Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Waxworm : Cacing Penyelamat Bumi yang Doyan Makan Plastik

Berawal dari ketidaksengajaan lalu menjadi solusi penguraian plastik yang menumpuk di dunia ini. Bisa lho dijadikan usaha, usaha ternak cacing

Setiap menit, dua juta kantong plastik digunakan di selulruh dunia. Para ilmuwan berusaha mencari solusi dan pemerintah mulai memberlakukan pelarangan penggunaan plastik. Namun solusi ini mulai ada titik terang dengan meminta bantuan cacing.

Penemuan tak terduga ini mendorong ilmuwan unutk melakukan penelitian dan mereka mendapatkan hasil yang tidak terduga. Cacing yang mampu melawan invasi plastik sebenarnya adalah waxworm. Cacing ini sering digunakan sebagai hewan uji coba pengganti mamalia pada beberapa percobaan ilmiah.

Fakta bahwa ulat dapat memakan plastik tidak sengaja ditemukan oleh Professor Federica Bertocchini. Federica Bertocchini adalah peternak lebah, memasukan cacing lilin ke dalam kantong plastik dan ditemukan banyak lubang pada plastik. Dari situ ia mengajak Paolo Bombelli dan Christopher J. Howe untuk melakukan penelitian berdasarkan peristiwa tersebut dengan memakai 100 cacing.

Mereka mencoba dengan meletakan cacing di tas plastik dan mulai berlubang setelah 40 menit akibat cacing. 12 jam kemudian, massa pasltik berkurang menjadi 92 mg. Untuk memastikan bahwa cacing bisa menghancurkan ikatan kimia pada plastik, para ilmuwan meremukan cacing, mengambil cairannya dan mengoleskan pada plastik.

Ilmuwan percaya bahwa rahasianya terletak pada enzim di dalam cacing yang mampu mencerna plastik. Selain itu, cacing tersebut sudah biasa makan lilin yang notabene "plastik alami".

Plastik yang kita pakai sehari-hari adalah polimer sintetik yang berasal dari minyak fosil dan sebagian besar tahan proses biodegradasi. Polyethylene (PE) dan Polypropylene (PP) mewakili 92% dari total produksi plastik. PE digunakan untuk kemasan dan mewakili 40% dati total produksi plastik dengan lebih dari satu trilium plastik digunakan tiap tahunnya.

Solusi ini bisa menjadi alternatif untuk penduduk Indonesia. Dengan ternak cacing, kita dapat membantu pemerintah untuk penguraian plastik dan juga memiliki nilai ekonomis.

Sumber : cell.com | brightside.me

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Ishak Okta Sagita

Universitas Sanata Dharma

“”