Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Terobosan Dibidang Otomotif, Ngecek Ban Dengan Memakai Sensor.

Teknologi ini adalah persilangan sempurna antara teknologi tinggi dengan solusi praktis. Bahkan sudah dibuat publikasi ilmiah.

Pemilik mobil kebanyakan untuk mengecek kondisi ban dengan memakai koin. Koin tadi dimasukkan ke dalam tapak dan dilihat apakah koin tetap terlihat. Jika koin masih nongol, artinya ban yang dipakai sudah tua.

Peneliti dari Duke University telah menemukan solusi yang lebih cerdas, mudah, murah dan akurat untuk pengecekan ban. Insinyur elektro telah mengembangkan sensor untuk memantau tapak ban mobil dengan real time.

Fetch Automotive Design Group, selaku perancang mengatakan sensor yang dibuat menggunakan nanotube karbon metalik yang bisa melacak skala milimeter kedalaman tapak mobil dengan akurasi 99%. Konsep ini lebih kepada mekanisme interaksi antara medan llistrik dengan konduktor logam.

Teknologi ini bergantung pada pemahaman mekanisme yang baik tentang bagaimana medan listrik berinteraksi dengan konduktor logam. Inti dari sensor dibentuk dengan menempatkan dua elektroda kecil yang konduktif secara elektrik saling berdekatan satu dengan lainnya.

Dengan menerapkan tegangan berosilasi satu dan ground lainnya, medan listrik terbentuk antara elektroda.

Sementara sebagian besar medan listrik melewati langsung anatra dua elektroda, beberapa bidang melengkung diantara mereka. Ketika bahan ditempatkan di atas elektroda, dapat menbuat interferensi yang disebut  "fringing field.". Dengan mengukur interferensi dari respon listrik dari elektroda yang terletak di ground, ini memungkinkan untuk menentukan ketebalan bahan yang menutupi sensor.

Sensor tersebut dapat dicetak dengan mamakai printer aerosol jet. Aaron Franklin, professor dari Duke University menyatakna bahwa sensor harganya jauh lebih murah daripada koin yang dibuat dalam jumlah banyak.

Sensor yang sekembangkan oleh Duke University merupakan "persilangan sempurna antara teknologi tinggi dengan solusi praktis". Teknologi ini bisa digunakan oleh segala jenis mobil.

Walau ada toleransi tebal material yang bisa dideteksi, namun ini dinilai lebih dari cukup untuk mencakup beberapa milimeter tapak yang bisa diketahui. Dengan bukti resolusi sub-milimeter, alat ini bisa memudahkan pengemudi untuk mengetahui kapan waktunya ganti ban. Serta memberi informasi tentang keausan ban yang tidak merata.

Produk pelacak ban lainnya sudah masuk ke pasaran. Perusahaan ban Pirelli sudah meluncurkan sistem untuk melacak ban. Alat tersebut akan memberi tahu informasi ketika ban tersebut dipasang, jarak tempuh dan terakhir kali servis ban. Dan memakai algoritma untuk mendetaksi keausan.

Jika ingin mencari tahu lebih lanjut, Duke University sudah membuat makalah tentang hal serupa. Makalah tersebut sudah dipublikasikan di IEEE Sensors Journal.

Sumber : gineersnow.com | phys.org

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”