Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

[Sharing Energi Baru] Se-Efektif Apa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia ?

Energi baru terbarukan tidak lagi menjadi kebutuhan namun sebuah keharusan bagi perusahaan penyedia energi dan kelistrikan nasional.

Selain bisa lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, energi terbarukan juga dapat terus diperbarui sehingga dapat berkelanjutan dan tidak akan habis. Seperti halnya tenaga surya yang sangat melimpah di daerah NTT yang dalam siklus satu tahun, sembilan bulan diantaranya merupakan panas.

Selain itu di sisi konsumen, tentu pemanfaatan energi baru terbarukan akan lebih efisien dan murah pada khususnya pelanggan listrik. Mengingat saat ini bahan bakar yang digunakan oleh Pembangkit-pembangkit tenaga uap dan diesel sangat membebani perusahaan dan pemerintah sebagai penyedia subsidi listrik. Terkhusus lagi pada sektor lingkungan yang sangat besar dapat menghasilkan emisi CO2 dan limbah bahan bakar lainnya.

detik.net

Seperti pada pembangkit listrik tenaga matahari di Oelpuah Nusa Tenggara Timur yang memiliki daya mampu 5 MW. Yakni sebuah PLTS terbesar di indonesia yang menjadi primadona masyarakat Kupang. Selain keuntungan dari pembangunan proyek ini di desa terpencil kota kupang, masyarakat juga diuntungkan dengan banyaknya turis yang ingin tahu bagaimana pembangkit tenaga solar ini. Tentu sektor pariwisata juga akan meningkat.

Sebelum itu perkenalkan saya Arka, salah satu pejuang kelistrikan (PLN) di Nusa Tenggara Timur. Kami dari tim pelayanan transmisi dan gardu induk juga merasakan dampak dari jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Oelpuah yang telah interkoneksi dengan jaringan kami. Dimana beban yang dihasilkan di siang hari mencapai 3-4 MW dan memasok beberapa penyulang di wilayah kerja kami. Dengan sistem on grid, dimana sistem akan memasok sejak pukul 07.00 sampai 17.00.

Dikarenakan pasokan matahari di sore hari mulai berkurang, sehingga penghubung arus yang berasal dari panel surya dapat diputus. Selain itu pada beban puncak jam 6 malam, sistem harus terlepas dari sistem kami. Dikarenakan daya yang dihasilkan tidak mampu memasok besarnya pelanggan di malam hari.

PLTS On Grid http://www.sunergi.co.id

Kami di bidang transmisi memang kurang berperan aktif dalam pengaturan beban PLTS. Namun bidang energi ini sepatutnya menjadi pembelajaran dan fokus kita bersama dilingkup PLN, khususnya topik yang berhubungan dengan system hybrid PLTS baik on grid maupun off grid. Setiap system memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing baik dari segi penggunaan baterai maupun inverternya. Terutama system PLTS Oelpuah ini menggunakan system on grid dengan daya yang dihasilkan akan diubah menggunakan inverter untuk bisa langsung didistribusikan kepada beban.

Namun dengan system ini, sisa cadangan energy tidak bisa disimpan dalam baterai untuk penerangan di malam hari, seperti penerangan jalan atau pemakaian sendiri. Sehingga pada malam hari sistem masih membutuhkan jaringan PLN yang "notabene" dari PLTD maupun PLTU yang kurang ramah energi.

PLTS Off Grid https://listrikdanenergi.blogspot.com

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mencoba mengusulkan kepada atasan di bidang EBT agar mencoba membuat dan menerap kembangkan system off grid pada PLTS Oelpuah yang masih menggunakan system on grid. System ini mampu mendistribusikan listrik sekaligus menyimpan cadangan sisa energy listrik ke dalam baterai.

Kami membuat alat percontohan berupa panel solar dan beberapa panel converter serta baterai. Baterai ini mampu menyimpan energy untuk beberapa lampu penerangan rumah. Selain itu, kami membuat rangkaian elektronika yang lebih ramah di mata masyarakat. Agar masyarakat tahu dan mampu belajar bagaimana system off grid pada pembangkit listrik surya. Tentunya system ini sangat cocok diterapkan di daerah yang terisolasi, dimana jaringan listrik PLN belum terbangun. Sehingga system ini bisa stand alone sekaligus dapat memasok listrik kerumah-rumah pelanggan dengan lebih murah dan efisien. Selain itu, pada malam hari daerah terisolasi tersebut masih bias menikmati listrik baik lampu penerangan atau alat listrik lainnya.

dok : PLTS Off Grid by instagram/bhrearka

Walaupun begitu, faktor cuaca yang mempengaruhi daya yang dihasilkan membuat pembangkit listrik tenaga matahari ini kurang stabil memasok beban yang ada. Selain disisi layanan, biaya investasinya pun cukup besar, terutama pemakaian baterai yang harganya cukup mahal.

Namun demikian, pembangkit ini tidak perlu biaya operasional yang besar seperti pembangkit diesel yang membutuhkan ribuan solar untuk melistriki daerah NTT. Praktis biaya operasionalnya lebih murah karena hanya dilakukan pemeliharaan modul surya, seperti menyiram air untuk menghilangkan debu dan pembersihan rumput di sekitaran modul.

Bayangkan, berapa penghematan yang bisa dilakukan? Jika pembangkit energi ini menghasilkan energi sekitar 5.113 MW, tentu jika dikonversi maka setara dengan menanam 18.124 pohon. Sehingga mampu mencegah emisi CO2 dari PLTD sebanyak 3,6juta ton dan menghemat 1,5 juta bahan bakar solar.

Source : dari berbagai sumber

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

arka

Surabaya - Kupang

“#SuccessBefore30”