Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Untuk Konstruksi, Baja Lebih Baik Daripada Beton Ketika Diukur Dampak Relatifnya

Baja dan beton adalah material favorit untuk kosntruksi bangunan. Namun penelitian dari MIT justru baja merupakan material lebih baik daripada beton. Mengapa bisa demikian?

Setelah dunia mulai ada peradaban manusia, orang-orang mulai membangun dan membuat konstruksi yang terbuat dari beton dan baja. Munculnya bahan tersebut menandakan inovasi kosntruksi dan perkembangan era engginering. Sejak saat itu, para perancang, insinyur dan distributor dapat menanipulasi beton dan baja untuk membentuk struktur cemerlang dalam melayani kebutuhan manusia di daerah-daerah maju.

Orang teknik sipil mempelajari teknik kedua bahan tersebut, terutama yang mengambil jurusan teknik struktural. Hanya orang sipil dan struktural yang mampu secara objektif memilah material mana yang dipakai melalui studi struktur beton dan baja.

Menurut ahli struktural, material yang digunakan untuk membuat konstruksi tergantung dari proyek yang dikerjakan dengan melihat kelebihan dari baja dan beton. Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan untuk mengetahui dampak relatif kedua material tersebut.

Massachusetts Institute of Technology untuk proyek bangunan Greening East Campus melihat input, output dan kesehatan pekerja produksi dan keamanan menyatakan ketiganya landasan umum untuk perbandingan yang efisien. Setelah memperhitungkan nilai faktor non-biaya desain bangunan menggunakna metodologi umum, hasil analisa tadi diturunkan

Untuk input, baja lebih menguntungkan daripada beton. Superstruktur beton akan menghasilkan energi tigak kali lebih banyak dan enam kali lebih boros sumber daya alam dibandingkan baja. Untuk produksi bangunan beton menggunakan banyak menggunakna zat beracun dibandingkan baja secara ekuivalen.

Untuk output, ada ketidakseimbangan antara kedua benda tersebut dengan beton lebih parah daripada baja. Setelah membangun struktur beton, akan menghasilkan limbah padat empat kali lebih banyak daripada baja. Superstruktur baja menawarkan lebih banyak daur ulang material, tetapi dapat merusak air tiga kali lipat sebagai superstruktur beton.

Ketika emisi udara datang, bangunan beton malah lebih merusak, lima kali lebih banyak mencemari udara daripada baja. Pengambilan terbesar untuk struktur beton ketika datang ke output adalah hampir tujuh kali berkontribusi pemasan global daripada baja.

Menjadi pekerja kesehatan dan produksi dalam konstruksi juga meruipakan faktor pertimbangan, bangunan baja tidak memiliki banyak keunggulan signifikan dari beton. Produksi superstruktur beton melibatkan persentasi tingkat yang sama dari kecelakaan fatal pekerjaan seperti kosntruksi baja. Tetapi ketika cidera dan penyakit non-fatal diperhitungkan, kosntruksi baja memiliki persentase 12 % lebih tinggi daripada konstruksi beton.

Dari tiga indikator tadi, dapat disimpulkan bahwa beton adalah material yang relatif lebih buruk daripada baja.untuk pembangunan proyek gedung kampus Greening East. Hal ini disebabkan oleh sejumlah besar bahan yang masuk ke elamen struktural beton. Menurut model Athena EIE yang digunakan dalam mengevaluasi kategori dampak, lebih dari enam kali lebih banyak material (berdasarkan massa) diperlukan untuk menghasilkan superstruktur beton daripada yang dibutuhkan untuk superstruktur baja.

Permodelan superstruktur beton membutuhkan 21.000 meter kubik beton (standart 46.000 ton dengan asumsi 2.000 kg/ meter kubik) dan sekitar 1.500 ton besi dan baja untuk kawat dan rebar. Superstruktur baja untuk bangunan proyek East Campus akan membutuhkan sekitar 3.000 meter kubik beton (standart 7.000 ton) dan sekitar 1.000 ton standart besi dan baja.

Perlu diketahui, evaluasi ini mengabaikan estetika, tetapi oleh dampak potensial dan pengorbanan yang dipertaruhkan untuk memutuskan menggunakan baja atau beton untuk membangun satu struktur yang diidentifikasi.

Read more at: https://gineersnow.com/engineering/civil/steel-better-material-concrete-measured-relative-impacts

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”