Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Kerja di BUMN, BUMS, PNS : Enak Mana?

Saat ini, terdapat tiga jenis pekerjaan yang paling di idam-idamkan oleh para jobseeker, yaitu pekerjaan di BUMN, BUMS, dan PNS. Ketiganya dikelola oleh badan yang berbeda, dimana BUMN dikelola oleh Negara, BUMS oleh Swasta, dan PNS dikelola oleh Pemerintah. Nah, di antara ketiga perusahaan ini, lebih enak kerja dimana ya? Soalnya, sebagai fresh graduate, tentu kita menginginkan pekerjaan yang bikin kita nyaman dan sejahtera. Daripada teman-teman menerka-nerka, yuk, kita simak perbandingannya langsung di bawah ini.

1. Perbandingan Gaji

a. BUMN

Karyawan BUMN memang dikenal dengan gaji yang cukup besar, bahkan untuk fresh graduate. Kisarannya bisa di angka 6 sampai 8 juta sebulan. Angka ini bisa jauh lebih tinggi jika jabatanmu lebih tinggi lagi. Yang asik, kamu bisa menerima gaji sekitar 17 kali setahun. Perhitungannya kira-kira seperti bonus dan tunjangan, hanya saja diberikan dalam bentuk gaji. Tak hanya itu, keuntungan lainnya bekerja di BUMN adalah pemberian tunjangan saat kamu sedang cuti. Artinya, kamu tetap dibayar bahkan saat kamu sedang tidak bekerja.

b. BUMS

Bagi karyawan swasta, gaji yang diterima bisa di negosiasi saat wawancara. Biasanya, untuk starting point, gaji yang diberikan sesuai dengan UMR atau Upah Minimum Regional. Apabila kamu dianggap qualified dengan skill dan pengalaman yang baik, kamu bisa menawar ke angka yang lebih tinggi. Selain itu, jenis pekerjaan juga sangat berpengaruh terhadap angka gaji kamu. Semakin tinggi jabatan yang akan kamu duduki nantinya, semakin tinggi pula gajinya. Keuntungan lainnya, kamu juga bisa mengharapkan bonus-bonus atas kinerja kamu di perusahaan.

c. PNS

Dibandingkan dengan BUMN dan BUMS, gaji sebagai PNS memang terhitung sedikit. Pasalnya, gaji PNS diatur oleh Peraturan Pemerintah dengan ketentuan range gaji dari 1,4 juta hingga 5,6 juta. Namun, jangan salah, karena pekerjaan sebagai PNS memiliki banyak kebijakan tunjangan yang nilainya terhitung lumayan. Tunjangan tersebut antara lain tunjangan istri/anak, tunjangan jabatan, perjalanan dinas, hingga uang makan. Nantinya, berbagai tunjangan ini akan dimasukkan ke dalam gaji pokok. Jika ditotal, jumlahnya nggak kalah deh, dengan BUMN atau Swasta.

2. Jenjang Karir di Masa Depan

a. BUMN

Karyawan BUMN memiliki jenjang karir yang panjang. Jabatan yang bisa kamu raih terstruktur secara jelas. Meskipun memulainya dari bawah, bukan tidak mungkin kamu akan sanggup duduk di jajaran Manager hingga Direksi. Selain itu, tahapan yang menjadi syarat kenaikan juga diinformasikan, sehingga kamu bisa fokus mengejarnya. Oleh karena itu, kamu tidak perlu khawatir soal karirmu di masa depan. Kesempatan terbuka lebar untukmu yang mau bekerja keras!

b. BUMS

Di Perusahaan Swasta, kenaikan jabatan membutuhkan persaingan yang tinggi. Kamu akan dinilai berdasarkan performa, pengalaman, dan loyalitasmu terhadap perusahaan. Maka dari itu, penting untuk menonjolkan dirimu dengan prestasi yang bagus dan gemilang. Apabila kamu bekerja dengan biasa saja, kamu harus siap menghadapi kemungkinan promosi yang tidak kunjung datang. Namun, tentu saja hal ini kembali ke kebijakan perusahaan masing-masing. Beberapa perusahaan akan memberikan promosi jika karyawan sudah mencapai syarat tertentu, misal bekerja selama satu atau dua tahun.

c. PNS

Jenjang karir di PNS sangat terbuka dan terarah. Manajemen jenjang karirinya pun sangat baik sehingga siapa saja bisa naik ke jabatan yang lebih tinggi selama memenuhi syarat. Jabatan struktural pada PNS dimulai Eselon IV B hingga Eselon I yang merupakan jabatan tertinggi. PNS juga mengenal golongan, yang menentukan kontribusi, tanggung jawab, besaran gaji, hingga tunjangan pegawai. Golongan ini dimulai dari Golongan I hingga  Golongan IV yang tertinggi.

3. Masa Pensiun di Hari Tua

a. BUMN

Bisa dibilang, masa tua karyawan BUMN telah terjamin. Pasalnya, hampir semua karyawan BUMN akan menerima uang pensiun. Jumlah uang pensiun yang diberikan pun jumlahnya sangat besar, sehingga kamu bisa menikmati masa tuamu dengan uang tersebut. Yang membedakan adalah besaran nominal yang diberikan per bulan, karena jumlahnya lebih kecil dari uang pensiun PNS. Untuk mengatasinya, tentu kamu bisa mengatur pengeluaranmu kelak dengan baik.

b. BUMS

Uang pensiun karyawan swasta ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah, yaitu sekitar 5.7 persen dari total gaji. Besaran uang pensiun ini diberikan melalui program jaminan hari tua dari BPJS atau yang disebut JHT BPJS. Sebelum menerima uang pensiun, biasanya karyawan swasta akan dibekali dengan cara-cara pengelolaan uang pensiun yang baik, misal dengan membangun rumah maupun membuka usaha. Tak hanya itu, mereka pun akan diajari untuk menghindari perilaku finansial yang menghabiskan uang pensiun dalam sekejap.

c. PNS

Jaminan masa pensiun adalah alasan utama mengapa sekian banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi PNS. Jumlah bulanan pensiunan PNS akan diberikan berdasarkan golongan dan pangkat terakhir yang dijabat. Apabila kamu telah lama bekerja, maka uang pesangon yang diberikan pun semakin besar jumlahnya. Tak hanya itu, usia pensiun karyawan PNS pun cukup lama, yaitu sekitar 65 hingga 70 tahun. Bandingkan dengan usia pensiun karyawan swasta yang “cuma” 55 tahun.

Oke guys itu dia beberapa perbedaan kerja di BUMN, BUMS dan sebagai PNS. Jadi menurut kamu setelah baca perbedaan ini, enakan mana toh?

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Dhea Gultom

Politeknik Negeri Medan

Medan

“do what you love and love what you do”