Kebanyakan orang nggak menyadari kalau ingatan jangka panjang itu nggak stabil. Alhasil, setiap kita memanggilnya lagi, memori itu jadi lunak dan diatur ulang menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Proses ini disebut sebagai rekonsolidasi, ini menjelaskan mengapa ingatan kita dapat berubah seiring berjalannya waktu, misalnya ketika seseorang mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda, setiap kali kita mengingat tersebut, koneksi ingatan kita tentang itu jadi mengkuat dan emosi seperti ketakutan dan kecemasan. Akhirnya yang terjadi ketika kita mikirin sepeda aja udah ketakutan.

Proses rekonsolidasi sangat penting, karena ini adalah pintu masuk ilmuwan untuk menghapus ingatan seseorang.

2. Ingatan dapat dimanilupasi karena seolah-olah mereka adalak kaca cair

"Penelitian ini menunjukkan ingatan dapat dimanipulasi karena mereka bertindak seolah-olah terbuat dari kaca, ada dalam keadaan cair saat sedang dibuat, sebelum berubah menjadi padat," Richard Gray menjelaskan untuk The Telegraph.

"Namun, ketika ingatannya kembali, ia menjadi cair lagi sehingga bisa diubah sebelum sekali lagi diatur ulang."

Sejumlah penellitian menunjukan bahwa memblokir bahan kimia norepinefrin-yang terlibat dalam respons melawan atau lari dan bertanggung jawab untuk memicu gejala-gejala seperti telapak tangan yang berkeringat dan jantung yang berdetak kencang-para peneliti dapat mengurangi rasa trauma dan menghentikannya dikaitkan dengan emosi negatif.

Sebagai contoh, peneliti dari Belanda menunjukan bahwa dapat menghilangkan trauma pada laba-laba dengan memakai obat yang disebut propranolol untuk memblokir norepinefrin. Untuk membuktikannya, tim mengambil tiga kelompok yang takut laba-laba.

Dua diantaranya ditunjukan tarantula dalam toples kaca untuk memicu ingatan mereka yang menakutkan tentang laba-laba, dan kemudian dikasih propanolol atau plasebo. Kelompok ketiga hanya dikasih propanolol tanpa ditunjukin laba-laba, untuk menyampingkan kemungkinan bahwa obat itu sendiri berperan untuk mengurangi rasa takut laba-laba.

Beberapa bulan berikutnya, semua kelompok dibari laba-laba dan mengukur reaksi ketakutan mereka. Hasilnya cukup luar biasa-sementara kelompok yang dikasih plasebo dan propanolol tanpa kena laba-laba nggak menunjukan perubahan reaksi ketakutan, semua kelompok yang dilihatin laba-laba dan diberi obat berani menyentuhnya pada beberapa hari kemudian.

Dalam waktu tiga bulan, banyak yang nggak takut lagi dengan laba-laba dan selama setahun masih. Seakan-akan ketakutan mereka udah dihapus.

3. Menghapus ingatan bisa dilakukan ketika tidur

Temuan milik peneliti dari Universitas Stanford pada pertemuan Society for Neuroscience di New Orleans, Louisiana, menunjukan bahwa terapi berbasis tidur dapat memberikan opsi baru untuk mengobati kondisi pasca trauma (PTSD). Saat ini, perawatan paling umum untuk penderita PTSD mengharuskan pasien mengingat kembali di kantor psikiater.

Beberapa pasien takut untuk mengingat kembali kejadian traumatis mereka. Dan banyak yang pasien yang ikut terapi tapi kambuh lagi, mungkin teknik ini sangat tekait di kantor psikolog tapi nggak bisa mengeneralisasi di tempat lain.Sebagai alternatif, Asya Rolls dan rekannya mencari penellitian baru yang memungkinkan tidur saja bisa mengobati trauma dan memanupulasi ingatan.

Dalam studi tersebut, mereka melatih tikus takut bau melati dengan memasang isapan kimia amyl acetate dan kejutan listrik lemah yang dikirim ke kaki tikus. Setelah 24 jam, tikus-tikus akan kaku setelah mencium bahan kimia itu.

Pada tikus lain, Rolls ngasih obat untuk memblokir produksi protein di amigdala basolatera - area otak yang berhubungan dengan kenangan menakutkan. Para peneliti memberikan tikus-tikus dengan aroma yang berulang. Setelah bangun, hewan -hewan ini menunjukan berkurangnya respon ketakutan dengan amil asetat yang terbawa bahkan ke lingkungan baru.

Jadi udah tahu kan caranya?

Sumber : tirto.id | sciencealert.com | blogs.nature.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”