Yuk berkontribusi, menjadi akselerator IPTEK anak bangsa !

Breaking News

145 Akun Hoaks Indonesia di Blokir oleh Facebook

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia semakin meluas hingga hari ini. Pergerakannya begitu cepat dan masif dalam menyebarkan informasi-informasi yang ada. Tetapi, terkadang belum dipastikan apakah informasi tersebut benar sesuai fakta dilapangan atau tidak sama sekali. Baca selanjutnya...

Penyebab adanya akun-akun penyebar hoaks adalah kemudahan yang diberikan oleh facebook sebagai wadahnya untuk membuat akun. Bukan hanya kemudahan dalam membuat akun, tetapi kemudahan dalam menyebarkan tanpa adanya pertanggungjawaban dari pihak penyebar itu sendiri pula. Dengan adanya kedua kombinasi kemudahan dalam melakukan penyebaran informasi hoaks semakin mudah dan tak ada halangan.

Dalam mengatasi hal tersebut, pihak facebook telah menghapus ratusan akun yang dianggap "coordinated inauthentic behavior". Diantaranya ada 280 akun facebook, 149 halaman (page), 43 grup dan 121 akun instagram telah dihapus. Menurut Nathaniel Gleicher (Head of Cybersecurity Policy Facebook) dalam blog perusahaan resmi facebook (Jumat, 3 Oktober 2019), "kami menghapus beberapa halaman, grup dan akun yang terlibat dalam perilaku tidak autentik yang terkoordinasi di facebook dan instagram. Pihak kami menemukan operasi terpisah yaitu berasal dari Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Nigeria dan Indonesia. Tiga kampanye yang kami hapus ini tidak terhubung, tetapi keduanya menciptakan jaringan akun untuk menyesatkan orang lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan."

Sementara di Indonesia, pihak facebook melakukan penghapusan akun sejumlah 145 akun, diantaranya 69 akun pribadi, 42 halaman facebook dan 34 akun instagram. Jaringan akun tersebut dinilai telah menyebarkan informasi yang manipulatif terkait kemerdekaan Papua. Menurut Gleicher, "orang-orang yang terlibat dibelakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola halaman, menyebarkan konten mereka dan mengarahkan orang ke situs di luar platform. Mereka memposting dalam bahasa inggris dan indonesia tentang Papua Barat dengan beberapa halaman berbagi konten untuk mendukung gerakan kemerdekaan, sementara yang lain melakukan posting kritik terhadapnya. Meskipun orang-orang dibalik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitasnya, penyelidikan kami tetap menemukan tautan ke perusahaan media Indonesia InsightID."

ARTIKEL TERKAIT

Profile Kontributor

Abdul Rahim Tanjung

Universitas Teknologi Sumbawa

Sumbawa Besar

“Berfikir Merdeka dan Berkehendak Meraja Namun Tetap Bersahaja Bersama Masyarakat”