Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

(PLTSa) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Menghasilkan 750 Kilo Watt per-hari

"Kalau kita tidak mulai, kapan kita mau maju. Ini penting, kita bikin saja. Nanti kalo ini (PLTSa) sudah jadi 100 ton/hari, (selanjutnya) kita bikin untuk kota-kota seperti Labuan Bajo, Balige, Pontianak, kota-kota yang produksi sampahnya sekitar 100-200 ton/hari," jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melalui siaran pers

Pemerintah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Bantar Gebang, Bekasi, Senin (25/3). Fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik ini memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 100 ton/hari.

teknologi PLTSa ini juga dapat menghasilkan listrik sebesar 400 kilo watt per hari, dengan daya tampung pengelohan sampah mencapai 50 ton per hari.

teknologi PLTSa ini dapat dimasukan dalam "e-katalog" milik pemerintah untuk mempercepat proses pengadaan bagi kota-kota yang ingin mengaplikasikan PLTSa.

Menurut dia, jika dapat diterapkan pada kota-kota lain di Indonesia, maka permasalahan penyediaan lahan untuk pembuangan sampah akan teratasi.

Teknologi PLTSa ini sangat ekonomis dan sangat cocok sekali digunakan untuk karakter sampah yang ada di Indonesia, yang pada umumnya tercampur dikarenakan sudah terbiasa ketika mau membuang sampah tanpa memilah dulu,mana yang organik dan mana yang plastik.

Karakter sampah di Indonesia juga mengandung bahan organik yang tinggi, memiliki kelembapan yang tinggi, dengan nilai kalori yang rendah. Dan Lebih jauh lagi, untuk teknologi dan alat yang digunakan mengandung TKDN yang tinggi.

"Ini merupakan hasil kajian dari pihak BPPT dan dibangun dengan bekerjasama pada mitra lokal. Kami menamakanya PLTSa Merah-Putih, karena Sebagian besar peralatannya hasil produksi dalam negeri." ucap Riza.

Menristekdikti mengucapkan juga terkait teknologi ini "Jangan sampai berpikir hanya dapat menghasilkan energi saja, tetapi harus berpikir bagaimana supaya Jakarta bersih, Bekasi bersih, itu yang tepenting. Jangan menghitung berapa biaya per kWh-nya," Ucap Menristekdikti.

"Sampah ini menurut saya masalah yang harus kita selesaikan. Kita gunakan teknologi dalam negeri. Project ini hampir semuanya menggunakan pada Tingkat Komponen dalam negeri (TKDN)," Ucap  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Pembangunan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang  bernama PLTS Merah-Putih, suatu upaya untuk pemecahan masalah sampah yang banyak terjadi di perkotaan.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

ADAM MAULANA

Uneversitas Negeri Surabaya

Pasuruan

“KAPITALIS DERMAWAN.”