Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Kanker Paru-paru Dapat Dideteksi Oleh Kecerdasan Buatan

Telah terbukti bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membedakan dengan akurasi 97 persen antara adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa, yakni jenis kanker paru-paru.

Sebuah penelitian baru mengenai kecerdasan buatan (AI) menemukan bahwa teknologi tersebut dapat menganalisis gambar tumor paru-paru pasien, menentukan jenis kanker, dan bahkan mengidentifikasi gen yang berubah yang mendorong pertumbuhan abnormal sel.

Penelitian yang dipimpin oleh para peneliti di NYU School of Medicine dan diterbitkan online di Nature Medicine ini menemukan bahwa AI dapat membedakan dengan akurasi 97 persen antara adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa, jenis kanker paru-paru.

AI juga dapat menentukan versi abnormal dari 6 gen terkait kanker paru, dengan akurasi berkisar 73-86 persen tergantung pada gen. Perubahan genetik atau mutasi seperti itu sering menyebabkan pertumbuhan abnormal yang terlihat pada kanker. Selain itu juga dapat mengubah bentuk sel dan interaksi dengan sekitarnya, memberikan petunjuk visual untuk analisis otomatis.

Menurut para peneliti, menentukan gen mana yang berubah di setiap tumor menjadi vital dengan meningkatnya penggunaan terapi bertarget yang hanya bekerja melawan sel kanker dengan mutasi tertentu. Sekitar 20 persen pasien dengan adenokarsinoma, misalnya, diketahui mengalami mutasi pada reseptor faktor pertumbuhan epidermal gen atau EGFR, yang sekarang dapat diobati dengan obat yang disetujui.

Tetapi tes genetik yang saat ini digunakan untuk mengkonfirmasi keberadaan mutasi dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mendapatkan hasil, kata para penulis penelitian.

“Menunda pengobatan kanker tidak pernah baik,” ujar penulis studi Aristotelis Tsirigos, Ph.D., Profesor di Departemen Patologi di NYU Cancer Centre.

“Studi kami membuktikan AI dapat secara instan menentukan jenis kanker dan profil mutasi agar pasien mendapat terapi lebih cepat,” lanjutnya

Gambar: Bagaimana alat AI menganalisis sepotong jaringan kanker untuk mendeskripsikan dua jenis kanker paru-paru. Kredit: NYU School of Medicine

Dalam studi ini, tim peneliti memberikan mereka program kemampuan untuk “belajar” tentang bagaimana menjadi lebih baik tanpa diberitahu bagaimana tepatnya. AI akan mengambil keputusan berdasarkan contoh data yang dimasukkan, dan akan semakin “pintar” seiring dengan bertambahnya jumlah data pelatihan.

Menariknya, penelitian ini menemukan sekitar 45 dari 54 gambar tumor yang salah diklasifikasikan oleh ahli patologi dan ternyata diklasifikasi benar oleh AI. Hal ini menunjukkan bahwa AI bisa menawarkan pendapat kedua yang bermanfaat.

Rencana ke depannya, tim peneliti ingin terus melatih program AI dengan data hingga dapat menentukan akurasi lebih dari 90 persen. Di titik ini mereka akan mulai mencari persetujuan pemerintah untuk menggunakan teknologi ini secara klinis.

Artikel ini juga tayang di Teknologi.id

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Teknologi.id

“”