Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Jokowi Kagum dengan Keindahan Sungai Cheonggyecheon di Seoul

Awalnya aliran sungai Cheonggyecheon hanyalah sungai yang terabaikan dan tertutup oleh jalan layang. Namun, setelah mengalami perombakan pada tahun 2005, Sungai Cheonggyecheon seketika berubah menjadi surga keindahan alam di tengah-tengah hiruk pikuk kehidupan kota Seoul.

Keindahan Sungai Cheonggyecheon tampaknya menginspirasi banyak pemimpin di dunia. Dalam kunjungannya ke Seoul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri berkunjung ke tempat ini. Kebersihan, dan ketinggian air yang tidak terlalu dalam membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit para wisatawan yang berkunjung ke Korea, dan tentunya bagi warga Korea sendiri untuk melepaskan penat dari banyaknya aktivitas.

Bersihnya sungai Cheonggyecheon ini, tidak terlepas dari peran Wali Kota Seoul sebelumnya, Lee Myung-bak. Prestasi dia itu, kemudian yang membuat Lee Myung-bak terpilih menjadi Presiden Korea Selatan periode 2008-2013.

Sungai Cheonggyecheon ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Korea Selatan. Jokowi tertarik untuk menimba ilmu ke Wali Kota Park, untuk bisa membuat sungai-sungai di Jakarta, juga seperti Cheonggyecheon yang bersih itu. Apalagi, pada 2017 lalu, Jokowi menjadi warga kehormatan Seoul.

Dulu di pinggiran sungai hanyalah perkampungan kumuh. Aliran sungai bahkan dimanfaatkan warga setempat sebagai tempat pembuangan akhir. Hal ini membuat Sungai Cheonggyecheon semakin tercemar. Bahkan air yang mengalir mengeluarkan bau tak sedap.  Hingga pada 1976, era industrialisasi terjadi dengan ditandainya pemerintah yang membangun jalan layang 4 lajur tepat di atas aliran sungai. Namun pembangunan jalan ini malah memberikan masalah baru bagi penduduk kota, seperti polusi, panas, dan kekurangan lahan hijau melanda warga Seoul.

Dengan berbagai masalah kesehatan yang membayangi, membuat pemerintah kota akhirnya membuat keputusan untuk mengembalikan lanskap wilayah tersebut sesuai aslinya. Pemerintah Seoul menyingkirkan jalan layang di atas sungai. Mereka juga menggali kembali sungai yang telah terkubur di bawah jalan selama lebih dari 30 tahun. Pemerintah Seoul juga membangun ekosistem buatan baru sebagai pelengkap sungai. Konstruksi ini selesai hanya dalam waktu 2,5 tahun dengan biaya mencapai 5,6 triliun.

Sungai Cheonggyecheon akhirnya kembali menampakkan wujudnya. Ruang baru ini kini memiliki panjang lebih dari 8 kilometer dengan taman seluas 400 hektar. Selain sebagai tempat wisata,kini sungai Cheonggyecheon juga sering digunakan untuk festival di malam hari. Manfaat lain yakni pada kualitas udara Seoul meningkat. Seperti dikutip dari situs World Wildlife Fund (WWF), polusi udara berkurang dari 74 mikrogram per kubik menjadi 48 mikrogram di sekitar wilayah sungai.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

arka

Surabaya - Kupang

“#SuccessBefore30”