Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Anak Teknik Mesin Kerjanya Jadi Chemical Analyst, Loh Kok Bisa??

Aku sedikit cerita pengalamanku guys, gimana sih rasanya bekerja di yang bukan bagian kita? Kan weird sih kalo anak teknik mesin kerjanya jadi seorang analyst kimia. Ini kisahku (kayak film Indosiar).....

Hai...hai yang seperti kamu tau dan bisa kamu baca aku Dhea Gultom alumni jurusan Teknik Mesin prodi Teknik Konversi Energi di Politeknik Negeri Medan dan sekarang aku sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta yang berkaitan dengan pembangkit listrik dan konstruksi. Jadi aku cewek satu-satunya diantara teman-temanku yang lain. Pertama imajinasiku sebelum bekerja aku mengira ditempatkan di bagian boiler, turbin uap atau maintenance sesuai peajaran yang kupelajari selama kuliah.

Nah ketika first time aku mulai bekerja, jengg...jenggg atasan bilang aku ditempatkan di laboratorium kimia. What????? apa-apaan coba gak ada sangkut pautnya, apalagi aku tuh dari SMA paling gak suka sama kimia (ujarku dalam hati). Aku udah takut dan udah bingung harus apa. Alasan mereka nempetin aku di lab kimia sih lumrah. Alasan mereka karena aku cewek dan gak mungkin diberi kerjaan yang cukup berat.

Hari pertama di lab kimia sebagai seorang analis aku masih takut dan ragu, aku mulai belajar cara pakai pipet tetes, berbagai macam larutan untuk test. Aku belajar sama kakak yang kerja disitu juga tapi basic nya dia dulu waktu kuliah itu teknik kimia, ya wajarlah pikirku. Nah kalau aku sama sekali basicnya bukan teknik kimia. Beberapa hari ku jalani aku ketemu kakak-kakak yang jurusannya teknik listrik dan teknik konversi energi (sama dengan aku) kerja di lab kimia. Loh mereka aja yang basicnya bukan teknik kimia udah bertahun-tahun bekerja di lab ini dan seolah olah gak ada halangan pikirku. Mereka aja bisa kenapa aku engga..

Mulai dari situ aku mulai giat belajar lagi dan memang kerja di lab gak terlalu capek menurutku karena kita test itu 4 jam sekali saja. Disini aku mau pesan sih ilmu itu gak ada habisnya, disini tuhan kasih aku ilmu baru. Dan menurutku ini lumayan banget nambah ilmu dan pengalaman. Terus satu lagi pekerjaan yang kita dapat ga selalu sesuai basic kita. Bisa jadi kamu jurusan teknik mesin tapi kerjanya di hotel atau di kantor sebagai officer."Kalau ujung-ujungnya jadi officer atau jadi analyst kimia ngapain masuk jurusan teknik mesin dulu?" nah pertanyaan ini pasti timbul. Keuntungan kalau kamu dulunya kuliah di jurusan teknik, pola pikir kamu dilatih dan kamu terlatih jadi pribadi yang kerja keras menyelesaikan tanggung jawabmu (seperti tugas dan laporan yang bejibun waktu kuliah duluu).

Yang pasti pekerjaan kita kadang gak sesuai basic kita, tapi ingat ketika pekerjaanmu bukan sesuai basic kamu, kamu dapat ilmu baru (ilmu itu berharga dan mahal) dan kamu juga dapat pengalaman kerja baru yang bisa jadi nilai plus buat kamu bahwa kamu mau belajar yang bukan basic kamu.

Sekian dari aku, jangan banyak-banyak ceritanya, nanti aku dibilang suka bacot wkwk. Dah yaa baek-baek lah klen menjalani hidup ini eakk (bahasa medan). Semoga bermanfaat buat kalian ya guys...

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Dhea Gultom

Politeknik Negeri Medan

Medan

“do what you love and love what you do”