Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Alumni Bussiness Summit - IKA PENS Let’s Start The Connection

Istilah Revolusi Industri 4.0 telah menggaung di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun ini. Tahun 2018 menjadi penanda Revolusi Industri 4.0 sudah dimulai di Indonesia. Seperti pada revolusi umumnya, selalu ada sebuah anomali dan ada yang terpinggirkan. Anomali itu disebut sebuah distruptive.

Telah banyak industri-industri yang mulai terdistrupsi karena revolusi industri ini. Industri perbankan, industri ritel, dan industri transportasi merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang terkena dampak dari distruptive pada revolusi industri kali ini. Pada era Distruptive ini, sebuah industri dituntut untuk terus melakukan inovasi agar mampu tetap berada pada persaingan pasar. Bisa kita lihat bagaimana sebuah bisnis rintisan (startup) yang aset nya masih minim namun telah memiliki valuasi yang tinggi. Maka dari itu inovasi dalam industri sangat diperlukan, apakah inovasi di bidang digitalisasi industri, inovasi dalam bidang teknologi, inovasi yang berbasis riset, atau inovasi yang mampu memberi kemudahan serta kepuasan kepada pelanggan.

PENS sebagai sebuah institusi pendidikan dan IKA PENS sebagai wadah dari para alumni, mengharapkan lulusan atau alumninya mampu berkiprah, ikut andil, serta menjadi barometer pada era Revolusi Industri ini. Seperti tercantum dalam visi PENS “Menjadi pusat unggulan pendidikan teknologi rekayasa di bidang emerging technology dalam skala nasional maupun internasional”.

Alumni PENS yang unggul dalam bidang teknologi, seharusnya mampu membangun inovasi-inovasi dalam bidang teknologi. Namun membangun inovasi agar berbuah manfaat tentu membutuhkan dukungan pihak-pihak tertentu seperti pemangku kebijakan (pemerintah), akademisi, dan pakar (profesional) di bidang industri dan teknologi. PENS dan IKA PENS pada 26 Januari 2020 mengadakan acara diskusi bersama pihak terkait. Diskusi ini sebagai wadah silaturahim dan berbagi pengalaman, ilmu serta wawasan antar Alumni PENS. Acara ini juga diharapkan mampu mengembangkan potensi dan menumbuhkan inovasi para Alumni PENS, seperti membangun serta mengembangkan sebuah bisnis/bisnis rintisan (startup) yang diwadahi oleh inkubator Bisnis PENS SKY Venture, dan mampu mengembangkan wawasan juga ilmu bagi para alumni nya yang bekerja sebagai profesional.

Acara ini dikemas dalam bentuk sharing session. Materi pertama terkait Kebijakan dan Program Pemerintah dalam mengembangkan Industri berbasis Riset dan Teknologi disampaikan oleh Pak Aries Setyarto selaku Kasubid Kemenristek, sedangakan materi kedua mengenai Inovasi Industri dalam era Distruption dan Industri Digital disampaikan oleh Cak Norman Sasonno selaku CTO Dana Indonesia. Pak Hanafi, selaku Kepala JAS PENS juga menambahkan pemaparan tentang pusat karir PENS.

Materi pertama yang dibawa Pak Aries banyak membahas tentang peran pemerintah dalam membantu pengembangan startup di Indonesia. Salah satunya lewat program CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dan PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Dalam bahasan ini, Kemenristek menyampaikan telah mampu memberikan pendanaan dan menumbuhkan 1037 startup pada bidang teknologi informasi dan konunikasi, pangan, kesehatan-obat, energi, material maju, bahan baku, transportasi, serta pertahanan dan keamanan. Bahkan diantaranya telah ada yang mampu memperoleh omset milyaran per-tahun. Lalu Pak Aries juga menyampaikan bahwa, “Startup tidak harus selalu mengenai digitalisasi, tapi startup itu adalah sebuah inovasi bisnis yang mampu menyelesaikan permasalahan. Itulah yang menjadi pembeda startup dengan UMKM”.

sumber : istimewa

Materi kedua disampaikan oleh Cak Norman yang telah lama berkutat pada bidang computing dan software, mulai dari Microsoft, Bizzy, hingga sekarang menjadi CTO (Chief Technology Officer) Dana Indonesia. Materi kedua berkutat mengenai fenomena distruption dan industri digital, terutama di bidang Fintech. Salah satu contoh distruptive adalah ketika perusahaan yang minim aset memiliki valuasi namun mampu mengalahkan perusahaan-perusahaan besar dan memiliki aset besar, seperti contoh bagaimana Netflix bisa menjadi layanan film tapi tak memiliki aset fisik berupa bioskop. Lalu bagaimana uber yang yang tak memiliki satu taxi pun mampu mengalahkan industri penerbangan dengan nilai aset yang tinggi.

Cak Norman menyampaikan kutipan menarik dari buku Zero To One yang ditulis oleh Peter Thiel. Kutipan tersebut yakni terdapat empat karakteristik dari Durable Companies pada era digital untuk dapat mengembangkan startup, diantaranya  “Has Proprietary Technology (something new, or 10x better than substitute), Has Network Effects (become more valuable as more participants are using it), Economies of Scale (gets bigger with fixed cost), dan Branding (The three above are substances for branding)”. Cak Norman juga menyampaikan kutipan mengenai penafsiran startup dari Steve Blank yaitu, “A startup is a temporary organization in search of a scalable, repeatable, profitable business model”.

Pada diskusi ini Cak Norman memberikan tips bagaimana memulai sebuah startup dari model kanvas bisnis BUILD-MEASURE-LEARN. Materi kedua ditutup oleh Cak Norman dengan dua pesan yaitu, “Your idea is cheap. Someone can steal your ideas. That’s the reality, maybe that’s unfair. But If you want to success you must find your unfair advantage and take action”, serta pesan kedua yaitu mengenai kehidupan sebagai engineer yang ingin melangkah menjalankan sebuah start up yakni, “You must suppress your ego as an engineer. You must to learn form the problem, solve the problem, and make your solution can resolve many people. If that’s fail, make the new one”.

sumber : bookreviews.roseannasunley.com/

Acara ini berlangsung cukup lama, namun antusias peserta sangat tinggi. Acara ini dihadiri oleh Alumni Angkatan 1988 sebagai alumni pertama PENS hingga Angkatan 2016 yang baru saja lulus. Peserta banyak didominasi alumni muda dengan rentan delapan tahun paska kelulusan. Dari diskusi ini banyak peserta yang bertanya mengenai startup, diantaranya strategi bakar uang pada startup, program pendanaan dari Kemenristek, serta pertanyaaan-pertanyaan lain. Acara ini sangat bermanfaat bagi peserta untuk saling berbagi ilmu dan wawasan, serta berjejaring antar alumni.

Banyak peserta maupun panitia yang memberikan sambutan positif terkait acara ini. “Acara Business Summit 2020 merupakan acara awal tahun dari IKA PENS sebagai wadah bagi para alumni untuk bisa saling ber-silaturahim, bersinergi dan meningkatkan wawasan. Semoga acara seperti ini bisa tetap konsisten diadakan sehingga dapat meningkatkan kualitas alumni dan lebih luas lagi, bisa memberikan manfaat untuk kemajuan ekonomi dan teknologi di Indonesia”, ucap Bagus sebagai salah satu panitia. “Acara Business Submit 2020 ini merupakan ajang yang sangat bagus untuk mempererat tali silaturahim antar Alumni PENS.

Selain itu, dengan tagline let's start the connection menjadikan acara ini cocok juga digunakan sebagai wadah untuk menjaring networking bagi teman-teman Alumni PENS baik yang bekerja sebagai wirausahawan maupun yang bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan. Konsep acara dan pemateri kegiatan ini juga sangat menarik, sehingga memberikan wawasan para Alumni PENS tentang membangun sebuah bisnis dari cara mendapatkan funding hingga cara agar bisnis itu bisa sustain. Harapan kedepan acara seperti ini bisa diselenggarakan secara konsisten oleh IKA PENS agar para alumni bisa mendapatkan manfaat lebih dari organisasi IKA PENS. Terima kasih”, ucap Pratama selaku trainer di Astra Daihatsu.

Kemudian ada pesan dari dua alumni muda Angkatan 2015. “Ini adalah kali pertama saya mengikuti acara IKA PENS. Acara dikemas cukup menarik dengan konten materi yang dibawakan oleh panelis. Pembahasan mengenai stabilitas startup dan kelangsungan program Kemenristekdikti disampaikan langsung oleh CTO Dana dan kepala Subdirektorat Kemenristekdikti, dan yang tak kalah penting, acara ini membuat saya sebagai alumni baru menyadari eksistensi, kegiatan, dan rencana di dalam IKA PENS”, kata kata Nadning dari alumni jurusan IT. “Acara Business Summit ini sebuah langkah yang bagus. Karenanya, eksistensi IKA PENS jadi bisa terangkat. Masih banyak alumni-alumni yang belum tau eksistensi IKA PENS selama ini. Semoga dengan adanya kegiatan tadi bisa menjadi trigger untuk para alumni untuk menyadari keberadaan IKA PENS. Minimal untuk membuka relasi. Tadi saya lihat banyak interaksi lintas angkatan dan lintas jurusan. Sebuah hal yang positif untuk alumni bisa saling terkoneksi. Semoga IKA PENS bisa mewadahi itu. Good job lah pokoknya.” pesan Dimas dari alumni Elektro Industri PENS.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada IKAPENS atas terlaksananya kegiatan ini. Kegiatan Business Summit seperti ini merupakan wadah belajar sembari reuni bagi alumni PENS, dimana diharapkan mereka bisa membangun koneksi dengan teman maupun alumni yang lain. Besar harapan saya kegiatan ini juga mampu mengikutkan mahasiswa kedepannya, sehingga mampu mempertemukan alumni dengan mahasiswa.” ucap Rais mahasiswa PENS. Besarnya antusias alumni muda untuk bisa hadir pada acara kali ini pasti akan menjadi suntikan semangat-semangat baru bagi IKA PENS juga sebagai pandangan bahwa sebuah kegiatan alumni bisa mewadahi bahasan yang menarik bagi generasi millenial terutama alumni muda PENS.

Kontributor : Gemelfour Ardiatus S

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

arka

Surabaya - Kupang

“#SuccessBefore30”