Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Apakah Jaringan 5G Aman Bagi Kesehatan Masyarakat atau Malah Menjadi Ancaman?

Jaringan 5G membutuhkan apa yang disebut dengan "antena sel kecil," antena itu harus digunakan pada jarak yang rapat, kira-kira setiap 500 kaki , atau sekitar satu antena per blok kota. sumber yang dekat dengan Anda jauh lebih berbahaya daripada sumber yang lebih jauh. Durasi paparan juga menjadi masalah, dan antena sel kecil yang baru akan aktif 24/7. Efek-efek ini dapat mencakup peningkatan risiko kanker, kerusakan genetik, perubahan struktural dan fungsional pada sistem reproduksi, defisit pembelajaran dan memori, dan gangguan neurologis.

Ada yang tahu jaringan 5G? singkatnya begini

5G adalah singkatan dari teknologi seluler generasi ke-5, dan kira-kira akan banyak digunakan pada tahun 2020. 5G memiliki kecepatan unduh rata-rata sekitar 1GBps (1 gigabyte per detik). Hal itu sama seperti Anda dapat mengunduh seluruh film  dalam waktu sekitar satu detik. IYKWIM

Sementara 4G memiliki penundaan lima puluh milidetik, atau disebut dengan Latensi. 5G memiliki penundaan satu milidetik, yang dapat mempercepat komunikasi antar mesin yang terhubung ke internet menjadi lebih mudah dan sangat mudah sekali. Seperti Skynet di film Terminator.

Frekuensi dan Intensitas Ultra Yang Tinggi

Karena kecepatannya yang sangat luar biasa, 5G menggunakan gelombang milimeter atau biasa disebut dengan (MMW). Ini adalah sebuah sinyal radio yang memiliki frekuensi antara 30 GHz dan 300 GHz . Meskipun pita pada frekuensi tinggi ini memiliki banyak kapasitas, panjang gelombangnya yang menjadi lebih pendek maka jangkauannya lebih rendah, dan mudah terblokir atau terhalangi oleh bangunan, mobil, pesawat terbang, dan pohon. seperti sinyal wifi yang tiba2 menipis karena sangking banyaknya bangunan yang tehalang.

Untuk mengatasi masalah itu, jaringan 5G membutuhkan apa yang disebut dengan "antena sel kecil," antena itu harus digunakan pada jarak yang rapat, kira-kira setiap 500 kaki , atau sekitar satu antena per blok kota.

Pada akhir 2017, ada sekitar 320.000 antena sel 4G di AS. Sebuah studi dari firma konsultan Accenture yang memperkirakan bahwa 5G akan membutuhkan 769.000 antena sel kecil, meningkat menjadi 449.000 antena baru.

Antena sel kecil yang tingginya sekitar 4 kaki , beberapa di antaranya ukuranya sebesar kulkas. Para pemilik  Operator telepon seluler berencana memasangnya ke lampu jalan dan tiang listrik, atau meletakkannya di tanah, kadang-kadang disamarkan sebagai kotak surat. Kota Portland, Oregon menyebut antena ini berpotensi merusak pemandangan, terutama di lingkungan bersejarah. Lama-lama antena ini seperti spam.

Tak hanya pertanyaan, apakah antena ini merusak pemandangan

Apakah antena sel kecil ini aman bagi manusia?

Gelombang 5G adalah frekuensi sangat tinggi dan intensitas sangat tinggi. Sedangkan 1G, 2G, 3G dan 4G menggunakan frekuensi antara 1 dan 5 gigahertz , 5G menggunakan antara frekuensi 24 dan 90 gigahertz .

Radiasi frekuensi radio menghilang dengan jarak. Itu membuat sumber yang dekat dengan Anda jauh lebih berbahaya daripada sumber yang lebih jauh. Durasi paparan juga menjadi masalah, dan antena sel kecil yang baru akan aktif 24/7.

Para ilmuwan melanjutkan dengan mengatakan: "Sejumlah publikasi ilmiah baru-baru ini telah menunjukkan bahwa EMF mempengaruhi organisme hidup pada tingkat yang jauh di bawah sebagian besar pedoman internasional dan nasional."

Efek-efek ini dapat mencakup peningkatan risiko kanker, kerusakan genetik, perubahan struktural dan fungsional pada sistem reproduksi, defisit pembelajaran dan memori, dan gangguan neurologis.

Radiasi 5G mirip dengan gelombang yang digunakan untuk memasak makanan dalam microwave Anda. Oleh karena hal itu, pada tahun 2016, Dr. Yael Stein dari Universitas Ibrani Yerusalem mengirim surat kepada Komisaris FCC , Komite Senat AS untuk Kesehatan, Pendidikan, Perburuhan dan Pensiun, dan Komite Senat AS tentang Perdagangan, Ilmu Pengetahuan, dan Transportasi, menguraikan efek radiasi 5G pada kulit manusia.

Menurut Dr. Stein, lebih dari sembilan puluh persen radiasi gelombang mikro diserap oleh lapisan epidermis dan dermis kulit manusia, pada dasarnya menjadikannya spons penyerap untuk radiasi gelombang mikro. Selain itu, saluran keringat di lapisan atas kulit kita bertindak seperti antena heliks , yang merupakan antena yang dirancang khusus untuk merespons medan elektromagnetik. Intinya, tubuh kita akan melakukan radiasi 5G, dan bagaimana ini akan mempengaruhi bayi, wanita hamil, dan orang tua tidak diketahui.

Sumber : interestingengineering.com

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Wulan

“Budak Korporat”