Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Apa Benar Tinggal di Sekitar SUTET / SUTT Terdampak Gangguan Kesehatan ?

Sebagian besar masyarakat percaya bahwa radiasi dari Tegangan Ekstra Tinggi dari jaringan PLN akan mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal dibawahnya. Padahal anggapan ini belum tentu sepenuhnya benar.

Beredar pendapat yang berkembang di masyarakat bahwa tinggal di bawah jaringan transmisi SUTT / SUTET akan dapat menggangu kesehatan. Opini ini mempengaruhi sebagian besar masyarakat sehingga mereka takut dan menolak untuk meninggali bangunan disekitar atau dibawah jaringan transmisi.  Khususnya masyarakat desa yang berlatar belakang pendidikan rendah, kultur, serta aspek sosial budaya yang mudah terpengaruh isu-isu, dan dapat mempengaruhi timbulnya persepsi terhadapnya. Walaupun suatu fenomena yang secara teknis dan mempunyai dasar ilmiah, tetapi seringkali menjadi persepsi yang tidak boleh dibantah begitu saja.

Hingga saat ini jarang dan belum banyak ahli yang memberikan konsensus tentang jejak pendapatnya terhadap dampak radiasi jaringan tegangan tinggi ini. Beberapa peraturan ESDM telah menyatakan bahwa standar-standar pembangunan tower dan jaringan ini haruslah menyesuaikan dari Permen ESDM 38/ 2013. Yakni tentang Keamanan Ketenagalistrikan dan Lingkungan (LK2) dalam rangka pencegahan dampak negatif dari jaringan transmisi ketenagalistrikan. Khususnya jarak ruang bebas antara jaringan dengan bangunan masyarakat.

Ruang bebas yang dimaksud adalah area dengan jarak atau radius tertentu yang diukur dari tapak tiang SUTET yang harus terbebas dari bangunan apapun.Dalam lampiran aturan tersebut, jarak aman yang harus dipenuhi berdasarkan jenis dan kapasitas tegangan SUTET‎.

  1. SUTT 55 KV jenis tiang baja memiliki ruang bebas 4 meter
  2. SUTT 66 KV jenis tiang beton memiliki ruang bebas 4 meter
  3. SUTT 66 KV jenis menara memiliki ruang bebas 7 meter
  4. SUTT 150 KV jenis tiang baja memiliki ruang bebas 7 meter
  5. SUTT 150 KV jenis tiang baja memiliki ruang bebas‎ 6 meter
  6. SUTT 150 KV jenis tiang beton memiliki ruang bebas 5 meter
  7. SUTT 150 KV jenis menara memiliki ruang bebas 10 meter
  8. SUTET 275 KV jenis Sirkit Ganda memiliki ruang bebas 13 meter
  9. SUTET 500 KV jenis Sirkit Tunggal memiliki ruang bebas 22 meter
  10. SUTET ‎500 KV jenis Sirkit Ganda memiliki ruang bebas 17 meter

Disisi lain, Akademisi dari Universitas Udayana Dr Wayan Gede Ariastina mengatakan hingga kini belum terbukti radiasi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dapat mengganggu kesehatan sepanjang standar konstruksi yang ditentukan terpenuhi. Pengajar Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana itu membenarkan bahwa kebanyakan medium mengandung elektro magnetik, termasuk bumi pun memancarkan gelombang yang dipadu dari medan listrik dan medan magnet dengan skala kecil. Demikian halnya gelombang elektromagnetik juga ada dalam tubuh manusia.

"Bila ambang batas aman sudah terpenuhi sebagaimana yang ditentukan WHO, itu tidak akan berdampak kepada kesehatan manusia," katanya.

"Demikian juga jaringan listrik memang?memiliki radiasi elektromagnetik, namun sekali saya katakan jika telah memenuhi ambang batas tidak akan menyebabkan penyakit," kata dosen lulusan Electrical Engineering The University of New South Wales, Sidney, Australia

Ia menambahkan, radiasi yang dimaksud harus diukur di ruang bebas. Apabila manusia sudah berada dalam media penghalang atau di dalam ruangan, radiasinya akan jauh lebih kecil. "Oleh karena itu masih banyak masyarakat atau penduduk yang berpuluh tahun bisa hidup dan tinggal di sekitar jaringan SUTT," ujar Ariastina seperti yang dilansir oleh republika.co.id.

Plus & Minus dalam tata kelola jaringan transmisi merupakan tantangan yang harus diselesaikan PLN bersama Pemerintah. Apalagi listrik merupakan kepentingan umum dan kebutuhan semua orang. Sehingga perlu mencarikan solusi kepada para masyarakat / warga yang tinggal di sekitaran jaringan transmisi. Tentu tak hanya kesehatan, kompensasi atas penggunaan lahan oleh pemilik tanah serta penggantian kerugian atas bangunan atau tanaman yang berada di jalur transmisi juga perlu dipirkan. Walaupun sifatnya ganti rugi materiil, belum non materiil nya yang harus mencakup kepada kehidupan orang banyak. Bisa dibayangkan memang apabila biaya pengadaan jaringan transmisi ketenagalistrikan tinggi, tentu biaya pemakaian listrik di masyarakat juga akan tinggi.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

arka

Surabaya - Kupang

“#SuccessBefore30”