Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

Mengapa Tegangan Tinggi Sangat Diperlukan Walaupun Berbahaya

Mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa tegangan di saluran transmisi PLN dibuat bertegangan tinggi? Sekitar 20kV, 200kV, 500kV dan sebagainya. Mengapa tidak langsung 220 V saja?

Dulu waktu semester 3 aku pernah baca mata kuliah yang akan ku pelajari di teknik konversi energi. Nah disitu aku liat semester 5 aku bakal belajar tegangan tinggi dan semester 6 akan ada praktik tegangan tinggi. Dulu tuh waktu semester 3 saat aku baca itu aku bacanya agak takut karena tegangan tinggi dikenal sangat berbahaya, terus aku sempat terpikir kenapa sih udah tau bahaya tapi PLN masih aja pake tegangan tinggi. Nah sekarang setelah semester 6 aku mulai paham sebabnya PLN pakai tegangan tinggi pada saluran transmisi.

Untuk menjawab pertanyaan itu kita bisa lihat rumus berikut :

P = V x I

Dimana : P = Daya (watt)

V = Tegangan (volt)

I  = Arus (ampere)

Nah untuk mempermudah akan aku kasih contoh pemisalan.

Misalkan di suatu perumahan memiliki kebutuhan daya sebesar 800 MW . Tegangan yang dipakai untuk transmisi sebesar 20 kV. Jika hambatan pada penghantar sebesar 100 ohm, maka dapat dihitung power losses (rugi-rugi daya atau daya yang terbuang) yang terjadi sebagai berikut :

800 x 10^6  = 20 x 10^3 x I

Maka I = 40.000 A

Jadi arus yang mengalir pada penghantar untuk kebutuhan daya 800 MW adalah sebesar 40 kA maka Power Losses (rugi-rugi daya) pada penghantar dapat dihitung sebagai berikut :

Power Losses = I^2 x R

= 40.000 A^2 x 100 ohm

Maka Power Losses = 16 x 10^10 W

Dari perhitungan diatas, tampak rugi-rugi daya atau daya yang terbuang lebih besar daripada kebutuhan daya pada perumahan tersebut. Terus gimana nih supaya losses nya bisa diminimalkan atau dikecilin?, dengan penghantar yang sama, kita bisa lihat rumus power losses diatas. Untuk menurunkan power losses maka arus (I) harus diminimalkan, lalu bagaimana agar dapat meminimalkan arus dengan kebutuhan daya yang tetap (900 MW) ? untuk meminimalkan arus maka tegangan harus dinaikkan. Misal tegangan dinaikkan menjadi 200 kV (Tegangan Tinggi), maka :

800 x 10^6 = 200 x 10^3  x I

I = 4.000 A

Power Losses = 4000 A^2 x 100 ohm

= 4 x 10^8  W

Setelah tegangan dinaikkan menjadi tegangan tinggi tampak rugi-rugi daya atau power losses semakin kecil.

Maka alasan PLN menggunakan tegangan tinggi pada saluran transmisi yaitu:

Agar rugi-rugi daya semakin kecil atau arusnya semakin kecil, karena jika arus tetap dibiarkan besar maka semakin besar juga panas yang dihasilkan sehingga mengakibatkan kabel penghantar memanas dan energi listrik yang hilang juga cukup besar.

Kalau PLN langsung menggunakan tegangan rendah pada saluran transmisi menyebabkan arus semakin besar dan kalau begitu maka butuh lagi penampang kawat penghantar agar tahan terhadap panas yang ditimbulkan arus yg besar, itu berarti semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan dan semakin panjang kawat penghantar maka akan semakin besar pula hambatan listrik.

Itulah mengapa PLN menggunakan tegangan tinggi, karena tegangan tinggi itu sangat penting walaupun berbahaya.

Bukan hanya tegangan tinggi yang berbahaya dan beresiko, semua hal pun pasti mempunyai resiko, asalkan kita tetap safety kecelakaan pasti tidak akan terjadi.

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Dhea Gultom

Politeknik Negeri Medan

Medan

“do what you love and love what you do”