Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Tim Robot ITS Harus Menerima kekalahan di Korea Selatan, Kenapa ?

Tim Robot dari Institute Teknologi Sepuluh Nopember ini memang sangat terkenal dengan tim robot mereka yang sudah ternama sampai luar negeri, namun ia harus menerima kekalahan dari tim robot asal korea.

Tepat pada tanggal 11 Agustus 2019, dalam ajang Federation of International Robot-sport Association (FIRA) Roboworldcup 2019,  tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya harus menerima kekalahan dari tim robotik negara Korea. Ternyata salah satu alasan dari kegagalan mereka adalah teknologi 4G.

Rektor ITS, Mochamad Ashari menyampaikan bahwa kekalahan tim kampusnya itu karena robot buatan mahasiswa ITS belum menggunakan teknologi jaringan 5G seperti yang digunakan oleh peserta lainnya. Pada saat itu Tim ITS masih mengandalkan teknologi  jaringan 4G.

"Rata-rata robot mereka sudah menggunakan jaringan 5G. Kita kalah dari Korea, karena mereka telah menggunakan jaringan generasi kelima," ujar Mochamad Ashari di ITS, Surabaya, Kamis 5 September 2019.

“Akan tetapi itu menjadi pembelajaran bagi ITS sehingga dengan adanya uji coba 5G di ITS membuat mahasiswa cepat mengetahui seperti apa manfaatnya yang dapat diterapkan,” tutup Ashari.

Menurutnya, teknologi jaringan 4G kalah cepat dengan teknologi 5G yang telah diterapkan tim robot asal Korea tersebut. Jaringan telekomunikasi generasi keempat itu masih mengalami kelambatan. Misalnya saja saat sudah ada perintah untuk melakukan tendangan, tapi robot itu tidak merespon dengan cepat akibat kelambatan jaringan ini.

Selain itu, teknologi jaringan 5G juga bisa dimanfaatkan untuk dunia pendidikan, seperti untuk kegiatan di dalam kelas. Misalnya dengan kehadiran dosen melalui teknologi hologram saat terpisahkan jarak. Penggunaannya teknologi hologram akan maksimal jika menggunakan 5G karena tanpa delay.

Diketahui, pada saat kompetisi bertaraf Internasional itu, tim Robotika ITS membawa delapan robot andalan untuk memperebutkan gelar juara dari tiga kategori lomba yang berbeda.

Dia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya FIRA merupakan kompetisi robot internasional yang diperuntukkannya khusus sepak bola, makanya disebut sebagai Federation of International Robot-soccer Association. Namun saat ini ada berbagai kategori lomba lain yang baru, seperti panahan, angkat beban, robot terbang, dan lain lain.

Tim ITS mengikuti tiga kategori lomba, yaitu HuroCup, RoboAir, dan RoboSot. Untuk kategori HuroCup. Tim ITS bersaing dalam divisi sepak bola, angkat beban, panahan, lari, dan halang rintang.

Source : selularID

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Mr. Robot

Bengkalis State Polytechnic

Riau

“Work Hard Think Smart For Succes”